Cover Buku

Akhirnya, setelah dua tahun ditulis, buku gue akan naik cetak juga.

Ceritanya tentang apa? Tunggu postingan gue berikutnya ya? Akan gue jelasin lebih lanjut.

Sementara itu, bantuin gue milih cover nya dong! Bingung nih.

Biar bisa langsung naik cetak dan masuk ke toko-toko buku.

Cover

 

 

Yang mana guys?… Lanjut ta.. | 15 Comments

Haruskah kuliah S2 ke luar negeri?

Selepas kuliah dari Unpad, gue langsung keterima bekerja sebagai financial auditor di salah satu big 4 accounting firms di Jakarta.

Dua tahun bekerja di sana, gue lalu pindah ke salah satu perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia.

Gue bergabung melalu jalur Management Trainee perusahaan ini, di mana gue akan bergabung dalam sebuah program selama tiga tahun dan dirotasi ke berbagai posisi dalam perusahaan untuk bisa mendapatkan full exposure bagaimana bisnis migas beroperasi.

Waktu itu, gue berhasil menyisihkan sekian ribu kandidat dan bisa masuk dan bekerja dengan ijasah S1 gue. Dari gelombang MT program itu, gue adalah salah satu dari sedikit lulusan sarjana yang bekerja di sana.

Hampir semua teman seangkatan gue waktu itu sudah mengenyam pendidikan master, beberapa di antaranya adalah lulusan US dan UK. Waktu… Lanjut ta.. | 6 Comments

Kepada Calon Bapak Mertua

Berawal dari cuma dengerin lagu “Marry Your Daughter” tengah malam, ngasih gue inspirasi buat bikinin tulisannya.

Rencananya cuma pengen ditulis trus di-publish di blog ini, tapi kayaknya seru kalau gue sekaligus yang ngebacain.

So, this is it! Soundcloud pertama gue.

credit to Adera : Marry Your Daughter Cover in YouTube

Sepatu – Sebuah Epilog

“Iya, ini lagi nunggu visa Schengen nya. Udah apply sih. Biar bisa euro trip libur kali ini” kata gue di salah satu sesi facetime kami.

Begitu semua awalnya bermula. Chatting gue dengan Sepatu Kiri.

Komunikasi yang dulu pernah berjalan sangat intens, kini sudah sangat jarang sekali terjadi. Bentuknya bisa hanya sekedar pertanyaan “kamu apa kabar?” via aplikasi chatting berwarna hijau sebulan sekali atau sesi Facetime seperti ini. Gue kini sepenuhnya paham kalau jarak memang bisa membunuh perasaan.

“Seru banget! Ke negara apa aja?” katanya penasaran.

“Amsterdam, Berlin, Budapest, Roma ….”

“Wait..wait… kamu… ke Budapest tanggal berapa?” dia memotong gue sebelum gue selesai bicara.

“Tanggal 13 sore sampai 16 April, tiga hari. Jadi ulang tahunku nanti di sana”… Lanjut ta.. | 33 Comments

My Other Social Media

Bagi yang nggak sabar nungguin postingan di blog ini yang cuma muncul seminggu sekali (kalau nggak males), gue sering main social media yang lain kok. Gue lagi memaksimalkan semua sosial media gue nih.

1. Instagram :

Di sini gue bermain bukan dengan kata-kata, tetapi dengan kamera. Kebanyakan sih foto-foto hasil jalan-jalan gue. Siapa tau jadi travel writer nantinya.

https://instagram.com/romeogadungan/

2. Ask.fm

Di sosial media yang ini, gue ngejawab pertanyaan-pertanyaan yang masuk. Suka random sih, mulai dari asmara, karir ampe isu harga bbm.

http://ask.fm/romeogadungan

3. Twitter

Kalau lagi pengen monolog, gue kadang suka ngetwit random di

https://twitter.com/romeogadungan

 

Silakan yang mau follow… Lanjut ta..

Kenaikan harga BBM, wajarkah?

Artikel ini gue buat untuk salah satu koran lokal di Aceh, berisi opini gue tentang kenaikan harga bbm. Kayaknya layak buat gue bagi di blog ini :

Kenaikan harga bbm seringkali disusupi oleh kepentingan-kepentingan politik pihak-pihak yang ingin menggoyang pemerintahan. Sudah sejak jaman dahulu kala, ‘emas hitam’ menjadi komoditas panas yang bisa memicu konflik antar dua pihak yang saling beradu kepentingan.

Begitu juga yang terjadi di Indonesia, setiap kali pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga eceran bahan bakar minyak, maka saat itulah gelombang penolakan langsung bermunculan. Dimulai dari politikus-politikus oposisi pemerintah, pengamat-pengamat dadakan hingga organisasi-organisasi mahasiswa yang langsung bereaksi keras terhadap kebijakan pemerintah ini.

