Jadi auditor itu gampang-gampang susah.
Gampang karena semua hal dan prosedur audit bisa dipelajari, susah karena ga semua orang tau apa itu auditor. Gue harus menjelaskan ke orang-orang awam (terutama keluarga gue di sumatera) apa itu auditor.
“Abang kerjanya apa?”
“Auditor tante.”
“Auditor? apa itu auditor? Kayak kontraktor?”
“yah, ngaudit-ngaudit gitu tante”
“Ngaudit?”
“Ngitung duit orang tante!”
“Ohhh, bendahara ya?”
“Gusti!”
Maka dengan ini, untuk memberi tahu dan menyebarluaskan tentang apa itu auditor dan apa yang kami lakukan, gue menulis postingan ini, dengan gaya penulisan romeogadungan tentunya ;P.
Dengan harapan, ketika gue pulang kampung nanti, ga ada lagi yang nanya seperti postingan gue disini.
Okay, here we go!
Sama seperti halnya dokter, arsitek, insinyur, atau tukang ojek, auditor adalah profesi, yang biasanya punya suatu paguyuban atau perkumpulan profesional. Dan kita dibayar atas jasa yang kita lakukan.
Anda puas, Kami lemas!
Dalam hal ini, melakukan audit terhadap laporan keuangan suatu perusahaan agar penyajiannya sesuai dengan standar-standar dan peraturan yang berlaku. Baik itu standar akuntansi keuangan, pajak, peraturan pemerintah dan standar lainnya.
Biasanya, kita diminta melakukan audit ke suatu perusahaan oleh suatu lembaga lain, misalnya Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal) bagi perusahaan-perusahaan yang listing di bursa.
Bapepam mewajibkan perusahaan yang listing di bursa untuk di audit setiap tahunnya. Audit jenis ini disebut statutory audit atau ada juga yang bilang mandatory audit.
Audit jenis lain biasanya dilakukan atas permintaan perusahaan itu sendiri jika mereka ingin melakukan sesuatu.
Misalnya mau minjem duit ke bank, bank mengharuskan perusahaan itu di audit dulu oleh auditor independen sebelum mereka memutuskan mau minjemin duit atau ngga.
Contoh sederhana dalam suasana betawi :
Perusahaan : Bang, aye minjem duit dong!
Bank : Berape?
Perusahaan : 500 milyar aje bang! boleh ye?
Bank : Bisa bayar ngga ntar? Lo diaudit dulu dah ama kantornya si romeogadungan, baru gue kasi, jangan-jangan lo ga sanggup bayar lagi ntar.
Perusahaan : Iye deh bang, biar dapur tetep ngebul nih..makasi ye bang?
Perusahaan : *cabut naek motor*
Atau contoh lain, ketika perusahaan ingin melakukan IPO (Initial Public Offering) atau Penawaran Saham Perdana maka biasanya mereka minta diaudit dulu.
Nah, begitu lah kira-kira gambarannya.
Karena biasanya perusahaan diaudit di akhir tahun, demi memenuhi kewajiban pelaporan pajak mereka yang biasanya dilakukan di bulan Maret. ritme kehidupan auditor itu naik turun.
Ada low season dan peak season.
Ketika peak season, kita bisa pulang pagi setiap hari selama 3 bulan.
Tapi ketika low season, maka kerja auditor itu cuma training di kantor atau baca gosip di detik hot.
Kadang, kita diwajibkan keliling ke cabang-cabang atau pabrik perusahaan itu, mulai dari pabrik gula di Cilacap, tambang batu bara di kalimantan, ampe tambang emas di Papua.
Kadang harus ketemu klien-klien yang ajaib kayak gini.
Karena sering berganti klien, dan berganti-ganti masalah otomatis auditor cenderung lebih paham dan pinter dalam masalah audit dan akuntansi. Sering banget klien beranggapan, bahwa ‘Auditor selalu benar’.

Lihat tulisannya, jangan liat kemana-mana!
Jadi, beban itu selalu ada.
