Posts Tagged ‘Beasiswa ke Aberdeen’

Aberdeen Mengubahku

Tinggal dan belajar di Aberdeen mungkin sejauh ini menjadi salah satu fase dalam hidup gue yang paling menarik. Berbeda aja rasanya dari semua fase hidup lain yang sudah gue jalani. Menghabiskan waktu SD di Medan, SMP dan SMA di Banda Aceh, kuliah di Bandung hingga kerja di Jakarta.

Ada beberapa aspek yang berubah dari gue dan sudut pandang gue selama tinggal di Aberdeen.

Mungkin untuk yang membaca tulisan ini, sebagian akan terasa sangat remeh, tapi buat gue pribadi, hal itu menjadi hal yang lumayan signifikan.

Beberapa hari yang lalu, gue melakukan sedikit self-reflection dan kepikiran untuk membuat sebuah postingan blog untuk hal ini. Melihat kembali hidup gue setahun ke belakang, dan menyadari ada beberapa hal dalam hidup gue yang berubah, mulai dari hal-hal yang nggak penting ke hal-hal… Lanjut ta.. | 20 Comments

Kehidupan mahasiswa di UK

Kuliah gue sudah berlangsung setengah jalan, tapi rasanya gue jarang banget menulis kehidupan gue sebagai mahasiswa di blog ini. Biasanya cuma tentang cinta-cintaan, politik, ekonomi atau promosi buku gue. (Btw, udah beli belum?)

Tapi kali ini, gue akan menuliskan sedikit gambaran hidup gue sebagai mahasiswa di Aberdeen.

Selain kuliah, tentu saja kehidupan mahasiswa pasca sarjana kayak gue diisi oleh kegiatan-kegiatan positif yang memberikan nilai tambah. Tidur siang misalnya.

Nambah banget itu. Nambah lemak. Hahaha.

Sebenarnya gue agak heran ama sistem perkuliahan di UK dan efeknya ke mahasiswa di sini. Kalau dipikir-pikir, mereka ini liburnya banyak banget!

Bayangin aja, waktu Natal libur perkuliahan itu sebulan mulai dari menjelang Natal ampe Tahun Baru, waktu Paskah (Easter) liburnya juga hampir sebulan, dan waktu libur musim panas (summer break)… Lanjut ta.. | 14 Comments

Ramadhan di Aberdeen

Ini adalah Ramadhan pertama gue di luar Indonesia.

Dan sejak pertama kali tau kalau Ramadhan kali ini akan jatuh pada saat musim panas, gue sebenarnya sudah mengantisipasi kalau puasa kali ini akan berlangsung lebih panjang buat gue.

Di musim panas, negara-negara Eropa akan mengalami siang yang lebih panjang dari biasanya. Sekitar 14-16 jam setiap harinya.

Awalnya gue menduga kalau puasa di Aberdeen juga akan berkisar di angka itu. Tapi makin mendekati Ramadhan, ternyata malam hari berlangsung makin singkat. Dan ketika gue benar-benar menemukan jadwal Imsakiyah Ramadhan tahun ini untuk Aberdeen dan sekitarnya, gue sedikit kaget.

Imsak dimulai di pukul 2 dini hari dan maghrib baru akan tiba di pukul 10 malam. Jadi kalau ditotal gue berpuasa 20 jam lebih sedikit tiap harinya.

Awalnya gue sedikit… Lanjut ta.. | 12 Comments

Haruskah kuliah S2 ke luar negeri?

Selepas kuliah dari Unpad, gue langsung keterima bekerja sebagai financial auditor di salah satu big 4 accounting firms di Jakarta.

Dua tahun bekerja di sana, gue lalu pindah ke salah satu perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia.

Gue bergabung melalu jalur Management Trainee perusahaan ini, di mana gue akan bergabung dalam sebuah program selama tiga tahun dan dirotasi ke berbagai posisi dalam perusahaan untuk bisa mendapatkan full exposure bagaimana bisnis migas beroperasi.

Waktu itu, gue berhasil menyisihkan sekian ribu kandidat dan bisa masuk dan bekerja dengan ijasah S1 gue. Dari gelombang MT program itu, gue adalah salah satu dari sedikit lulusan sarjana yang bekerja di sana.

