Siapa wanita tercantik di dunia sepanjang sejarah?

Beberapa diantara kita mungkin akan menyebut Cleopatra.

Beberapa lainnya mungkin akan menyebut Dewi Persik atau Miyabi, tergantung dari seberapa ngeresnya otak anda.

Meskipun ada banyak ratu bernama Cleopatra di jaman Mesir kuno, tentu yang kita maksud adalah Cleopatra VII yang menikah dengan Julius Cesar dan Mark Anthony (keduanya adalah penguasa Romawi kuno, btw)

Cleopatra selalu digambarkan sangat cantik, anggun, sehingga bisa memikat kedua penguasa Romawi yang ingin menjajah Mesir.

Tapi taukah anda bagaimana wajah asli Cleopatra?

Jangan bayangkan Cleopatra versi Hollywood karena tentu saja sudah diperankan oleh artis cantik, berbadan mustahil dan berpakaian minim yang selalu menampakkan perut dan belahan dada kemana-mana.

Ini salah satu deskripsi asli yang gue ambil dari salah satu situs mengenai Cleopatra. Deskripsi ini berasal dari koin yang bergambar Cleopatra :

“She was far from beautiful, despite her glamorous image today. She is depicted on ancient coins with a long hooked nose and masculine features.”

Show »

Cleopatra

Cleopatra Coin

Cleopatra yang selama ini digambarkan cantik jelita, anggun, dan rupawati (fyi, kalo rupawan itu buat pria :p), ternyata macho dan memiliki hidung seperti bekantan.

Gue ulangi,

Berhidung seperti bekantan dan maskulin.

Mungkin kalo malam dia Cleopatra, tapi kalo siang namanya Heru! hahahahaha

Dia cantik jelita? Pikir lagi.

Lah? Trus kalo dia ga cantik, kenapa dua penguasa Romawi bertekuk lutut didepannya?

Tentu saja karena susuk!

No, I’m just kidding. Ini kata Wikipedia mengenai hal ini.

“For she was a woman of surpassing beauty, and at that time, when she was in the prime of her youth, she was most striking; she also possessed a most charming voice and knowledge of how to make herself agreeable to every one. Being brilliant to look upon and to listen to, with the power to subjugate every one, even a love-sated man already past his prime, she thought that it would be in keeping with her role to meet Caesar, and she reposed in her beauty all her claims to the throne.”

Yang artinya?

Dilarang parkir di depan pintu.

Hahahaha. Intinya dia memiliki suara yang menarik dan menenangkan, pengetahuan yang luas dan menyenangkan bagi semua orang.

Oke, kita maju ke abad pertengahan

Di Eropa abad pertengahan, wanita cantik selalu digambarkan sebagai wanita yang gendut.

Gue serius.

Mungkin kalo pretty asmara hidup di abad pertengahan.

Dia udah jadi miss universe!

Ga percaya?

Perhatikan lukisan dan patung-patung dari jaman itu. Wanita selalu digambarkan dengan wajah gemuk, dada yang besar dan pinggul yang montok.

Karena pada jaman itu, wanita dianggap lambang kesuburan dan dada yang besar dan pinggul yang gemuk adalah indikator pertama lambang kesuburan dan kesejahteraan.

Show »

The Legendary Monalisa

The Legendary Monalisa

Show »

Monalisa in US

Monalisa in US

Show »

Local Monalisa

Real Monalisa

Cantik? Pikir lagi deh.

Sekarang kita beralih ke suku kayan di Burma (Myanmar).

Mungkin beberapa udah ada yang tau mengenai nasip wanita-wanita di suku ini.

Ya, mereka terkenal karena menggunakan gelang besi dilehernya.

Proses pemakaian gelang besi ini dimulai sejak kecil, dan akan ditambah satu persatu seiiring dengan berjalannya waktu.

Hingga pada saat dewasa, wanita di suku Kayan ini akan memiliki leher yang memanjang.