Kantor auditor itu sering disebut Kantor Akuntan Publik (KAP). Ada 4 besar KAP di dunia yang membuka afiliasi dengan KAP lokal. Istilahnya buka cabang.
1. Ernst & Young (EY)
2. Pricewaterhousecoopers (PWC)
3. Deloitte
4. KPMG
Silahkan googling jika ingin tau detail dan sejarah mereka.
Auditor ada yang internal dan eksternal. Yang internal itu maksudnya menjadi bagian dari satu organisasi itu sendiri, auditor yang kita gaji. Kalo eksternal itu auditor independen yang kita bayar jasanya.
Pemerintah juga punya auditor sendiri dalam mengaudit pemda-pemdanya. Namanya Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk auditor internalnya dan Badan Pemeriksa Keuangan sebagai auditor eksternalnya.
Kita juga mengenal yang namanya IT auditor, silahkan menduga apa kerjanya.
Hasil kerja atau output audit oleh auditor itu adalah opini atas kewajaran, (ingat, kewajaran bukan kebenaran) suatu laporan keuangan. Ada beberapa jenis opini, but more on that later.
Dan auditor itu sering dibajak ama kliennya. Sehingga banyak orang yang menjadikan auditor sebagai batu loncatan mengejar karir berikutnya. Demand lulusan KAP itu selalu tinggi. Jadi, turnover di KAP berbanding lurus dengan hal ini.
Jadi, gue recap deh..
Positifnya :
1. Career acceleration, jadi auditor membuat anda cenderung gampang mendapat kerjaan yang lebih baik.
2. Dinamis, kerjaan ga monoton dalam cubicle doang.
3. Bisa jalan-jalan gratis, seluruh indonesia bisa anda jelajahi. Bahkan temen saya dapet klien resort mewah di Bali.
4. Pengetahuan anda tentang akuntansi dan business process meningkat drastis!
5. Kemungkinan dibajak dengan karir yang lebih baik (better salary off course) sangat terbuka lebar.
6. You can come to your client’s office with pride! Coz you’re an auditor.
7. Lo bisa berdiskusi dan tuker pikiran dengan orang-orang berposisi tinggi yang bahkan pegawai disitu ga berani menatap matanya (thanks for maya for this)
Negatifnya :
1. Lembur-lemburan menggila mungkin ngga cocok bagi sebagian orang (mulai dari faktor manja, keluarga ga setuju ampe faktor kesehatan)
2. Menggendut dengan kecepatan yang konstan (ini sih buat gue :p)
3. Ngga cocok buat orang yang pengen kerja santai dan tanpa beban.
Jadi, demikianlah sedikit gambaran auditor itu apa. Yang pengen jadi auditor, kuatin konsep akuntansi dan auditing nya dan bagusin interpersonal skillnya.
Silahkan jika ada yang pengen sharing atau koreksi tulisan ini.
Akhir kata,
In GOD we trust, others..we perform audit!


akhirnya posting juga.. tp sayang,newbie jurusannya Farmasi (dan belum lulus pula).. batal deh bsa pelesiran sambil kerja coz msti jurusan akuntansi…
Wow..
Awal2 baca judul postingan sempet kepikiran, “Auditor itu yg di penerbitan, kan??” XD
Sangat menyenangkan membaca apa pun jenis postingan di romeogadungan, yah.. Bisa belajar dengan perasaan yg ringan..
Kalo saya sih, sama skali ngga berminat soal itung2an.
Udah bakat orok kalo dapet nilai 70 aja alhamdulillah bgt..
Cuma kebetulan punya rumah deket gedung BPK dan ngampus deket BPKP ajah.. Wahahah~
[...] This post was mentioned on Twitter by dian wardhani and maya rosmalinda, tirta agung prayudha. tirta agung prayudha said: Auditor ituuu, new post at romeogadungan ==> http://bit.ly/hR9OHB [...]
Mantab ta!!!!
