Tiga Puluh Delapan

Holy shit!

Nggak nyangka gue akan nyampe di angka ini.

Seperti biasa, setahun sekali, tradisi yang gue mulai belasan tahun yang lalu ini memaksa gue untuk kembali mengingat password blog hanya untuk sekadar menuliskan postingan ulang tahun.

Some people are waiting for this. Not much, but some.

But unfortunately I have a bad news.

Mungkin ini adalah terakhir kalinya gue menulis postingan di blog (for now). Life got so serious I stopped writing for fun.

Gak tau kenapa, I feel like I have outgrown this phase of my life. The writing phase.

Minat untuk hidup lebih private entah kenapa terlihat makin menggiurkan untuk gue sekarang.

Buat yang follow gue di Twitter juga pasti udah tau, kalau akhirnya gue memutuskan untuk deactivated akun Twitter gue yang umurnya udah 16 tahun. Empat puluh ribu followers lebih gue biarkan menggantung di sana.

I don’t know, gue ngerasa dengan semakin seringnya gue shooting podcast Unfiltered di Youtube BigAlpha, semakin bertambah juga exposure gue ke dunia digital. And I don’t really like that.

Gue gak tau di masa depan akan ada kejadian apa, di mana orang akan menggali-gali jejak digital gue (termasuk salah satunya di blog ini). Siapa tau nanti gue maju politik dan orang ngubek-ngubek blog ini untuk black campaign ke gue. I am learning from your mistakes, RK.

So yeah, maybe this is a closure for this phase of my life (or maybe not).

Lagian, agak cringe aja gak sih kalau om-om ini masih menulis kegalauan-kegalauan akibat percintaan di blog ini? Mungkin nanti gue akan menulis lagi ketika struggle yang gue hadapi sudah berubah menjadi struggle-nya seorang suami atau seorang ayah.

I am sure I will have funny and bizarre experiences when the time comes.

Oke, rewind sedikit…

Setahun kemarin, hidup gue gak banyak berubah dari sejak gue menulis postingan ulang tahun terakhir. Gue cuma fokus mengembangkan BigAlpha.

I had some dates. It didn’t work.

It just made me realized that I have less tolerance to bullshit nowadays. Gak tau ya, dating market sucks.

Capek banget rasanya ngedengerin trauma dumping cewek-cewek jaman sekarang. Over analyzing patterns, codes, or silences. Gue udah gak punya waktu dan tenaganya.

Atau memang udah bukan umurnya lagi aja ya buat gue untuk ngerasain emotional roller coaster akibat urusan-urusan percintaan. Fase ‘mengejar’ yang dulu suka banget gue lakukan bahkan sekarang terasa melelahkan.

Cewek-cewek yang bertingkah dikit langsung gue tinggal. I am just tired.

I don’t want to date people. I want to date my wife. But the problem is, to meet my wife I have to date people.

Jadi kalau di Microsoft Excel, ini udah jadi circular reference. Muter di situ-situ aja.

Sayangnya, gak ada jalan pintas untuk menemukan solusi ini. Mau gak mau, ya gue masih harus menjalani lagi fase ini.

So yeah, that’s the update.

Another year, another (love) struggle.

Gue mulai merasa ‘romeogadungan’ menjadi kutukan buat gue.

But anyhoo, I see you later!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top