Goodbye Aberdeen

Beberapa malam yang lalu gue diundang ke acara ulang tahun temen gue. Acaranya sih biasa aja. Cuma nongkrong di pub sambil makan.

Ketika sudah menjelang tengah malam, gue ijin buat pulang duluan. Badan yang masih terlalu lelah akibat beraktivitas seharian tampaknya nggak bisa diajak kompromi.

Usia emang nggak bisa bohong.

Union Street, jalan paling ramai di Aberdeen, sudah tampak sepi. Ketika musim dingin seperti ini, orang-orang memang memutuskan untuk banyak berdiam di rumah. Bayangkan saja, matahari sudah tenggelam sejak pukul empat sore.

Gue menarik resleting jaket lebih tinggi hingga ke leher. Angin musim dingin yang berasal dari laut Utara mencoba menyusup masuk ke badan. Acara ulang tahun tadi yang sedikit bernuansa dadakan membuat gue tidak sempat untuk memakai jaket yang lebih tebal. Suhu udara mencapai nol… Lanjut ta.. | 11 Comments

Kampung Indonesia

Setelah hampir setahun meninggalkan Indonesia, dan mengunjungi belasan negara, ada satu hal yang aneh yang gue temukan.

Gue nggak bisa menemukan Kampung Indonesia, suatu daerah yang mayoritas ditinggali oleh orang-orang Indonesia.

Bandingkan aja ama Kampung China (Chinatown). Gue kira di kota mana aja, pasti ada daerah yang ditinggali oleh mayoritas orang China dan terasa seperti di China.

Di Chinatown, menemukan hal-hal dari Tiongkok itu gampang banget, mulai dari pernaik-pernik hingga makanan. Dan begitu juga dengan India. Rasanya gampang banget ketemu orang India dan makanan India di kota mana saja.

Tapi sepertinya halnya ini berbanding terbalik ama Indonesia.

Di Aberdeen aja misalnya, nggak ada restoran Indonesia. Lebih mudah buat kita untuk menemukan restoran Thailand atau Vietnam di sini. Banyak teman-teman gue yang penasaran dengan masakan Indonesia… Lanjut ta.. | 14 Comments

Kerja part-time di Aberdeen

Bekerja sebenarnya bukan hal yang baru buat gue. Keinginan untuk mandiri sudah ada di diri gue dari kecil. Mulai dari berjualan waktu SD hingga mencari orderan konveksi waktu kuliah di Bandung. Dan sepertinya, kebiasaan itu terbawa hingga ke Aberdeen.

Sebulan terakhir, ada kesibukan baru dalam hidup gue di Aberdeen. Bekerja part-time.

Kombinasi hobi traveling gue dan keparatnya Amazon dan eBay semakin menguras tabungan gue. Sebenarnya bisa aja sih gue survive di Aberdeen sampai selesainya masa studi nanti, tapi rasanya sayang aja gitu gue ngabisin tabungan dan gue gak pengen begitu balik ke Indonesia, gue harus makan nasi aking.

Alhasil beberapa waktu yang lalu, gue mulai nyari-nyari info lowongan kerja part-time di Aberdeen.

Secara garis besar, ada beberapa jenis pekerjaan part-time di Aberdeen untuk para mahasiswa. Ada yang… Lanjut ta.. | 22 Comments

Aberdeen Mengubahku

Tinggal dan belajar di Aberdeen mungkin sejauh ini menjadi salah satu fase dalam hidup gue yang paling menarik. Berbeda aja rasanya dari semua fase hidup lain yang sudah gue jalani. Menghabiskan waktu SD di Medan, SMP dan SMA di Banda Aceh, kuliah di Bandung hingga kerja di Jakarta.

Ada beberapa aspek yang berubah dari gue dan sudut pandang gue selama tinggal di Aberdeen.

Mungkin untuk yang membaca tulisan ini, sebagian akan terasa sangat remeh, tapi buat gue pribadi, hal itu menjadi hal yang lumayan signifikan.

Beberapa hari yang lalu, gue melakukan sedikit self-reflection dan kepikiran untuk membuat sebuah postingan blog untuk hal ini. Melihat kembali hidup gue setahun ke belakang, dan menyadari ada beberapa hal dalam hidup gue yang berubah, mulai dari hal-hal yang nggak penting ke hal-hal… Lanjut ta.. | 20 Comments

Paspor

Waktu gue kecil dulu, rasanya gue susah sekali untuk pergi jalan-jalan. Tidak ada cerita tentang liburan mengunjungi nenek di desa. Kalau gue ingin mengunjungi nenek, gue cukup pergi ke kamar belakang. Nenek gue memang tinggal bersama keluarga kami.

