Posts Tagged ‘Adaptasi kuliah di Aberdeen’

One Year in Aberdeen

An amazing year with amazing people… Lanjut ta.. | 3 Comments

Kerja part-time di Aberdeen

Bekerja sebenarnya bukan hal yang baru buat gue. Keinginan untuk mandiri sudah ada di diri gue dari kecil. Mulai dari berjualan waktu SD hingga mencari orderan konveksi waktu kuliah di Bandung. Dan sepertinya, kebiasaan itu terbawa hingga ke Aberdeen.

Sebulan terakhir, ada kesibukan baru dalam hidup gue di Aberdeen. Bekerja part-time.

Kombinasi hobi traveling gue dan keparatnya Amazon dan eBay semakin menguras tabungan gue. Sebenarnya bisa aja sih gue survive di Aberdeen sampai selesainya masa studi nanti, tapi rasanya sayang aja gitu gue ngabisin tabungan dan gue gak pengen begitu balik ke Indonesia, gue harus makan nasi aking.

Alhasil beberapa waktu yang lalu, gue mulai nyari-nyari info lowongan kerja part-time di Aberdeen.

Secara garis besar, ada beberapa jenis pekerjaan part-time di Aberdeen untuk para mahasiswa. Ada yang… Lanjut ta.. | 19 Comments

Kehidupan mahasiswa di UK

Kuliah gue sudah berlangsung setengah jalan, tapi rasanya gue jarang banget menulis kehidupan gue sebagai mahasiswa di blog ini. Biasanya cuma tentang cinta-cintaan, politik, ekonomi atau promosi buku gue. (Btw, udah beli belum?)

Tapi kali ini, gue akan menuliskan sedikit gambaran hidup gue sebagai mahasiswa di Aberdeen.

Selain kuliah, tentu saja kehidupan mahasiswa pasca sarjana kayak gue diisi oleh kegiatan-kegiatan positif yang memberikan nilai tambah. Tidur siang misalnya.

Nambah banget itu. Nambah lemak. Hahaha.

Sebenarnya gue agak heran ama sistem perkuliahan di UK dan efeknya ke mahasiswa di sini. Kalau dipikir-pikir, mereka ini liburnya banyak banget!

Bayangin aja, waktu Natal libur perkuliahan itu sebulan mulai dari menjelang Natal ampe Tahun Baru, waktu Paskah (Easter) liburnya juga hampir sebulan, dan waktu libur musim panas (summer break)… Lanjut ta.. | 14 Comments

Ramadhan di Aberdeen

Ini adalah Ramadhan pertama gue di luar Indonesia.

Dan sejak pertama kali tau kalau Ramadhan kali ini akan jatuh pada saat musim panas, gue sebenarnya sudah mengantisipasi kalau puasa kali ini akan berlangsung lebih panjang buat gue.

Di musim panas, negara-negara Eropa akan mengalami siang yang lebih panjang dari biasanya. Sekitar 14-16 jam setiap harinya.

Awalnya gue menduga kalau puasa di Aberdeen juga akan berkisar di angka itu. Tapi makin mendekati Ramadhan, ternyata malam hari berlangsung makin singkat. Dan ketika gue benar-benar menemukan jadwal Imsakiyah Ramadhan tahun ini untuk Aberdeen dan sekitarnya, gue sedikit kaget.

Imsak dimulai di pukul 2 dini hari dan maghrib baru akan tiba di pukul 10 malam. Jadi kalau ditotal gue berpuasa 20 jam lebih sedikit tiap harinya.

Awalnya gue sedikit… Lanjut ta.. | 12 Comments

Tipe-tipe pelajar di Aberdeen

Setelah hampir tiga bulan kuliah di sini, gue mulai bisa memahami krakter orang-orang dari setiap negara.

Perbedaan budaya tenyata bisa menjadi gap yang sangat besar dan butuh pengrtian lebih untuk saling mengerti karakteristik masing-masing orang. Hidup di lingkungan yang majemuk benar-benar jadi tantangan yang menarik buat gue.

Dengan kuliah di Aberdeen, gue mendapat kesempatan ini. Mayoritas siswa postgraduate di kampus gue emang mahasiswa internasional. Hampir nggak ada satu pun negara yang mendominasi di semua kelas yang sudah gue ambil.

Misalnya kelas Leadership Challenge yang baru gue selesaikan kemarin. Dari hampir seratus ribu dollar siswa yang mengikuti kuliah itu, mereka datang dari negara-negara yang berbeda. Ada hampir tiga puluh negara yang berpartisisapi mengirimkan siswanya ke kelas gue.

