Doa Aneh Yang Sederhana

Gue kadang kangen menjadi anak kecil lagi.

Masa di mana kehidupan tampak berjalan lebih sederhana. Waktu gue kecil dulu, gue memiliki satu doa yang aneh. Doa yang kalo gue pikirin sekarang sebagai orang dewasa, terlihat sangat bodoh dan tolol.

Doa gue dulu adalah : “Supaya ayam peliharaan gue gak botak”.

Dari sekian banyak doa yang bisa gue minta kepada Allah seperti :

1. Jadikan gue pintar dan ranking satu di kelas

2. Berikan kesehatan untuk gue dan keluarga.

3. Berikan gue ketabahan karena dikaruniai cobaan berupa wajah tampan ini.

Gue malah meminta supaya ayam gue gak botak. Super jenius!

Awal cerita doa yang aneh ini sebenarnya biasa saja.

Keluarga gue memang ramah dengan binatang. Gue dulu memiliki dua ekor kucing yang… Lanjut ta.. | 17 Comments

Memilih Orang Baik

Sudah cukup lama sejak gue terakhir kali menulis pandangan politik gue di blog ini. Dan dengan semakin mendekatnya hari pemilihan presiden, sepertinya wajib buat gue untuk membagi pandangan politik gue kali ini.

Dan entah sudah berapa kali orang bertanya kepada gue : “Ta, milih siapa?”

Gue dengan mantap akan menjawab : “Jokowi JK.”

Pertanyaan berikutnya akan muncul : “Kenapa?”

Dan gue akan memberikan jawaban pribadi : “Simply karena ada JK”

Ya, Jusuf Kalla adalah salah satu tokoh nasional favorit gue. Dia adalah orang yang benar-benar bekerja. Hampir semua orang Aceh tau bagaimana kinerja JK bagi Aceh sewaktu dia menjabat sebagai wakil presiden dulu.

Pengaruhnya pada waktu tsunami dan proses perdamaian di Aceh sungguh besar. Belum lagi ide-ide JK selama menjabat. Yang paling gue ingat… Lanjut ta.. | 19 Comments

Ramadhan 2014

Hari ini hari pertama Ramadhan, dan gak ada yang gue lakukan selain leha-leha di kamar. Ramadhan pertama tahun ini yang jatuh di hari Minggu memang membuat semuanya terasa lambat.

Menulis pun menjadi sebuah kemalasan tersendiri buat gue kali ini. Ide-ide yang seolah mengering membuat sangat sulit untuk tetap rutin menulis.

Semua ide kreatif seolah gue simpan untuk draft novel yang entah kapan selesainya. Mudah-mudahan target untuk menyelesaikannya di tahun ini tetap tercapai. Doakan saja ya teman-teman. Gue baru aja ganti editor dan semoga proses menulis dan editingnya berjalan lancar tanpa hambatan.

Ramadhan memang moment yang pas untuk home sick.

Awal-awal Ramadhan selalu saja sukses membuat gue kangen rumah dan isinya. Kangen masakan rumah, kangen suasana Ramadhan di kampung… Lanjut ta.. | 7 Comments

Review : Sabtu Bersama Bapak

Ada satu jenis film yang selalu gue suka dari film-film Hollywood.

Film yang gak mengangkat drama atau romansa antara pria dan wanita, tapi lebih ke hubungan cinta orang tua dan anak. Film-film seperti Real Steel nya Hugh Jackman, Pursuit of Happyness nya Will Smith atau A Perfect World nya Kevin Costner.

Jenis film seperti ini menggambarkan cinta ayah kepada anaknya dengan cara yang unik dan gak cheesy. Keren aja gitu.

Film jenis ini biasanya sukses membuat gue berkontemplasi dan berpikir mau jadi sosok ayah seperti apa gue nantinya. Hubungan seperti apa yang ingin gue bangun dengan anak-anak gue nantinya. (Ngomongin anak? Emang calon Ibunya udah ketemu Ta?!)

I had an awkward relationship with my father back then, but now I’m trying to fix it.

Tulisan-tulisan… Lanjut ta.. | 10 Comments

Mango Cake

“Mahal-mahal ya?” katanya sambil menutup wajahnya dengan buku menu. Hanya terlihat mata polosnya dari balik buku menu coffee shop ini. Menggemaskan.

“Yauda sih, it’s on me this time. Gak usah dipikirin” gue meyakinkan.

Tidak berapa lama, sebuah mango cake pesanannya datang ke meja. Dengan garpu kecil yang tersedia, gue memotong pinggiran kue tersebut dan ikutan untuk mencobanya.

Rasa mangganya terasa samar. Krim lembutnya menempel di lidah. Adonannya yang mengembang sempurna. Sembilan dari sepuluh untuk mango cake ini.

Riuk pikuk jalan Cikini terdengar halus dari balik jendela kaca. Meskipun begitu, suaranya tidak mengganggu para pengunjung tempat ini. Sepertinya kedai kopi ini sengaja didesain untuk menahan suara lalu lalang kendaraan di luar sana. Seperti sebuah oase yang menenangkan di pusat kota Jakarta.

