Dua Puluh Delapan

Shit, I am old.

Oke, tahun lalu adalah salah satu momentum besar dalam hidup gue. Gue berhasil mencoret satu item dari bucket list yang selama ini gue inginkan. Gue menganggap dua puluh tujuh telah resmi menjadi penutup masa muda gue.

Dulu, selalu ada alasan “belum S2” yang menjadi penghalang gue untuk siap dengan segala komitmen orang dewasa. Pikiran dan tanggung jawab gue sepertinya masih aja seperti anak kuliahan yang belum siap memikul semua tanggung jawab yang datang.

Di dua puluh delapan, alasan itu sepertinya sudah tidak bisa dipakai lagi.

Mau tidak mau, gue harus mulai memikirkan serius kehidupan orang dewasa yang sudah menanti. Harus sudah mulai serius untuk mikir beli rumah, steady relationship dan tanggung jawab tanggung jawab lainnya.

Di dua puluh tujuh, gue… Lanjut ta.. | 8 Comments

Attraction : Part Two

Baca bagian pertama di sini.

“Hey, you know what. I really want to ask you out. Gimana?”

Lima belas menit sudah pesan itu terkirim. Belum ada tulisan kecil yang muncul di bawahnya pertanda pesan itu belum dibaca.

Dan di sinilah gue, sedang menulis ulang draft novel sambil sesekali melirik ke arah handphone yang masih diam tanpa jawaban.

Gue berusaha keras untuk mengumpulkan konsentrasi demi melanjutkan draft yang sudah selesai setengah jalan. Tapi sepertinya, hal itu susah sekali untuk dilakukan. Kursor di layar hanya berkedip tidak bergerak.

Pikiran gue masih saja tertuju kepada sebuah pesan yang tadi gue kirimkan.

Dengan perlahan, gue meraih handphone yang tergeletak di atas meja. Layar hitamnya masih kosong tanpa ada pesan yang baru.

Saat-saat seperti… Lanjut ta.. | 21 Comments

Ngobrol di Podcast Awal Minggu

Beberapa waktu yang lalu, gue diundang Adriano Qalbi untuk jadi bintang tamu di podcast miliknya. Namanya Podcast Awal Minggu. Buat yang sering wara-wiri di Twitter pasti udah pernah denger podcast ini.

FYI, Adri adalah salah satu stand up comedian favorit gue, dan begitu menerima ajakan ini, langsung gue iyakan tanpa pikir panjang.

Dan minggu lalu, selama kurang lebih sejam, gue dan Adri ngomongin hal-hal aneh dan gak penting kayak cinta, pernikahan ampe Ahok.

Sedikit berisik karena cafe yang kami gunakan kemarin lagi renovasi.

Jadi buat yang mau dengerin podcast-nya, monggo!

https://soundcloud.com/podcastawalminggu/6-april-2016-dengan-romeogadungan… Lanjut ta.. | 1 Comment

Nyari buku : Newbie Gadungan

Sudah hampir setahun sejak buku gue Newbie Gadungan terbit. Dan makin ke sini, sepertinya makin susah untuk nyari buku gue di toko buku baik offline maupun online.

Jadi, beberapa waktu yang lalu gue meminta penerbit gue, Gagas Media, untuk mengumpulkan sisa-sisa buku yang ada, agar mempermudah orang-orang yang masih pengen nyari buku ini.

Dan pihak Gagas Media malah berbaik hati untuk bikinin bonus stiker buku gue untuk pemesanan kali ini.

Jadi buat kalian yang masih nyari buku gue, silakan kirim e-mail ke hubungi.romegadungan@gmail.com yang berisikan nama, alamat dan no hp. Biayanya Rp65.000 sudah termasuk ongkos kirim.

Jadi nanti, kalian akan dapetin bukunya (dan gue tanda tangani tentu saja) bersama bonus stiker kayak gini.

 

Jumlahnya gak banyak, jadi siapa yang… Lanjut ta.. | 12 Comments

Attraction

Waktu itu, gue dan seorang sahabat baik sedang ngopi di salah satu kedai kopi di Kemang. Di antara berisiknya lalu lalang kendaraan di luar jendela kaca, kami bertukar cerita. Kali ini, topik pembicaraan kami masih sama.

Wanita.

Dalam kondisi resah, dia sedang menceritakan situasi yang sedang dialaminya ke gue, bagaimana susahnya dia mengubah status yang awalnya ‘kasual’ berubah menjadi sesuatu yang lain terhadap seorang wanita yang sedang dia suka.

“Ya lo ajak keluar lah!” kata gue waktu itu.