Hampir semua teman seangkatan gue waktu itu sudah mengenyam pendidikan master, beberapa di antaranya adalah lulusan US dan UK. Waktu… Lanjut ta.. | 6 Comments

Tipe-tipe pelajar di Aberdeen

Setelah hampir tiga bulan kuliah di sini, gue mulai bisa memahami krakter orang-orang dari setiap negara.

Perbedaan budaya tenyata bisa menjadi gap yang sangat besar dan butuh pengrtian lebih untuk saling mengerti karakteristik masing-masing orang. Hidup di lingkungan yang majemuk benar-benar jadi tantangan yang menarik buat gue.

Dengan kuliah di Aberdeen, gue mendapat kesempatan ini. Mayoritas siswa postgraduate di kampus gue emang mahasiswa internasional. Hampir nggak ada satu pun negara yang mendominasi di semua kelas yang sudah gue ambil.

Misalnya kelas Leadership Challenge yang baru gue selesaikan kemarin. Dari hampir seratus ribu dollar siswa yang mengikuti kuliah itu, mereka datang dari negara-negara yang berbeda. Ada hampir tiga puluh negara yang berpartisisapi mengirimkan siswanya ke kelas gue.

Ketika dalam kondisi mengantuk dan nggak konsen (yang biasanya akibat… Lanjut ta.. | 9 Comments

Salju

Meskipun tidak merayakan Natal, dulu gue selalu menunggu datangnya libur Natal. Liburan Natal buat gue selalu identik dengan film kartun dan film keluarga yang akan diputar di stasiun televisi swasta.

Biasanya, gue akan menghabiskan hari libur Natal itu dengan tidak pergi kemana-mana. Hanya berdiam di depan TV sepanjang hari. Film-film Natal akan ditayangkan di TV secara berurutan dan gue adalah salah satu penonton setianya.

Dari semua film itu ada satu hal yang menjadi benang merahnya. Hal yang menarik perhatian gue sampai kadang lupa untuk mandi.

Salju.

Ya, liburan Natal buat gue selalu identik dengan salju. Dan sejak itulah, gue selalu memikirkan bagaimana rasanya salju.

Merasakan serpihan salju putih bersih yang turun dari langit sepertinya cuma sebatas impian buat gue. Lahir dan tumbuh besar di propinsi… Lanjut ta.. | 5 Comments

Hari-hari pertama di Aberdeen

Setelah beberapa hari tinggal di Aberdeen, gue masih terus berusaha beradaptasi agar bisa bertahan hidup di sini. Sejauh ini, Aberdeen adalah tempat merantau terjauh yang pernah gue datangi. Dan jujur, proses adaptasinya juga yang paling susah.

Ada banyak hal yang gue temui di sini yang gue anggap nyeleneh dan membuat gue berkata dalam hati : “Hah? Serius nih?”

Oke kita bahas satu persatu hal-hal yang gue anggap aneh selama gue nyampe di Aberdeen.

1. Bahasa

Hal pertama yang mengagetkan gue adalah : orang-orang di UK ini jago banget bahasa Inggrisnya, termasuk anak-anak kecilnya. Padahal udah gue cek, gak ada LIA English Course di sini.

Dan bahasa Inggris di UK, semakin ke utara maka aksennya akan semakin tebal. Jadi di Aberdeen, aksen Scottish jauh lebih tebal… Lanjut ta.. | 16 Comments

Kenapa kuliah di Aberdeen?

Sejak orang-orang tau gue memutuskan akan kuliah lagi di Aberdeen, banyak yang nanya ke gue,

‘Kenapa Aberdeen Ta?’

“Aberdeen itu di mana Ta?”

“Kok makin cakep Ta?” (iya, yang ini bohong)

Bukan hal yang aneh sebenarnya, karena Aberdeen memang bukan kota yang familiar menjadi tujuan sekolah bagi orang Indonesia. Nggak kayak London, Manchester, Birmingham, atau Edinburgh, Aberdeen emang rada indie.

Buat yang belum tau, Aberdeen itu lokasinya ada di ujung dunia. Aberdeen merupakan kota ketiga terbesar di Scotland (bahkan bukan bagian Inggris lagi) setelah Glasgow dan Edinburgh. Jarak dari London ke Aberdeen itu sekitar 550mil. Bisa ditempuh selama 9 jam menggunakan mobil atau sedikit lebih lama jika menggunakan ojek sepeda.

Lokasinya berada jauuuuuuuuh di utara. Kalau London itu ibarat King’s Landing, Aberdeen itu kayak… Lanjut ta.. | 10 Comments