Dan dia di sana. Duduk… Lanjut ta.. | 20 Comments

Kaos Romeogadungan

Beberapa hari ini banyak hal menyenangkan terjadi ke gue. Salah satunya adalah masuknya penghargaan dari para pembaca blog gue. Out of nowhere, beberapa pembaca blog ini menghubungi via e-mail untuk memberikan apresiasinya kepada tulisan-tulisan gue.

Puncaknya, ada yang nge-add akun Line gue dan ngasi print screen dari tulisan Sepatu, dan bilang kalau tulisan itu sesuai dengan kondisinya saat ini.

Bahkan, profile Line ID nya sambil memegang novel Traveloveing2. Terima kasih ya! *pasang muka terharu disini*

Buat penulis pemula seperti gue, hal-hal kayak gini bikin senang. Selain keuntungan materi, apresiasi dari pembaca adalah hal yang diidam-idamkan semua penulis atau blogger.

Dan seandainya gue bisa melakukan sesuatu untuk semua pembaca gue. Melakukan hal-hal sebagai balas jasa kepada kalian yang rutin membuang bandwidth ke sini. Mijitin… Lanjut ta.. | 3 Comments

Sepatu

Kita… adalah sepasang sepatu, selalu bersama tak bisa bersatu.

Kita… mati bagai tak berjiwa bergerak karena kaki manusia.

Aku sang sepatu kanan, kamu sang sepatu kiri.

Ku senang bila diajak berlari kencang, tapi aku takut kamu kelelahan.

Ku tak masalah bila terkena hujan, tapi aku takut kamu kedinginan.

Entah kenapa beberapa hari ini lagu Sepatu gue mainkan terus menerus di iTunes laptop. Lirik lagu yang sedikit nyeleneh dipadukan dengan irama yang mengalun lembut terasa pas sekali di telinga beberapa hari ini.

Entah karena lagunya yang bagus atau mungkin karena endorphin yang mengalir deras yang gue rasakan beberapa hari ini.

Senyawa kimia yang menyebabkan rasa bahagia. Senyawa ini biasanya dihasilkan oleh tubuh ketika kita selesai olahraga, atau yang paling… Lanjut ta.. | 26 Comments

Efek positif patah hati

Di umur yang segini (masih 17 tahun bagi yang penasaran), kayaknya gue udah beberapa kali patah hati. Gue selalu berhasil melewati proses ngais-ngais tanah yang selalu kita rasakan ketika patah hati.

Mulai dari uring-uringan, stalking tanpa henti hingga curhat terselubung via now playing.

Semuanya kayaknya sudah pernah gue lakukan.

Hipotesa gue, selama proses dalam mengobati luka hati, sepertinya manusia bisa berubah seratus delapan pulu derajat. Ambil contoh gue misalnya. Gue yang biasanya ceria, ketika patah hati menjadi murung (ya iyalah!). Yang biasanya makannya banyak, sekarang cuma makan dikit kayak Puteri Indonesia. Yang biasanya tidurnya merem, sekarang jadi ganteng.

Pokoknya gue berubah,

Bahkan, gue pernah menuliskan fase-fase dalam patah hati dalam tulisan ini. Udah pernah baca?

Setelah melewati semua fase itu… Lanjut ta.. | 26 Comments

Camping VIP di Sukabumi

Beberapa waktu yang lalu, gue menghabiskan long weekend dengan cara yang sedikit berbeda. Cara yang agak gak lazim. Bukan, gue gak menghabiskan liburan gue dengan menyamar jadi supir metromini kayak salah satu capres.

Gue menghabiskan liburan gue kali ini dengan…camping!

Berbeda dengan kebanyakan orang yang gue kenal, gue gak pernah camping sebelumnya. Maklum aktivitas sebagai model papan atas pegawai kantoran terlalu menyita waktu gue untuk mencoba camping.

Jadi begitu diajakin camping, gue langsung bersemangat dan mencari pohon terdekat untuk gue panjat dan berteriak :

THIS IS SPARTAAAAA!!

Ini akan menjadi pengalaman camping pertama gue.

Dalam benak gue, camping kali ini akan menjadi peristiwa yang penuh petualangan buat. Dari kosan gue sudah menyiapkan barang-barang yang sepertinya akan gue perlukan selama disana. Obat-obatan, tolak angin, popmie, obat… Lanjut ta.. | 9 Comments

Dua puluh enam

Lima belas April telah datang lagi.

Seperti halnya tulisan tahun lalu, gue sepertinya merasa wajib untuk kembali menuliskan postingan khusus ulang tahun. Sebagai sebuah landmark dimana gue bisa melewati sebuah angka dalam hidup.

Lima belas april dua ribu empat belas.

Seperempat abad telah berhasil gue lewati, dan sekarang sepertinya gue sudah layak menuliskan apa yang dimaksud dengan quarter life crisis versi gue.

Sebelumnya gue sama sekali tidak percaya dengan yang namanya quarter life crisis.

“Apa itu quarter life crisis?! Cuma jualannya majalah dan psikologi murahan.”

Tapi ketika menginjak umur dua puluh lima, akhirnya gue percaya kalau fase itu memang ada.

Menurut gue, quarter life crisis adalah masa dimana lo harus banyak mengambil keputusan. Masa dimana lo tidak terlalu tua, tapi tidak bisa lagi… Lanjut ta.. | 11 Comments