Ini adalah ke sekian kalinya gue menonton stand-up comedy dalam setahun belakangan. Biasanya, gue nonton di sebuah café atau gedung pertunjukan di Jakarta, tapi kali ini sedikit berbeda.

Provocative Proactive Stand Up Comedy 2 (dari sini gue singkat jadi #PPStandup2) dikemas secara unik dan mewah. Berlokasi di Soehanna Hall, Energy Building di kawasan SCBD, #PPStandup2 adalah penyelenggaraan stand-up comedy show yang paling baik yang pernah gue datangi sejauh ini.

Tiket masuk berupa gelang. Tulisannya : “Protes karena tidak ada progress”

 

Mungkin berkat adanya sponsor dari Transparency International, penyelenggaraan acara ini terbilang sukses. Auditorium yang nyaman, pertunjukan selama 3 jam dengan total 8 comic yang tampil (termasuk Panji), harga tiket sebesar Rp100,000 terbayar tuntas. Benar-benar value for money.

Berbeda dengan stand-up comedy pada umumnya, sepertinya ada misi khusus yang ingin dibawa oleh #PPStandup2 kali ini. Misi terhadap kesadaran anti korupsi dan tentang hal-hal yang terjadi di Indonesia yang dikemas dalam kritik-kritik berbungkus komedi.

Beberapa bit yang dilemparkan oleh para comic, dalam bentuk hubungan asmara, isu-isu sosial, agama serta kasus-kasus politik sempat membuat gue berpikir “shit, bener juga ya?!”

Acara dibuka oleh pemutaran video dokumenter tentang anak-anak SMA 3 Solo yang melawan tindakan korupsi yang dilakukan oleh oknum guru dan petugas sekolahnya. Video ini menunjukkan tindakan-tindakan perlawanan para siswa terhadap oknum guru yang korup meski dapat ancaman akan dikeluarkan dari sekolah. Mulai dari demo hingga pembahasan anggaran sekolah yang tidak masuk akal.

Video ini benar-benar membuat bulu kuduk merinding, melihat anak-anak SMA berusaha melakukan sesuatu yang benar di sebuah lingkungan yang menganggap korupsi adalah hal yang lazim. Kalian bisa menonton videonya disini.

Setelah pemutaran video selesai, Pandji Pragiwaksono (yang kali ini bertugas sebagai MC) naik ke atas panggung dan menjadi pembuka dimulainya acara ini secara resmi.

Bit-bit Pandji tentang intel yang disajikan dengan mimik muka yang ngeselin, benar-benar bisa membuat orang tertawa. Gue sempat kasihan dengan orang-orang yang duduk di bagian depan karena menjadi korban riffing-nya Pandji.

Oke buat yang belum tau, riffing adalah komunikasi antara comic dan penonton dengan tujuan menggali tawa dari penonton lainnya (dikutip dari blognya @ernestprakasa)

Berikutnya gue akan bahas per comic dari urutan penampilan.

1. Andi Wijaya (@awwe_ )

Awwe benar-benar menjadi pembuka yang paling tepat buat acara ini. Penyampaiannya santai, percaya diri dan bit-bitnya tentang nasip sebagai anak yang tumbuh besar di Bekasi benar-benar lucu.

Bit favorit gue : “Iya, Bekasi emang jauh. Kata temen-temen gue saking jauhnya, Bekasi udah deket ama akhirat. Naik ojek cuma goceng.”

Tanpa diragukan, Awwe menjadi salah satu favorit gue malam itu.

2. Kukuh Adi (@kukuhya)

Seperti biasa, Kukuh tampil dengan muka yang ngeselin dan minta banget ditampol. Permainan mimik muka dan sarkasme menjadi andalan Kukuh malam itu. Tapi sayang sekali, Kukuh terlihat grogi dalam pembawaannya kali ini.

Bagi orang yang pertama kali menonton Kukuh, mungkin akan gak suka dengan penampilannya yang gak stabil. Tapi pengalaman gue menonton Kukuh di We Are Not Alright, tetap menjadikan Kukuh salah satu comic favorit gue.

Bit favorit tentang reporter TV One, percakapan dengan Tuhan dan kebosanan di tempat kerja. : “Kerja itu ngebosenin, saking ngeboseninnya, kegiatan-kegiatan lain menjadi sangat berharga. Sejak kerja gue jadi rajin solat.”

Permainan utama Kukuh adalah mimik muka, jadi susah ngereviewnya secara tulisan.

3. Pangeran Siahaan (@pangeransiahaan)

Tanpa ragu, gue berani menobatkan Pange sebagai comic paling berani malam itu. Penyampaiannya malam itu terlihat jauh lebih santai dari terakhir kali gue menonton Pange.