Mantapp, nice info! Poin no 6, bener banget tuh mas. Saya kalo liat auditor 3 huruf datang kalo ke kantor saya, wuihhh…gayanya itu loh hehe.. kepala mendongak ke atas, cool, dan bersahaja hehe..
Thanks infonya mas
kak,aku juga anak accounting pengen ambil peminatan audit…
kira-kira,peak season itu bulan apa aja sih?
soalnya di kampusku, BIG FOUR suka request fresh graduated beberapa minggu sebelum wisuda…
aku kira peak season itu akhir tahun doang..
(@_@)
thx fyi yah ^_^
@ molly : peak season itu normalnya mulai november ampe maret, sisanya agak santai, kecuali emang ada klien yang minta diaudit diluar itu.
Dan sekarang dirimu tidak jadi auditor lagi ta?? hehehhee
nice,,!!
tapi mo curcol dikit nie,,
saya lulusan S1 ekonomi,,dan saya lulus tes pegawai disebuah perusahaan BUMN, dan ditempatkan di bagian SPI (satuan pengawas internal) seperti audit internal, tetapi saya kurang menyukai pekerjaan saya yang baru, karena sebelumnya sudah terbiasa sebagai petugas pelaksana bukan sebagai pemeriksa, selain itu karena saya anak baru yang tidak tau apa2 mengenai perusahaan dan berperawakan kecil jadi untuk meminta data kepada auditee cukup sulit dan disepelekan.
sebelumnya saya memiliki bos yang sangat profesional, dan membelajari saya ilmu audit cukup tegas tetapi hanya sekitar 3 bulan dan setelah itu pindah, sekarang hanya saya sendirian dan harus memeriksa, tanpa ada yang memberi arahan, tidak mempunyai pengalaman sama sekali dan saya hanya meraba2 (begitu istilahnya kli ya,,hehe,,)
jadi menurut bapak…apa yang harus saya lakukan untuk menyemangati diri sendiri,,karena mau tidak mau,,suka tidak suka,,saya harus tetap di SPI karena sesuai dengan SK yang saya terima huuftfttt,,, thx bfore,,
desri : udah ngga euy, tapi ttp bakal kangen kayaknya..
@upi : emang begitu mas/mbak. Jadi auditor interpersonal skillnya harus bagus. itu bawaan sih sebenernya. Lebih ke bagaimana kita bersikap dan meminta data. Show them that you’re a professional. Anda Sopan, Klien pun segan. Seiring waktu, pasti banyak belajar kok. Semoga berhasil yaaa..
salam kenal
mau minta opininya, sy br resign dr kap kecil, ini dua kalinya sy resign dr kap kecil…sebabnya, sy suka dibentak, digoblok2 in walaupun benar, apalagi kalau salah.
sy berpikir sy sudah rela lembur ga dibayar, sabtu-minggu masuk, tp setidaknya hargain sy dg tdk bilang goblok, kalau dia ga bs byr lembur sy.
akhirnya sy resign, karena sy pikir pasti ada kap lain yg lebih baik dr ini. yg bs menghargai staff nya
apakah tindakan resign sy benar ? krn kerja jg tidak tenang, selalu was2, selalu saja ad alasan dia marah2
[...] Ya, seperti yang kalian tau, gue baru aja pindah kantor. Jadi sekarang gue ga lagi berprofesi sebagai auditor seperti yang gue ceritain disini. [...]
yudi : itu tuh masalah mental sih bro, inget aja prinsip keris, keris akan jadi keris ketika ditempa, kalo ngga, ya jadi cuma besi mentah biasa. Kalo emang ga kuat, inget aja kalo keputusan resign tetap ada ditangan kita.
kak, mndingan kerja jd auditor dlu ap lngsung aj ke prusahaan? bgg antara KAP big 4 sama AKR Co. nh .
haahahahahahaha
bagian “meng_gendutnya” setujuuuuuuu
terkadang di meja tuh LEBIH BANYAK sajen dibanding berkas2 yang mau di-audit..
#garuk2 kepala