Salam Super!!

Berapa diantara kalian, pembaca gue, yang pernah mengikuti seminar atau training motivasi? Bentuknya bisa berupa training ESQ atau sekedar seminar dari lembaga konsultan human resource.

Ayo, ngaceng?! Eh, ngacung!

Pasti banyak yang suka, wong di twitter saja, tweet yang paling banyak di retweet orang-orang adalah tweet-tweet kata-kata motivasi, quotes dari orang-orang terkenal, atau dari ungkapan-ungkapan bijak ketika galau.

Intinya, kita semua pernah ngerasa down, dan perlu di motivasi.

Kalo ini gue mau mengajak kalian ngomongin masalah ini.

Beberapa hari yang lalu, gue mengikuti suatu training motivasi yang diadakan kantor gue. Bukan yang pertama buat gue, udah beberapa kali, tapi buat anak baru di kantor ini, gue wajib mengikuti mandatory training ini.

Oke sebelumnya, gue bukanlah orang yang terlalu percaya dengan training-training motivasi ini. Ntah kenapa, sifat auditor yang selalu skeptis masih nyisa di gue sampai sekarang.

Akibatnya, setiap ada training-training motivasi seperti ini, gue selalu mengawali training motivasi dengan muka seperti ini.

Show »

[spoiler show=”Buka”]

[/spoiler]

Selalu aja ada rasa skeptis, dan tidak percaya ketika menghadiri seminar semacam ini.

Nah, training gue kemaren, membahas tentang buku seven habitsnya Stephen Covey.

Siapa yang udah baca bukunya?

Oke bagi yang belum, gue kasi gambaran sedikit :

Bagi yang belum tau, si Covey ini menulis buku “Seven Habits of Highly Effective People” yang diambil setelah dia melakukan studi literatur terhadap tokoh-tokoh pemimpin fenomenal selama 200 tahun ke belakang.

Intinya sih, dia lebih merangkum bagaimana kebiasaan orang-orang itu sehingga bisa dicontoh orang lain.

Tapi sayangnya, training gue kali ini cuma sampe habit ke 3.

Dan buat gue, yang pernah mengalami training sejenis, sangat susah sekali memahami inti training-training semacam ini.

Karena dalam anggapan gue, selalu aja ada pikiran.

“Ahhh, gitu doang mah gue juga bisa!”

Cukup kasi gue buku, slide, dan bahan-bahan presentasinya, gue juga bisa.

Kasi gue cukup waktu dengan bahan-bahan tersebut, maka gue akan tampil botak dan memakai jas di tv nasional menyemangati kalian dengan kata-kata :

“Financial Fredom”, “Super sekali”, “Luar biasa” atau “Najis tralala”

Hal ini juga diperparah dengan banyaknya kalimat-kalimat klise dan hafalan yang disajikan oleh trainer semacam ini.

Sebut saja beberapa dibawah ini,

“Untuk sukses, kita harus bersifat jujur dan rajin.”

“…………………..”

“WTF?! Nenek saya juga tau pak kalo gitu.” kata gue dalam hati.

Atau :

Trainer : “Selamat pagi semua. Waduhhhh, tadi malam saya sebenernya agak ngga enak badan, tapi ntah kenapa, pagi ini saya diberikan kekuatan untuk berdiri didepan teman-teman sekalian. Subhanallah sekali.”

Atau :

Trainer : “Apa kabar semua?”

Peserta : “baik”

Trainer : “Wah, saya ngga mau kalo jawabannya baik. Setiap saya nanya ‘apa kabar?’ jawabannya harus ‘Fantastis, luar biasa!’ ”

Trainer : “Apa kabar semua?”

Peserta : “Fantastis, Luar biasa” (dengan muka malas)

Nah, gue adalah termasuk kedalam orang-orang bermuka malas itu.

I don’t buy that shit!

Tapi emang dasar gue orangnya murahan, kemalasan itu biasanya ga terlalu lama. hahaha

Setengah jam kemudian gue akan berubah sikap menjadi..

Trainer : “Coba tunjuk teman terdekatnya!”

Gue “ (langsung menunjuk semua orang dengan membabi buta. Paling semangat!”

Intinya apa?

Keliatan banget kalo trainer-trainer seminar ini adalah orang-orang yang sudah sedemikian terlatih untuk memberikan aura positif dan membangkitkan orang-orang bermuka datar ini menjadi lebih bersemangat mendengarkan seminar.

Mereka adalah orang yang sharing berdasarkan latihan yang berulang, bukan pengalaman pribadi,

Makanya buat gue, gue adalah orang yang lebih merasa tergerak bukan dengan ‘disuruh’ kamu lakukan ini, lakukan itu.

Tunjukkan itu ke gue, dan gue akan lakukan.

Efeknya, seminar-seminar semacam ini ga bertahan lama di kepala gue.

Begitu keluar dari pintu, semua rasa optimisme yang tertanam langsung keluar.

Karena masih penasaran, malemnya gue browsing dan ga sengaja menemukan video ini di youtube. Salah satu video motivator yang membuat gue terdiam sejenak.

Sengaja gue share disini, karena si motivator ini ngga hanya cuma bisa ‘memerintahkan’ tapi juga bisa ‘mencontohkan’

Besarkan volume nya, dan luangkan waktu sejenak untuk menonton video ini.

Dan ternyata, kita belum cukup bersyukur.