Salju

Meskipun tidak merayakan Natal, dulu gue selalu menunggu datangnya libur Natal. Liburan Natal buat gue selalu identik dengan film kartun dan film keluarga yang akan diputar di stasiun televisi swasta.

Biasanya, gue akan menghabiskan hari libur Natal itu dengan tidak pergi kemana-mana. Hanya berdiam di depan TV sepanjang hari. Film-film Natal akan ditayangkan di TV secara berurutan dan gue adalah salah satu penonton setianya.

Dari semua film itu ada satu hal yang menjadi benang merahnya. Hal yang menarik perhatian gue sampai kadang lupa untuk mandi.

Salju.

Ya, liburan Natal buat gue selalu identik dengan salju. Dan sejak itulah, gue selalu memikirkan bagaimana rasanya salju.

Merasakan serpihan salju putih bersih yang turun dari langit sepertinya cuma sebatas impian buat gue. Lahir dan tumbuh besar di propinsi… Lanjut ta.. | 5 Comments

Hal-hal yang gue suka saat tinggal di Aberdeen

Setelah tinggal di Aberdeen, banyak hal yang baru yang gue temui. Nggak semuanya bersifat negatif, beberapa di antaranya merupakan hal positif yang gue harap bisa berlaku juga di Indonesia.

Berikut adalah beberapa hal baru yang gue sukai selama tinggal di Aberdeen.

1. Universitas

Kayak yang gue bilang sebelumnya gue masih kaget ama sistem kuliah gue yang benar-benar baru.

Dan University of Aberdeen ini kombinasi yang agak aneh. Universitas ini merupakan salah satu kampus tertua di Eropa.

Kampus ini berdiri tahun 1495, jadi umurnya hampir 600 tahun. Bayangin, di saat Ken Arok ama Ken Dedes masih berantem ama Empu Gandring, udah ada yang kuliah di sini. Abis kuliah trus mahasiswanya cabut karaokean ke Inul Vista.

Jadi, kampus gue itu kampus yang tua banget. Bangunannya masih… Lanjut ta.. | 15 Comments

Hari-hari pertama di Aberdeen

Setelah beberapa hari tinggal di Aberdeen, gue masih terus berusaha beradaptasi agar bisa bertahan hidup di sini. Sejauh ini, Aberdeen adalah tempat merantau terjauh yang pernah gue datangi. Dan jujur, proses adaptasinya juga yang paling susah.

Ada banyak hal yang gue temui di sini yang gue anggap nyeleneh dan membuat gue berkata dalam hati : “Hah? Serius nih?”

Oke kita bahas satu persatu hal-hal yang gue anggap aneh selama gue nyampe di Aberdeen.

1. Bahasa

Hal pertama yang mengagetkan gue adalah : orang-orang di UK ini jago banget bahasa Inggrisnya, termasuk anak-anak kecilnya. Padahal udah gue cek, gak ada LIA English Course di sini.

Dan bahasa Inggris di UK, semakin ke utara maka aksennya akan semakin tebal. Jadi di Aberdeen, aksen Scottish jauh lebih tebal… Lanjut ta.. | 18 Comments

Kaos Kaki

Medan, sekitar bulan Juli tahun 1997

Waktu itu pagi pertama di awal tahun ajaran baru.

Gue baru saja menginjak kelas 4 SD. Seperti awal tahun ajaran baru pada umumnya, pagi ini gue dipenuhi rasa excited yang berlebihan.

Rasa kangen dengan teman-teman sekelas yang muncul karena sudah berpisah selama sebulan bercampur dengan rasa benci-benci tapi rindu kepada guru-guru, hingga rasa penasaran akan ajang pamer perlengkapan sekolah yang baru antar teman yang akan terjadi nanti.

Semua perasaannya campur aduk.

Buat anak sekolah, tahun ajaran baru memang selalu identik dengan perlengkapan sekolah yang baru. Mulai dari seragam baru, tas baru hingga sepatu baru.

Tapi tidak dengan gue.

Seragam dan sepatu gue masih sama seperti tahun lalu. Tanpa atribut apapun yang berbeda dari tahun sebelumnya… Lanjut ta.. | 13 Comments

Kenapa kuliah di Aberdeen?

Sejak orang-orang tau gue memutuskan akan kuliah lagi di Aberdeen, banyak yang nanya ke gue,

‘Kenapa Aberdeen Ta?’

“Aberdeen itu di mana Ta?”

“Kok makin cakep Ta?” (iya, yang ini bohong)

Bukan hal yang aneh sebenarnya, karena Aberdeen memang bukan kota yang familiar menjadi tujuan sekolah bagi orang Indonesia. Nggak kayak London, Manchester, Birmingham, atau Edinburgh, Aberdeen emang rada indie.

Buat yang belum tau, Aberdeen itu lokasinya ada di ujung dunia. Aberdeen merupakan kota ketiga terbesar di Scotland (bahkan bukan bagian Inggris lagi) setelah Glasgow dan Edinburgh. Jarak dari London ke Aberdeen itu sekitar 550mil. Bisa ditempuh selama 9 jam menggunakan mobil atau sedikit lebih lama jika menggunakan ojek sepeda.

