Akhir tahun lalu, gue berkesempatan untuk traveling ke Filipina bareng si saputraroy. Pertanyaan pertama orang-orang waktu pertama kali gue bilang gue mau ke Filipina pasti : “Kenapa Filipina?”

Negara ini memang bukanlah negara yang lazim dikunjungi oleh orang Indonesia untuk menjadi pilihan tujuan berlibur. Mayoritas dari kita pasti akan memilih Malaysia, Singapore ataupun Thailand jika ingin berlibur ke luar negeri untuk kawasan negara-negara ASEAN.

Gue gak akan bahas objek wisata atau kegiatan menarik yang ada di Filipina di sini, karena udah banyak banyak website yang membahas hal itu kayak lonelyplanet.com atau tripadvisor.com

Oleh karena itu, gue akan ngasi tau kepada kalian hal-hal apa saja yang gue anggap menarik yang gue temukan selama perjalanan ke Filipina.

1. Uang

Mata uang Filipina ini agak galau. Bukan, dia gak ngetwit kangen mantan di tengah malam. Ini cuma masalah inisial aja. Kalau Indonesian Rupiah itu inisialnya IDR, Philipines Peso inisialnya PHP.

Entah kenapa, gue ngerasa Peso ini agak lemah dari Rupiah. Sebenernya gak lemah-lemah banget sih, masih bisa bela diri lah kalo dipalak anak STM. Bentar bentar, ini ngomongin mata uang apa anak SMP?

Intinya adalah, berada di Filipina membuat gue sedikit merasa lebih kaya. 1 PHP itu sekitar 270 rupiah, dan ongkos makan berkisar antara 100-150 PHP. Lumayan murah untuk makan di daerah wisata yang bisa gue bilang “Bali-nya Filipina”

2. Makanan

Buat seorang muslim, mencari makanan yang halal menjadi tantangan tersendiri selama berada di Filipina. Babi adalah makanan yang lazim disini. Di sana babi, di sini babi, dimana-mana menunya babi. Gue berusaha keras untuk menemukan menu seafood dan ayam selama di Filipina agar gue gak mati kelaparan.

Ya, sebagai seorang muslim, babi memang diharamkan buat gue. Dan selama di Filipina, agak susah mencari babi yang mualaf.

Oia, kalo ke Filipina, cobain mangganya. Manis! Saking manisnya, waktu mesennya gue pengen bilang “Mas, mangganya satu. Gak usah terlalu manis yang penting setia.”

3. Miss Universe.

Ini adalah hal yang paling menarik yang gue jumpai di Filipina. Untuk rakyat Filipina, beauty pageant is a big thing! Kehebohan acara Miss Universe hampir setara dengan semaraknya Piala Dunia buat kita di Indonesia. Gue mengetahui hal ini ketika ngobrol ama bule yang udah lumayan lama menetap disana.

Untuk acara2 Miss Universe atau Miss World, kontestan dari Filipina pasti sering banget masuk nominasi favorit atau photogenic contest yang pollingnya dilakukan via internet. Mereka bisa gila untuk hal ini.

Efek positifnya, semua perempuan di Filipina menjadikan kontestan Miss Universe sebagai acuan bagaimana cantik seharusnya. Jadi jangan kaget, kalo ngeliat cewek-cewek di Filipina itu cantik-cantik, langsing, dan modis. Penjaga pintu bandara yang gue lihat di bandara Clark aja udah kayak model FHM. Serius gak boong!

Pergilah ke Filipina, dan definisimu akan kata cantik akan bergeser!

4. Karaoke.

Pernah dengar kan, ada yang bilang “orang Filipina jago nyanyi dan hobi karaokean”? Nah, gue juga tau hal itu. Tapi gak pernah gue sangka sebelumnya, kalau kadar suka karaokeannya bakal se-kronis itu. Mereka benar-benar hobi menyanyi! Begitu tiba di Angeles City sekitar jam 8 pagi waktu setempat, gue memutuskan buat nyari sarapan pengganjal isi perut sambil menunggu penerbangan siang.

Angeles City

Sambil menyusuri jalan mencari restoran yang sudah buka, sayup-sayup gue mendengar suara musik. Pas gue perhatiin, ternyata di restoran di sebelah lagi ada orang yang nyanyi.

ORANG MACAM APA YANG KARAOKEAN JAM 8 PAGI??!! ARRRRGHHH!

are you fucking kidding me

5. Party.

Apa yang paling spesial di Filipina? Semua website traveling pasti akan merekomendasikan night life dan party di club-club di Filipina yang berjalan lebih liar.

Bahkan saking demennya orang Filipina untuk party, gue sempet ngeliat orang bermodal sound system dan speaker sederhana, dan mereka party di pekarangan rumah.

6. Basket

Jika sepakbola adalah olahraga nomor satu di Indonesia, maka di Filipina olahraganya adalah basket. Lo bakalan gampang banget menemukan lapangan basket di Filipina. Mulai dari yang bagus di dalam aula, ampe yang beralaskan tanah dan ring basket sederhana yang cuma disangkutin ke pohon.

7. Tinju

Selain basket, tinju juga sangat populer di Filipina. Buat yang gak tau, juara dunia tinju Manny “Pac Man” Pacquiao adalah pentinju kebanggaan rakyat Filipina. Jadi jangan heran, muka si Manny ini ada dimana-mana.

Mak, aku menang!

Selain jadi petinju dan anggota dewan, Manny ternyata juga seorang bintang iklan minuman energi.

Waktu gue bermalam di bandara Clark untuk menunggu penerbangan ke Boracay, di depan gue ada banner seukuran manusia dengan gambar Manny yang bertelanjang dada sambil megang botol minuman berada di depannya. Dan jujur saja, agak susah tidur sambil di bawah tatapan petinju yang lagi keringetan.

8. Keamanan.

Berlibur ke Filipina harus sedikit berhati-hati. Meskipun gue gak mengalami hal-hal yang gak mengenakkan, gue beberapa kali membaca tentang kondisi kriminal di Filipina yang sedikit mengkhawatirkan.

Hal ini tampaknya benar ketika gue berada di Makati District di hari-hari terakhir liburan gue. Pas gue pulang malem dan berjalan kaki menuju ke hotel, gue melihat seorang satpam yang lagi siskamling yang sedikit menarik perhatian gue.

Kalo di Indonesia satpam yang jaga malam paling mentok bawa senter atau pentungan, di Filipina gue ngeliat satpam yang lagi jaga malam bawa….shotgun.

Pertanyaan mendasar yang melintas di kepala gue waktu itu : MALING MANA YANG MASIH BERANI NGERAMPOK NGELIAT SATPAM BAWA SHOTGUN?!

 

Secara garis besar, berlibur ke Filipina (Angeles City, Boracay, Kalibo dan Manila) menawarkan sensasi yang berbeda dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. Manila (terutama Makati District), kota metropolitan dengan tata letak yang mirip seperti Jakarta, menjadi alternatif menarik untuk dikunjungi untuk wisatawan untuk mencari hiburan malam.

Bagian favorit gue tentu saja Boracay.

Pulau berpasir putih seluas 10 km ini menawarkan pantai yang indah, dan suasana yang hangat sekaligus intim, gue serasa seperti tengah berlibur di salah satu negara di Amerika Selatan.

Menyusuri pasar malam di Boracay, cuma bermodalkan celana pendek dan sandal jepit, membiarkan pasir pantai menyusup masuk ke sela-sela jari kaki, dan lagu-lagu berirama latin samar-samar terdengar dari café-café di pinggir jalan.

Life is good.