Tujuannya apa?

Simple, agar mereka terlihat lebih cantik! Menurut mereka.

Suku kayan percaya mereka adalah keturunan dari Burung Phoenix sehingga sebisa mungkin mereka ingin terlihat seperti nenek moyangnya.

Berleher panjang seperti burung.

Semakin panjang leher yang mereka miliki, maka ada semakin besar daya tarik seksual yang mereka punya.

Mereka akan semakin cantik.

Tentu saja proses pemanjangan leher ini akan membawa efek buruk. Mulai dari merasa tercekik, susah bernafas, hingga melemahkan otot leher sehingga jika gelang besi itu dilepas, bisa menyebabkan kematian.

Cantik? Pikir-pikir lagi.

Dan kini kita kembali ke Indonesia.

Dulu, di Bandung, gue mempunyai beberapa teman wanita yang sangat cantik. Sumpah.

Ga banyak wanita-wanita di Aceh yang secantik mereka.

Gue, dengan keringnya sejarah asmara masa SMA gue, langsung naksir ke mereka. Hahaha

Tapi, beberapa waktu yang lalu gue ketemu lagi dengan mereka, dan

Semua kecantikan alami itu hilang sudah. Semuanya terlihat palsu.

Okay, let’s be fair.

Seberapa sering anda melihat iklan pemutih wajah di televisi yang memperlihatkan model iklannya seperti kurang darah?

Seberapa sering anda melihat wanita dengan muka putih pucat yang aneh sedangkan lehernya coklat?

Betapa banyaknya iklan kosmetik yang beredar saat ini?

Ahhhhh, banyak kan yang ngangguk-ngangguk?

Gue pernah ngeliat teman wanita di kantor gue yang sedang meringis kesakitan dengan plester di tumitnya?

“kenapa?” tanya gue perhatian (gue emang perhatian orangnya.hehe)

“ini, kena sepatu. Sakit.”

“kalo sakit, kenapa sepatunya masih dipake? Pake aja sepatu yang lebih nyaman..” kata gue heran

“kan modelnya bagus”

Dan seketika pikiran gue melayang ke suku Kayan di Burma.

Sama saja ternyata.

Bedanya, wanita suku kayan disini sudah sarjana dan twitteran.

Gue juga ga bohong kalo kami kaum pria suka wanita cantik, tapi kalo udah ga natural, itu udah menjijikan.

Kaki di plester, muka pucat kayak mayat, dada segede bola basket.

Temen gue pernah bilang,

“wanita paling cantik itu pada saat bangun tidur, masih natural”

Gue ga ngerti apakah dia masih menganggap wanita itu cantik dengan mata yang masih berbelek.

Ingin gue bilang ke dia bahwa boker juga proses natural. Apakah dia juga menganggap wanita terlihat cantik ketika ngeden?

Tapi ya sudahlah.

Intinya, definisi cantik itu adalah bentukan.

Suatu dogma yang ditanamkan dalam otak kita apa yang cantik apa yang jelek.

Yang di Indonesia, mindset cantik itu dibentuk oleh media. Tujuannya? Ya cuma keuntungan ekonomis.

Ada banyak aliran definisi cantik.

Dan kita adalah pengikutnya.

Terserah anda mau mengikuti yang mana. Aliran media? Aliran suku kayan? Atau menjadi Cleopatra?

Tapi buat gue pribadi, dan banyak pria yang gue tau.

Gue lebih menyukai wanita yang menarik dan cerdas daripada wanita cantik luar biasa tapi tidak pernah baca berita.

Anda memiliki masalah yang sama?

Sebarkan tulisan ini dan beri tahu kepada seluruh teman wanita anda.

Bahwa Cleopatra menaklukkan dua penguasa Romawi dengan bukan kecantikannya melainkan dengan suara yang lembut, wawasan yang luas dan sifatnya yang menyenangkan.

Maka,

Jadilah Cleopatra.