Hari ini 10 tahun yang lalu.

Sebut saja mereka Rama dan Tika, dua sejoli SMA di kota langsa, sebuah kota kecil di kabupaten Aceh Timur. Keduanya pasangan serasi menurut gue, yang satu tampan dan yang wanita cantik luar biasa.

Mereka bertemu semasa SMA dan keduanya jatuh cinta. Waktu itu Rama kelas 3 dan tika kelas 1 waktu itu.Yah, seperti layaknya remaja yang sedang menikmati masa muda, mereka kemudian memutuskan untuk pacaran. Pasangan yang serasi dan cukup banyak membuat remaja lainnya iri.

Mereka saling melengkapi, ibarat dua buah huruf C yang saling bertemu, dan kemudian bersatu membentuk sebuah lingkaran sempurna. Masa-masa SMA berjalan sangat indah untuk keduanya.

Hari ini 9 tahun yang lalu,

Rama telah menamatkan sekolahnya di SMA,

Bagi sebagian besar anak muda Aceh, ngga banyak pilihan yang bisa diambil selepas lulus SMA. Melanjutkan kuliah di Ibukota propinsi adalah pilihan utama.

Yang pertama dikarenakan kualitas perguruan tinggi di kabupaten yang seadanya. Jadi, melanjutkan ke perguruan tinggi negeri atau bahkan swasta di banda aceh menjadi pilihan utama. Dan inilah pilihan yang diambil rama, untuk melanjutkan kuliahnya ke Banda Aceh,

Mereka berdua memutuskan untuk tetap menjalani kisah asmara mereka meskipun kini tidak lagi berada dalam kota yang sama. Pacaran jarak jauh.

Atau bahasa abege nya sekarang, long distance relationship.

Hari ini 9 tahun yang lalu,

Hari-hari pertama rama masuk ke kampusnya. Seperti biasanya mahasiswa baru, kegiatan ospek, dan padatnya jadwal kuliah membuat Rama cenderung lupa dengan Tika.

Komunikasi yang awalnya lancar, mulai tersendat. Cerita-cerita yang awalnya mengalir lancar, mulai jarang terdengar.

Perhatian-perhatian yang awalnya tercurah rutin, mulai menghilang.

Jarak mulai memisahkan mereka.

Dan dengan dianugerahi wajah yang terpahat rapi, dan kepribadian yang lembut dan menyenangkan. Rama digandrungi oleh banyak wanita. Perhatian yang mulanya tercurah dari Tika, mulai didapat dari gadis-gadis lainnya.

Dan rama pun memulai petualangan cintanya.

Eka, siska, santi, windy, dan banyak gadis lainnya mulai dipacarinya.

Kalo menurut gue, juara! Dalam seminggu dia bisa mengencani beberapa wanita berbeda.

Ya, mungkin bagi kalian para wanita, cowo ganteng itu cuma 2, kalo ga homo ya bajingan.

Nah, mungkin rama bisa kalian kategorikan sebagai yang kedua.

Meskipun dia masi pacaran dengan tika,ngga membuat rama berhenti dalam hal asmara. Setiap malam dering telepon tidak berhenti (waktu itu belom jamannya handphone). Tapi diujung kota sebelah sana, tanpa tau dirinya telah dikhianati, tika mengharapkan satu hal dari Rama. Setia.

Hari ini delapan tahun yang lalu.

Hari ini, rama ditangkap pihak kepolisian. Dituduh atas kepemilikan senjata illegal. Sebuah pistol ditemukan didalam kamarnya rama. Ya, Rama diduga bergabung dengan anggota gerakan separatis di aceh.

Akibatnya, kuliahnya terhenti. Gadis-gadis mulai menjauhinya. Seperti istana pasir yang terkikis air laut, kehidupan Rama yang awalnya tampak sempurna, mulai hancur perlahan-lahan.

Di penjara, Rama dipukul, disiksa, dibangunkan tengah malam di hari kemerdekaan hanya untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Lama ga gue denger, ternyata hubungan cinta Rama-Tika sudah berakhir. Tika merasa sakit dikhianati Rama. Ayah Tika yang seorang tentara, yang mungkin tidak bisa menerima anak gadisnya berhubungan dengan salah satu anggota gerakan separatis, semakin memperkeruh suasana.

Dan akhirnya, mereka menyerah.  Mungkin Tika lelah menunggu dan dikhianati, gue ga tau pasti.

Hari ini tujuh tahun yang lalu,

Rama keluar dari penjara, setelah satu tahun ‘sekolah’ rama pulang ke kampungnya. Tidak lagi tinggal dan melanjutkan kuliah  di Banda Aceh, ga tau kenapa. Tapi menurut gue, karena tidak ada satupun kampus yang mau menerima mantan narapidana seperti Rama.

Rama pulang ke Langsa, kota tempat dia bertemu Tika. Disana, dia bertemu kembali Tika yang waktu itu sedang menjalani semester akhir di pendidikan dokternya.

Hari ini sepuluh menit yang lalu.

Gue menerima sms dari Rama, dia cerita bagaimana bahagianya hidupnya. Kini Rama hidup bahagia bersama keluarga kecilnya. Memulai bekerja, dan sekaligus membesarkan kedua putranya.

Sepulangnya dari Banda Aceh, tidak lama kemudian rama memustuskan untuk menikah, kalo bahasa roman picisannya, mempersunting gadis di kotanya. Gadis cantik yang dulu pernah Rama khianati. Nama gadis itu Tika.

Ya, Tika telah menjadi ibu dari anak-anaknya.

Cinta SMA yang dulu ada kini tetap membara. Bedanya, sekarang mereka tidak lagi SMA. Sepulangnya Rama, mereka kembali bertemu dan kembali jatuh cinta.

Rama juga bercerita bagaimana Tika sangat susah melupakan dirinya,

Bahkan nama jalan alamat kosan tika dulu bernama rama setia, membuatnya semakin susah melupakan Rama. Every single part of her life reminds her about Rama.

Rama mungkin menyadari, sejauh apa dia berpetualang, selalu ada Tika disana yang menunggunya, menghapus lelahnya, menyambutnya dengan tawa.

Mungkin, setiap pria itu ibarat pelaut, yang selalu berpetualang dari satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain.

Tapi yang gue yakin, pasti ada sebuah pantai kecil berpasir putih, yang menjadi tempat terakhir pelaut tadi membangun sebuah pondok kecil dan tidak pernah pergi lagi.

Selamanya.

Dan buat Rama, pantai itu bernama Tika.

Kini, mereka berdua hidup bersama, membina keluarga kecil disana.

Dan membaca sms Rama, gue berpikir, semua ternyata ada jalannya. Setiap kisah mempunyai jalannya masing-masing.

No matter how far you went through, no matter how hard you cry, no matter how much pain you feel now, there always be a happy ending for all of us. That sets it apart is how long we are gonna take our own road..

Dan lagi, gue disini cuma sebagai penonton kisah-kisah cinta yang agak tidak biasa. Cerita-cerita yang bisa gue bagi ke kalian semua.

Tapi bedanya, kisah Rama dan Tika kali ini, berujung bahagia.

Ternyata, happy ending memang ada.

happily ever after

PS : Analogi-analogi yang banyak gue tulis disini, gue ambil dari sebuah novel, yang maaf sekali, gue lupa judulnya..