Ketika dalam kondisi mengantuk dan nggak konsen (yang biasanya akibat… Lanjut ta.. | 9 Comments

Salju

Meskipun tidak merayakan Natal, dulu gue selalu menunggu datangnya libur Natal. Liburan Natal buat gue selalu identik dengan film kartun dan film keluarga yang akan diputar di stasiun televisi swasta.

Biasanya, gue akan menghabiskan hari libur Natal itu dengan tidak pergi kemana-mana. Hanya berdiam di depan TV sepanjang hari. Film-film Natal akan ditayangkan di TV secara berurutan dan gue adalah salah satu penonton setianya.

Dari semua film itu ada satu hal yang menjadi benang merahnya. Hal yang menarik perhatian gue sampai kadang lupa untuk mandi.

Salju.

Ya, liburan Natal buat gue selalu identik dengan salju. Dan sejak itulah, gue selalu memikirkan bagaimana rasanya salju.

Merasakan serpihan salju putih bersih yang turun dari langit sepertinya cuma sebatas impian buat gue. Lahir dan tumbuh besar di propinsi… Lanjut ta.. | 5 Comments

Hal-hal yang gue suka saat tinggal di Aberdeen

Setelah tinggal di Aberdeen, banyak hal yang baru yang gue temui. Nggak semuanya bersifat negatif, beberapa di antaranya merupakan hal positif yang gue harap bisa berlaku juga di Indonesia.

Berikut adalah beberapa hal baru yang gue sukai selama tinggal di Aberdeen.

1. Universitas

Kayak yang gue bilang sebelumnya gue masih kaget ama sistem kuliah gue yang benar-benar baru.

Dan University of Aberdeen ini kombinasi yang agak aneh. Universitas ini merupakan salah satu kampus tertua di Eropa.

Kampus ini berdiri tahun 1495, jadi umurnya hampir 600 tahun. Bayangin, di saat Ken Arok ama Ken Dedes masih berantem ama Empu Gandring, udah ada yang kuliah di sini. Abis kuliah trus mahasiswanya cabut karaokean ke Inul Vista.

Jadi, kampus gue itu kampus yang tua banget. Bangunannya masih… Lanjut ta.. | 15 Comments

Hari-hari pertama di Aberdeen

Setelah beberapa hari tinggal di Aberdeen, gue masih terus berusaha beradaptasi agar bisa bertahan hidup di sini. Sejauh ini, Aberdeen adalah tempat merantau terjauh yang pernah gue datangi. Dan jujur, proses adaptasinya juga yang paling susah.

Ada banyak hal yang gue temui di sini yang gue anggap nyeleneh dan membuat gue berkata dalam hati : “Hah? Serius nih?”

Oke kita bahas satu persatu hal-hal yang gue anggap aneh selama gue nyampe di Aberdeen.

1. Bahasa

Hal pertama yang mengagetkan gue adalah : orang-orang di UK ini jago banget bahasa Inggrisnya, termasuk anak-anak kecilnya. Padahal udah gue cek, gak ada LIA English Course di sini.

Dan bahasa Inggris di UK, semakin ke utara maka aksennya akan semakin tebal. Jadi di Aberdeen, aksen Scottish jauh lebih tebal… Lanjut ta.. | 16 Comments

Kenapa kuliah di Aberdeen?

Sejak orang-orang tau gue memutuskan akan kuliah lagi di Aberdeen, banyak yang nanya ke gue,

‘Kenapa Aberdeen Ta?’

“Aberdeen itu di mana Ta?”

“Kok makin cakep Ta?” (iya, yang ini bohong)

Bukan hal yang aneh sebenarnya, karena Aberdeen memang bukan kota yang familiar menjadi tujuan sekolah bagi orang Indonesia. Nggak kayak London, Manchester, Birmingham, atau Edinburgh, Aberdeen emang rada indie.

Buat yang belum tau, Aberdeen itu lokasinya ada di ujung dunia. Aberdeen merupakan kota ketiga terbesar di Scotland (bahkan bukan bagian Inggris lagi) setelah Glasgow dan Edinburgh. Jarak dari London ke Aberdeen itu sekitar 550mil. Bisa ditempuh selama 9 jam menggunakan mobil atau sedikit lebih lama jika menggunakan ojek sepeda.

Lokasinya berada jauuuuuuuuh di utara. Kalau London itu ibarat King’s Landing, Aberdeen itu kayak… Lanjut ta.. | 10 Comments