Author Archive

Tiga Puluh

Well fuck. I am 30!

Selama beberapa tahun ke belakang, gue selalu berpikir umur 30 adalah angka yang masih jauh. Angka yang bikin mikir ‘ah, masih nanti lah itu..’.

Sebagai contoh, pertama kali gue nulis postingan ulang tahun di blog ini, umur gue masih dua puluh tiga. Dua puluh tiga! And suddenly, I am 30.

Di satu sisi, rasanya masih baru kemarin lulus kuliah, baru dua hari yang lalu ngerasain pertama kali masuk kantor, dan tiba-tiba lo udah tiga puluh.

Hidup emang nggak main-main berlalunya.

Seperti biasa, postingan gue ulang tahun selalu gue jadikan momen kilas balik. Melongok sebentar ke belakang, untuk melihat hal-hal apa aja yang sudah gue lakukan, belum gue lakukan dan akan gue lakukan ke depannya.

Di postingan ulang tahun, gue… Lanjut ta.. | 18 Comments

Menjelaskan BigAlpha.id

Sejak pulang dari UK, gue selalu merasa punya hutang ke Indonesia. Kadang sampe jadi pikiran tersendiri gitu lho. Gue kayak constantly mikir ‘bikin apa ya?’.

Akhirnya hingga beberapa waktu yang lalu gue menemukan salah satu solusinya. Buat yang udah lama follow gue di Twitter atau mungkin jaman-jaman ask.fm, pasti udah tau obsesi gue terhadap dunia keuangan dan pasar modal.

Rasanya gemes aja gitu ngeliat orang sebegitu awamnya terhadap dunia keuangan. Nggak usah mikir jauh-jauh dulu deh, nggak usah ngomongin ekonomi makro dulu, untuk sebatas personal finance aja banyak orang yang belum paham.

Betapa abainya orang Indonesia untuk tau betapa pentingnya asuransi, investasi, dana darurat dll.

Jadi, dari dulu gue suka ngoceh tentang dunia keuangan di Twitter, terutama saham dan pasar modal. Sampe akhirnya gue kepikiran bikin… Lanjut ta.. | 1 Comment

Kenapa Ahok Kalah – Sebuah Komentar

Disclaimer : Seperti video-video Pandji, tulisan gue ini tentu saja bias. Bias terhadap pandangan politik gue, informasi yang gue terima dan cara gue berpikir. Like every other article on the internet, take this with a pinch of salt.

Jadi, kalian udah nonton video Pandji di Youtube? Yang judulnya ‘Kenapa Ahok Kalah?’ Coba nonton dulu, biar nanti mengerti apa yang gue omongin.

Oke, here we go.

Intinya video Pandji adalah, dia berusaha menjelaskan kenapa Ahok kalah di Pilkada DKI kemaren. Ada beberapa poin yang gue dapat, antara lain.

  1. Karena alasan agama

Bagian ini Pandji mengakui kalau Ahok kalah karena agama, meskipun bukan satu-satunya alasan. Pandji juga menyitir pidato Bung Karno pada saat pembentukan Pancasila.

“Muslim malah dianjurkan untuk memilih muslim” – bahkan… Lanjut ta.. | 22 Comments

Part I : Before The Storm

I was about to leave my desk for some coffee when his text popped up.

“Hey, up for a grocery shopping?” I checked the clock on my computer. 5.45 PM. He was done early.

“Sure. See you in five?” coffee can wait, I murmured

Our buildings were only twenty feet away, but his workload at the time-of-the-month like this made it harder for us to set a meeting or two (I wouldn’t say a date up to this point). Good thing he got his priorities sorted out. *cough*

I packed my bag and rushed to my office building gate, our meeting point. I caught his smile two minutes later.

With rolled up sleeves, leather postman bag and glasses on, he resembled young executive male at its finest… Lanjut ta.. | 2 Comments

Mencoba Normal

Well, sepertinya sudah menjadi tradisi buat gue untuk menulis sebuah postingan tahun baru di blog ini. Mulai dari tahun 2011 hingga sekarang, gue nggak pernah absen untuk menulis postingan sejenis.

Tujuannya sih nggak aneh-aneh, cuma sebagai reminder buat gue untuk hal-hal yang sudah gue lakukan, dan apa yang akan gue lakukan tahun ini.

Awalnya gue bingung untuk nulis apa di postingan ini. As you all know, 2016 adalah tahun terburuk buat gue. Gue hampir mati karena GBS.

Lumpuh setengah badan, menghabiskan beberapa bulan untuk kencing dan beol di atas kasur, kaki yang mengecil seperti kaki belalang dan kehilangan semangat hidup.

Di tahun 2017, gue sedikit lebih baik. Gue kembali masuk kantor, ketergantungan ke kursi roda mulai berkurang, dan gue mulai membiasakan diri dengan kondisi gue… Lanjut ta.. | 8 Comments

Bunda dan Internet

Gue punya Bunda yang sangat update.

Jika dibandingkan dengan orang tua teman-teman gue yang lain, sepertinya cuma gue yang memiliki Ibu yang paling melek media sosial.