Lokasinya berada jauuuuuuuuh di utara. Kalau London itu ibarat King’s Landing, Aberdeen itu kayak… Lanjut ta.. | 13 Comments

Dua Ribu Lima Belas

Sepertinya sudah menjadi kebiasaan gue untuk menulis postingan bertemakan tahun baru di blog ini.

Mulai dari tulisan tahun 2011 tentang resolusi, lalu dilanjutkan dengan tulisan tentang resolusi 2012 yang cuma copy paste dari tahun sebelumnya, postingan sederhana di tahun 2013, dan terakhir adalah tulisan pembuka tahun 2014.

Di 2015 ini, sebenarnya gue nggak punya niat sama sekali menulis apapun tentang tahun baru. Hingga tadi pagi, gue menerima sebuah pertanyaan tipikal di awal tahun baru.

“Apa resolusinya Ta?”

Atau dengan kata lain, tahun ini gue mau apa?

……..

Gue sedikit bingung.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pertanyaan seperti itu biasanya akan cukup mudah gue jawab. Dengan hidup yang lebih… Lanjut ta.. | 4 Comments

Persiapan keberangkatan

Hari ini tepat 2 minggu sebelum gue berangkat. Dan makin ke sini, makin banyak orang yang nanya langsung ke gue atau ke social media pertanyaan-pertanyaan sederhana kayak :

“Kapan berangkat Ta?”

“Cerita dong persiapannya gimana Ta?”

“Gimana perasaannya Ta?”

Membuat gue merasa sedang diwawancarai reporter TV One.

Jujur saja, gue kali ini benar-benar santai dalam mempersiapkan keberangkatan. Gue belum packing, belum beresin kosan, belum apa-apa. Beberapa hari terakhir di Indonesia nanti malah akan gue habiskan dengan ikut year end closing di kantor. Lembur is coming!

Tiket dan visa memang sudah ada di tangan, memberikan sedikit kepastian untuk gue tentang tanggal keberangkatan. Sisanya, benar-benar gak ada.

Saking santainya, malah teman-teman gue yang akhirnya jadi sewot dalam mempersiapkan gue untuk tinggal di sana.

“Visa… Lanjut ta.. | 16 Comments

Thank you 2014

Gue memulai tahun ini dengan sangat buruk.

Malam pergantian tahun baru gue lalui dengan patah hati. Kondisi gue waktu itu kacau balau. Hanya karena berusaha melupakan seseorang.

Malam pergantian tahun itu, gue udah janji ama diri gue sendiri untuk move on. Untuk melangkah maju, untuk menjadi lebih baik. Tapi sepertinya Tuhan ingin bercanda dengan gue.

Pagi tanggal 1 Januari, gue mencoba menyeret diri gue sendiri untuk bisa bertahan hidup. Pergi ke sebuah food court di dekat kosan untuk makan siang. Mengisi perut bukan karena karena gue mau, tapi karena harus.

Dan disana, gue ketemu dia.

Di hari pertama, di pagi pertama sebuah tahun yang baru, gue malah ketemu dengan orang pertama yang ingin gue lupakan.

Why God? Why? Tuhan waktu itu sepertinya… Lanjut ta.. | 18 Comments

Mencoba Lari Lagi – BajakJKT 2014

Setahun yang lalu, gue mengikuti lomba lari 10k pertama gue, Bajak JKT yang dibuat oleh Nike. Pengalaman pertama berlari 10 kilometer itu memberikan pengalaman baru yang menyenangkan.

Pengalaman itu berhasil gue tulis di blog ini dengan tulisan yang berjudul Mencoba Lari : BajakJKT.

Tanpa gue sadari, tulisan yang gue kemas secara segar itu, disukai oleh banyak orang. Tulisan itu akhirnya viral dan mencetak rekor traffic tertinggi untuk blog gue hingga saat ini.

Puncaknya, gue dihubungi oleh tim marketing Nike untuk memberi tahu bahwa tulisan gue berhasil nyampe di tangan mereka. Gue tentunya bangga, tulisan blog yang sederhana itu bisa nyampe di tim marketing Nike Indonesia. Akhirnya akibat tulisan itu, gue diminta untuk diwawancarai sebuah majalah untuk mengisi bagian gaya hidup (Keren ya? hehe..)… Lanjut ta.. | 119 Comments

Movember

Akhir-akhir ini, gue baru menyadari suatu hal. There’s a thing between girls and guys with ‘brewok’. It seems that chicks dig beard and other facial hair.

Hampir semua cewek yang gue kenal menyukai cowok berewokan. Cowok berewokan yang gue maksud disini adalah cowok berewokan yang ganteng, bukan Surya Paloh.

Cowok berewokan selalu saja menjadi idola cewek-cewek di luar sana. Liat saja Omar Borkan Al Gala atau Adam Levine yang digandrungi kaum hawa karena memiliki jenggot yang bisa membuat wanita menjadi becek.

Hal ini menarik minat gue untuk sedikit melakukan riset mengenai hal ini.

Sejak ratusan tahun yang lalu, jenggot memang telah identik dengan tanda kebijakan atau kedewasaan. Lihat saya patung filsuf-filsuf Yunani yang memang selalu saja dilengkapi oleh jenggot yang lebat.

Bahkan untuk agama Islam… Lanjut ta.. | 5 Comments