Gue mulai nulis di blog itu tahun 2005. Berawal dari nulis iseng di blog friendster, mulai nulis cerita sehari-hari ampe sekarang punya domain pribadi.

Sudah hampir 7 tahun sejak pertama kali nyampah lewat tulisan. Sedangkan umur domain romeogadungan.com ini sendiri sudah 2 tahun, dengan tulisan pertama gue itu yang ini.

Dan beberapa hari yang lalu, gue iseng men-search “romeogadungan.com” di twitter. (ya, gue penulis yang narsis) Hasilnya, ada beberapa orang yang membagikan tulisan-tulisan gue sebelumnya kepada para follower-follower mereka. Beberapa diantaranya ngetweet tentang tulisan-tulisan pertama gue dimasa blog ini baru dibuat.

Dan gue baru menyadari betapa sudah berubahnya tulisan gue saat ini dibandingkan dengan tulisan waktu gue masih lucu-lucunya.

Waktu itu, tulisan gue 80% mirip tulisan raditya dika. Karena waktu itu, buku-buku dan tulisan-tulisan dialah yang membuat gue mulai menulis. Agak malu sih kalo bacanya sekarang. Bener-bener amatir dan copycat. Mulai dari jokes nya hingga beberapa kata-katanya.

Tapi ngga ada yang salah dengan hal itu, itulah yang gue sebut sebagai “plagiatisme secara tidak sadar”.

Proses peniruan secara tidak sadar yang disebabkan oleh alam bawah sadar gue cuma tau satu macam tulisan. Dan tulisan itu adalah tulisan raditya dika.

Makanya orang bilang bahwa “the highest form of flattery is imitation”.

Dulu sih nulis cuma buat lucu-lucuan, bagaiman gue nyimpen kenangan tolol gue menjadi satu cerita semacam Tragedi Punten atau jadi pemimpin upacara waktu SD.

Tapi makin kesini, mungkin seiring dengan bertambahnya usia, gue jadi semakin sering nulis serius. Cerita-cerita cinta atau pemikiran-pemikiran nyentrik gue semacam, Nindya Kirana, Gita Cinta SMA atau Dear Ladies. Untung masih banyak yang suka. Inget ya, ini baca blog, bukan naik haji. Jadi kalo ga suka, penulisnya jangan dijumroh.

Tapi itu lah uniknya blog. Di blog yang dijual adalah pandangan subjektif penulisnya. Kesubjektifan itulah yang membuat blog unik. Blogger bisa memberitakan sesuatu dari sudut pandangnya sendiri tanpa harus bersikap netral seperti media massa.

Makin kesini tulisan gue makin membentuk warnanya sendiri.

Belajar tentang set up dan punchline, membuat gue bisa menulis joke-joke gue sendiri tanpa harus meniru tulisan siapapun.

Sebenarnya gue mencoba menghibur para pembaca blog ini sih. Itu tujuannya. Dengan cara selalu menyisipkan humor didalam cerita gue. Tapi tidak lupa membuat kita berpikir diujung cerita ketika ceritanya selesai dibaca.

Ngga hanya tolol-tololan aja. Tapi juga mengajak berpikir. Itu yang pengen gue sampaikan. Entah pesan itu nyampe ke pembaca gue atau ngga.

Dan semoga kalian yang baca ngga bosan ya?

Dan gue pengen, suatu saat nanti, draft buku yang selama ini cuma tersimpan manis didalam suatu folder di pc gue, bisa gue kirim ke penerbit dan dijadiin buku.

Gue menyadari kalo belakangan ini gue malah makin jarang update blog. Traffic pun terjun bebas. Makanya, bantuin sharing ke temen-temennya dong. #BanciTraffic

Alasah gue pun beragam. Mulai dari ga ada waktu, atau ga ada ide. Blank aja gitu. Dan biasanya, ide-ide tulisan gue itu munculnya di tengah malam sebelum tidur. Ide yang terkadang muncul dari kegiatan mengkhayal jorok yang gue lakukan. haha. Terkadang malah gue punya banyak sekali ide, tapi terlalu cape untuk menulis. Gue tau, ini bukan masalah kalian para pembaca.

Karena pembaca mau, setiap mereka buka blog ini, harus selalu ada tulisan baru. Writer’s block itu urusan si penulis.

Gue pun mulai mengusahakan untuk menulis lebih rutin. Try to squeeze the juice from my head. hehe

Meanwhile, don’t you give up on me okay?

Sincerely yours,

Penulis setengah matang.