Mulai dari Facebook, Instagram, hingga Smule dia punya.

Aplikasi terakhir bahkan baru di-install-nya baru-baru ini.

“Bosen Bunda di rumah. Kan lumayan bisa karaokean sendiri” pungkasnya.

Gue hanya menghela napas panjang sebagai bentuk rasa pasrah melihat Bunda yang sangat eksis di dunia maya.

Awalnya nggak kayak gini. Awalnya bunda hanya punya handphone jadul yang cuma bisa dipakai untuk telfon dan smsan.

“Nggak ngerti Bunda cara makenya.” setiap kali melihat gue menggeser jari-jari di layar smartphone gue.

***… Lanjut ta.. | 5 Comments

Twitvestor

Semuanya berawal dari kegelisahan.

Kegelisahan gue melihat tingkat literasi finansial di Indonesia yang masih sangat rendah. Kegelisahan melihat maraknya penipuan investasi bodong yang selama ini terjadi. Kegelisahan melihat banyak sekali investasi berkedok sedekah yang akhirnya berujung tuntutan hukum.

Semua kegelisahan ini akhirnya cuma bisa menumpuk menjadi satu dan gue pendam sendiri dalam hati. Kadang kegelisahan ini bisa gue luapkan di linimasa Twitter, tapi lama kelamaan gue mulai merasa hal itu nggak cukup.

Gue harus bikin sesuatu!

Melihat dan menimbang kondisi kesehatan gue yang makin ke sini makin kuat, akhirnya gue pun memberanikan diri untuk melempar sebuah pertanyaan sederhana di Twitter.

“Kalau gue bikin sharing session tentang saham untuk pemula, ada yang mau ikut nggak?”

Gue kira awalnya, pertanyaan ini hanya akan berakhir menjadi… Lanjut ta.. | 5 Comments

[Review] Jomblo Reboot

Whoaaaa.. udah lama juga gue nggak nulis blog. Postingan terakhir yang ini, gue tulis sekitar bulan Agustus, jadi hampir 3 bulan nggak ada tulisan baru.

Dan hiatus menulis kali ini harus berakhir demi sebuah review; Jomblo Reboot.

Sebelum gue tulis reviewnya, pertama-tama gue harus mengucapkan terima kasih ke Kang Adhit yang sudah mengundang gue untuk bisa nonton premiere Jomblo Reboot. Ucapan terima kasih ini juga sekalian berfungsi sebagai disclaimer terhadap review yang mungkin nggak sesuai harapan Kang Adhit. Dan untuk kalian penggemar para aktor di Jomblo Reboot, brace yourself. This might be brutal.

Agar lebih menjiwai tulisan ini, sebelumnya gue akan ngasih tau betapa dekatnya Jomblo dengan hidup gue. Kalau gak salah, novel Jomblo itu pertama kali terbit tahun 2003, dan diangkat jadi film sekitar tahun… Lanjut ta.. | 13 Comments

Cacat

Semalam, gue keluar untuk ngopi di sebuah kedai kopi di dekat rumah. Sebuah kegiatan yang sangat biasa, tapi menjadi sangat jarang gue lakukan sejak gue didiagnosa GBS tahun lalu.

Kondisi badan yang lemah, dan kaki yang belum sempurna membuat aktivitas di luar rumah seperti ini menjadi sangat berat. Gue harus bergantung kepada bantuan orang lain untuk proses mobilisasi.

Dan semalam, dengan menggunakan kursi roda, gue dan beberapa teman memutuskan untuk menghabiskan waktu di kedai kopi.

Seperti biasa, kondisi gue duduk di kursi roda dalam umur yang masih muda menyita perhatian orang-orang lain di sekitar gue. Gue bisa melihat beberapa pandangan kasihan yang berusaha gue abaikan.

Jujur, gue sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini. Sudah satu tahun belakangan, hal-hal ini terasa familiar buat gue.

Pada… Lanjut ta.. | 13 Comments

Minyak Babi

Beberapa waktu yang lalu, adek gue bertanya ke gue sepulang sekolah.

“Bang, keefsi digoreng pake minyak babi ya?”

“Hah? Kata siapa?”

“Kata guru di sekolah”

“Nggak ah kayaknya. Nggak mungkin pake minyak babi. Kalau iya, pasti udah heboh se-Indonesia.” kata gue.

Dan beberapa minggu yang lalu, gue juga nanya ke sepupu gue.

“Eh, di sini udah ada JCo belum sih?”

Sejak merantau gue memang kurang mengikuti perkembangan kampung halaman gue ini. Dan setelah 12 tahun merantau, baru kali ini gue menetap cukup lama di rumah. Biasanya gue cuma pulang beberapa hari untuk mudik.

“Udah kok! Tapi emangnya mau beli?” jawab sepupu gue.

“Emang nya kenapa? Lagi pengen makan donat nih.”

“Kan pake minyak babi tuh!”

Gue mengernyit heran. Kenapa… Lanjut ta.. | 14 Comments