Kenaikan harga bbm acapkali dituding memberatkan rakyat kecil karena berimbas kepada naiknya harga bahan-bahan pokok. Bukannya membedah masalahnya dengan objektif, isu bbm… Lanjut ta.. | 1 Comment

Dua Puluh Tujuh

Sepertinya ada dua tanggal dalam satu tahun yang selalu gue sempetin buat menulis postingan baru di blog ini. Tahun baru dan tanggal ulang tahun gue. Lima belas April.

Sudah jadi kebiasaan sejak bikin blog ini untuk menuliskan sesuatu di kedua tanggal itu. Tujuannya sih sederhana, buat jadi reminder pribadi gue untuk selalu tau apa yang gue mau dan apa yang gue harus lakukan.

Kali ini postingannya mungkin akan sedikit berbeda. Untuk pertama kalinya, gue merayakan ulang tahun di negara orang lain. Bukan Scotlandia tempat gue belajar saat ini, tapi Budapest, Hungary.

Oke, gue ceritain sedikit.

Kota ini menjadi serangkaian kota yang akan gue jalani dalam rangka eurotrip yang gue lakukan bersama teman-teman kampus. Mimpi untuk melihat dunia yang pernah gue tulis di… Lanjut ta.. | 11 Comments

Turnamen badminton di Scotland

Di Aberdeen, gue mencoba untuk terus mempertahankan hobi olahraga gue, salah satunya badminton.

Untuk menjaga kebugaran, gue bela-belain beli raket dan sepatu agar bisa tetap main badminton di sini. Awalnya gue agak bingung mau beli raket badminton di mana. Setelah nanya kiri kanan, teman-teman gue menyarankan untuk beli online di Amazon.

Ini adalah kali pertamanya gue belanja di Amazon.

Belanja di Amazon sudah dengan harga pas, nggak kayak belanja di Kaskus. Di Amazon nggak ada pertamax, no Rosa, no Afgan atau kirim-kirim cendol abis transaksi. Pokoknya tinggal pilih, bayar, jadi, dan tunggu barangnya diantar ke alamat.

Setelah beli raket dan sepatu olahraga, gue memberanikan diri untuk bergabung di klub badminton universitas. Tujuannya sih cuma buat latihan rutin biar gue tetap olahraga selain kuliah. Fasilitas olahraga kampus… Lanjut ta.. | 6 Comments

Salmon dan Garam

“Itu ikannya ditaro lemon ama garam duluuuu… biar gak amis.” dia memarahi gue.

Karena skill memasak gue emang hampir mendekati nol, gue cuma diam dan menuruti apa katanya. Dan dia adalah satu-satunya yang punya cukup kesabaran untuk mengajari gue cara memasak.

Sejak kuliah di sini, gue mau nggak mau harus belajar memasak. Selain harga makanan yang lebih mahal dan menyiksa uang beasiswa gue, perut gue sepertinya tidak bisa mentolerir lagi makanan-makanan bule yang tersedia.

Burger, pizza, atau pasta sudah tidak bisa lagi gue terima. Berat badan gue susut beberapa kilogram sejak tiba di sini. Jadi, belajar memasak adalah opsi yang paling logis yang bisa gue lakukan.

“Nantinya apinya jangan kegedean ya..” ujarnya mengingatkan.

“Siap chef!” ujar gue singkat.

Jemari gue sibuk melumuri… Lanjut ta.. | 7 Comments

Tipe-tipe pelajar di Aberdeen

Setelah hampir tiga bulan kuliah di sini, gue mulai bisa memahami krakter orang-orang dari setiap negara.

Perbedaan budaya tenyata bisa menjadi gap yang sangat besar dan butuh pengrtian lebih untuk saling mengerti karakteristik masing-masing orang. Hidup di lingkungan yang majemuk benar-benar jadi tantangan yang menarik buat gue.

Dengan kuliah di Aberdeen, gue mendapat kesempatan ini. Mayoritas siswa postgraduate di kampus gue emang mahasiswa internasional. Hampir nggak ada satu pun negara yang mendominasi di semua kelas yang sudah gue ambil.

Misalnya kelas Leadership Challenge yang baru gue selesaikan kemarin. Dari hampir seratus ribu dollar siswa yang mengikuti kuliah itu, mereka datang dari negara-negara yang berbeda. Ada hampir tiga puluh negara yang berpartisisapi mengirimkan siswanya ke kelas gue.

Ketika dalam kondisi mengantuk dan nggak konsen (yang biasanya akibat… Lanjut ta.. | 10 Comments