Oleh karena itu, rasanya susah sekali buat gue untuk menulis cerita-cerita liburan setiap pelajaran mengarang di awal caturwulan. Imajinasi gue terbatas, hanya bisa melihat dunia dari sebuah layar kaca di ruang keluarga.

Dan sejak itulah, gue bermimpi melihat dunia.

Tumbuh dan besar di salah satu propinsi paling ujung di Indonesia membuat gue semakin ingin keluar dan berpetualang. Melihat tempat-tempat yang selama ini cuma bisa gue bayangkan. Tapi kok rasanya susah sekali. Faktor jarak, umur dan biaya sepertinya menjadi penghalang utama.

Dan mimpi itu mulai terwujud sejak gue berhasil… Lanjut ta.. | 16 Comments

Gak Enaknya Kuliah di Luar Negeri

Ini topik yang jarang banget diangkat orang lain yang studi di luar negeri. Semua pasti cerita tentang seru-serunya doang, seolah studi di luar negeri itu semuanya menyenangkan.

Foro-foto keren di Instagram atau Path, status-status yang seolah bikin sirik, keluhan-keluhan yang terasa pamer? Tapi benarkah demikian?

Beberapa hari yang lalu, gue membaca curhatan teman yang melintas di timeline Twitter gue yang bagus banget. Yang gue rasa sayang banget kalau cuma dilewatkan. Namanya Ghina, dia sedang menempuh pendidikan postgraduate-nya di Aarhus University di Denmark.

Gue cuma bisa mengangguk setuju dengan beberapa poin yang dia buat. Jadi gue minta dia untuk menuliskan apa yang biasanya dirasakan oleh mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di luar negeri, me included. Sisi lain yang membahas gak enaknya kuliah di luar negeri.

Dan setelah sekian lama… Lanjut ta.. | 12 Comments

Perseid Meteor

Gue nggak percaya dengan zodiak atau ramalan bintang. Meskipun sering kali menemukan ramalan zodiak yang tepat, gue hanya menganggap itu sebagai kebetulan atau sugesti alam bawah sadar yang kita lakukan.

Gue nggak percaya bahwa sebuah konstelasi bintang di langit ketika kita lahir akan mempengaruhi sifat dan karakteristik seseorang. Nggak logis.

Kalian pasti bertanya kenapa gue bercerita mengenai hal ini di awal? Karena hal itu akan mempengaruhi cerita gue selanjutnya.

Beberapa hari yang lalu, gue mendapatkan sebuah invitation di Facebook dari Chiara, seorang teman dari Italia, untuk datang ke acara api unggun yang dia buat.

Acara bonfire ini dibuat di pantai sebagai acara perpisahan dengan anak-anak September intake yang sebentar lagi akan menyelesaikan studi mereka di Aberdeen.

Acara api unggun di musim panas seperti ini memang… Lanjut ta.. | 21 Comments

Kehidupan mahasiswa di UK

Kuliah gue sudah berlangsung setengah jalan, tapi rasanya gue jarang banget menulis kehidupan gue sebagai mahasiswa di blog ini. Biasanya cuma tentang cinta-cintaan, politik, ekonomi atau promosi buku gue. (Btw, udah beli belum?)

Tapi kali ini, gue akan menuliskan sedikit gambaran hidup gue sebagai mahasiswa di Aberdeen.

Selain kuliah, tentu saja kehidupan mahasiswa pasca sarjana kayak gue diisi oleh kegiatan-kegiatan positif yang memberikan nilai tambah. Tidur siang misalnya.

Nambah banget itu. Nambah lemak. Hahaha.

Sebenarnya gue agak heran ama sistem perkuliahan di UK dan efeknya ke mahasiswa di sini. Kalau dipikir-pikir, mereka ini liburnya banyak banget!

Bayangin aja, waktu Natal libur perkuliahan itu sebulan mulai dari menjelang Natal ampe Tahun Baru, waktu Paskah (Easter) liburnya juga hampir sebulan, dan waktu libur musim panas (summer break)… Lanjut ta.. | 16 Comments

Newbie Gadungan

Udah punya Newbie Gadungan kayak mereka? Novel non-fiksi terbaru dari GagasMedia?

 

Newbie Gadungan

 

Let me know your comments!… Lanjut ta.. | 6 Comments

Newbie Gadungan – ebook version

Halo teman-teman,

Kali ini gue cuma pengen ngasih tau kalau buku gue sekarang sudah tersedia versi e-book nya di Google Play Store.

Jadi buat yang kemaren nanya versi softcopy nya, sekarang udah bisa di-download langsung ke smartphone atau tabletnya.

Tinggal cari judul Newbie Gadungan, udah langsung ketemu kok. Gampang!

Yuk mari!

15 - 1 (1)