Bit-bitnya tentang isu-isu politik membuat gue berani menyebutnya sebagai comic paling berani yang pernah gue tonton. Bit-bit tentang Moestopo juga berhasil membuat gue ngakak tanpa henti. Tapi sayang, banyak materi Pange yang sudah sering sekali gue dengar, seperti Rainbow Cake dan jokes tentang Kristen.

But one thing for sure, he’s a one hell of a brilliant comic. And he got balls :D

Bit favorit : “Gue kuliah di Moestopo. Dan buat cewe-cewe di Moestopo, pilihan karirnya udah ketebak. Career path nya udah jelas, kalo gak jadi SPG ya jadi perek.”

4. Insan Nur Akbar (@akbar___ )

Ini adalah pertama kalinya gue menonton Akbar, dan entah kenapa, gue gak terlalu suka dengan cara penyampaiannya. Mungkin ini benar-benar masalah selera sih, toh banyak juga yang ngakak selama Akbar tampil. Highlight dari gue tentang Akbar adalah bagaimana permainan katanya (wordplay) yang sangat pintar, hingga membuat gue geleng-geleng kepala dan bilang dalam hati “shit, kok kepikiran ya?”

Bit favorit : “Ahmad Fathonah itu yang pasti gak akan dapat pahala, tapi setidaknya dia udah dapet paha.”

5. Adriano Qalbi (@adrianoqalbi )

Ahh, ini adalah favorit gue. Kelihaian Adriano membahas hubungan pria dan wanita lagi-lagi membuat gue ngakak. Kritik-kritik sosial yang dilemparkan tentang perkawinan membuat gue tersentak dan berpikir.

Bit favorit? Terlalu banyak dan terlalu panjang, gue bingung mau naro yang mana. Satu kata untuk menyimpulkan penampilannya, cerdas!

6. Sammy (@notaslimboy)

Selain Akbar, inilah pertama kalinya juga gue menonton Sammy. Dan gak butuh waktu lama buat gue untuk menyukai penampilan bang Sammy (yang sempat disangka Sammy Simorangkir oleh sebuah agency).

Karena belum pernah nonton sebelumnya, gue gak pernah tau bit-bit yang dilemparkan Sammy malam itu. Hampir semuanya bisa membuat gue tertawa. Pernikahan, cerita tentang istrinya, Alexis, hingga opininya tentang orang-orang Atheis sukses membuat gue terpingkal-pingkal.

Bit favorit gue tentu saja tentang blowjob Tora Sudiro. Bajingan, gue ampe sakit perut itu ketawanya. Salah satu penampilan yang paling stabil malam itu.

7. Penampilan singkat dari Rindra (@ponakannyaom)

Ketika semua telah selesai, dan gue kirain acaranya sudah berakhir, tiba-tiba terdengar suara adzan (emang, agak absurd sih) dan ternyata masih ada satu penampilan lagi dari Rindra.

Sebelumnya, gue memang sudah mendengar bit-bitnya Rindra yang terkenal dengan ketajamannya dan pasti bikin sakit hati jika didengar oleh orang-orang yang berpikiran sempit.

Dan malam itu Rindra tampil membuktikan rumor itu. Meskipun penampilannya sebentar (yang gue duga sebagai teaser untuk show yang lain), Rindra tampil tajam dengan bit-bit tentang agama.

Favorit gue bit tentang solat : “Gue lagi rajin sholat. Kalo solat wajib ada lima kali, gue kadang enam kali. Yang lima wajib, yang satu tip buat malaikat.”

Ngehe!

 

Sebagai kesimpulan, gue menganggap #PPStandup2 bukan hanya acara biasa, tapi juga sebagai pembawa pesan. Pesan-pesan yang mungkin terlalu tajam untuk disajikan di media massa pada umumnya.

Pesan dan kritik sosial yang dilemparkan dalam bentuk lelucon tapi sekaligus bisa membuat kita berpikir. Bahwa kadang, hal-hal yang selama ini luput dari pemberitaan bukan berarti terlupakan.

Acara-acara semacam ini seolah menyadarkan bahwa kita hidup di dunia yang penuh dengan masalah. Dan saat ini, cara untuk menyadarkannya adalah dengan tertawa. Bukan menertawakan orang lain, tapi menertawakan diri sendiri. Berharap setelah itu kita bisa sadar dan tergerak untuk melakukan sebuah perubahan.

Karena kadang, kesadaran itu muncul setelah kita bisa dengan lega menertawakan diri sendiri.

Jadi, kalau ada #PPStandup3 tahun depan, gue pasti akan menontonnya lagi. Gimana dengan kalian?