“Udah. Tapi perginya selalu rame-rame ama yang lain.”

“Nggak pernah berdua?” tanya gue.

Dia cuma menggeleng.

“Sini, kirim chat ke dia sekarang. Ajak keluar minggu depan. Udah umur segini gak usah lah bersembunyi dibalik status pertemanan kalau emang suka ama cewek.”

“Tapi terlihat pengen… Lanjut ta.. | 16 Comments

She Has Everything

Beberapa minggu yang lalu, gue lagi dekat dengan seorang wanita yang gue tulis di sini. Dia, kalau bisa gue bilang, hampir mendekati sempurna. Hal senada juga diucapkan teman-teman gue setiap kali gue menceritakan hal ini.

“Gila, Ta. Ada ya cewek kayak gini? Kok mau dia nanggepin elo?” kata temen gue waktu itu. Gue hanya bisa senyum-senyum bego mendengar komentar teman-teman gue.

Dia menanjak pasti di daftar cewek paling mustahil yang bisa gue dapat, tepat di bawah Raline Shah.

She’s definitely out of my reach. Serius.

Belum pernah gue ngerasa kayak gitu. Biasanya sih gue pede-pede aja untuk ngedeketin cewek mana pun yang gue suka. Gue pun berpikir keras dan mulai menyusun rencana.

I need to impress her! Like any other men would do when they

Rentak Harmoni – Sebuah Review

Beberapa hari yang lalu, gue mendapatkan undangan untuk menyaksikan Rentak Harmoni di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Gue dan beberapa blogger/penulis lain seperti Roy, Sarah dan Kang Adhitya Mulya udah janjian untuk nonton bareng di TIM.

Rentak Harmoni ini adalah pagelaran drama musikal tentang pendidikan yang dibikin oleh Alumni Pengajar Muda Yayasan Indonesia Mengajar.

Pagelaran Rentak Harmoni di hari Sabtu kemarin sebenarnya ada dua kali. Acara yang siang lebih ditujukan untuk keluarga, pers dan media. Sedangkan acara yang malam ditujukan untuk umum. Beberapa hari menjelang acaranya berlangsung, gue udah dapet kabar kalau tiketnya udah sold out.

Demand untuk acara musikal di Indonesia masih tinggi tampaknya. Apalagi event ini dibikin oleh sukarelawan sukarelawati Gerakan Indonesia Mengajar. Buat gue, acara ini tampak… Lanjut ta.. | 3 Comments

Tuhan Sedang Bercanda

Semakin kita tua, rasanya semakin sulit untuk jatuh cinta.

Ada aja penyebabnya. Mulai dari checklist yang semakin bertambah panjang, masalah kecocokan, hingga hal-hal yang sebenarnya nggak terlalu dipikirin sebelumnya seperti pekerjaan atau suku.

Gue sendiri merasakan hal ini.

Rasanya semakin susah aja buat gue untuk tertarik dengan seorang wanita. Banyak yang hanya berakhir di sebuah coffee date, tanpa ada kisah selanjutnya.

Terkadang alasannya dari pihak wanitanya, tapi sering kali, gue adalah penyebab utamanya.

Nggak tertarik. Se-simple itu, tanpa perlu menjelaskan lebih jauh.

Sejak kisah gue dengan Sepatu Kiri, hanya ada seorang wanita yang bisa membuat gue tergerak untuk mengejarnya lebih jauh.

Perkenalan gue dengan dia dimulai dari sebuah platform social media.

Posisinya sebagai salah satu orang yang berpengaruh di platform

Dua Ribu Enam Belas

Seperti sudah menjadi sebuah keharusan kalau di awal tahun baru gue menulis sebuah postingan untuk penutup dan pembuka tahun yang akan datang untuk blog ini.

Dimulai dari beberapa tahun yang lalu, kebiasaan ini menjadi semacam reminder buat gue tentang apa yang sudah gue lakukan dan apa yang akan gue lakukan tahun depan.

Kalau dilihat ke belakang, tahun 2015 telah berjalan sangat luar biasa buat gue. Di tahun 2015, gue berhasil mencoret beberapa bucket list yang selama ini masih menggantung. Mulai dari melanjutkan studi gue ke level master, menerbitkan buku, hingga melakukan eurotrip pertama gue.

Rasanya menyenangkan sekali bisa melakukan hal-hal yang selama ini sudah gue mimpikan. Hal-hal yang sudah masuk sebagai resolusi tahun baru gue sejak tahun 2011.

Gue rasanya… Lanjut ta.. | 6 Comments

One Year in Aberdeen

An amazing year with amazing people… Lanjut ta.. | 3 Comments