Beberapa waktu belakangan, gue sedang giat-giatnya belajar berenang.

Bukan mencoba menjadi pria metroseksual atau berniat gantiin Richard Sambera, tapi gue cuma memanfaatkan fasilitas gym gratis dari kantor.

Malu euy, udah tua ga bisa berenang.

Alhasil, minimal seminggu 2 kali, gue belajar berenang di kolam renang kantor.

Biasanya gue berenang di sore hari, tapi kalo lagi ngga males dan kebetulan bisa bangun, pagi hari sebelum ngantor gue sempet-sempetin (belajar) berenang.

Ibarat kata pepatah, kalau ada gym di kantor, boleh kita menumpang mandi.

Gue sering banget numpang mandi di kantor.

Gue datang ke gym kantor dengan modal kancut doang. Tinggal bawa baju kerja, tas kantor, gue tinggal cabut ke kantor. Meskipun kadang mata masih belekan dan rambut mekar kayak singa.

Bodo amat lah.

Lari dan berenang bentar, trus numpang mandi.

Karena gue berangkatnya pagi banget, terkadang gue lupa buat bawa sabun dan shampoo sendiri.

Biasanya gara-gara masih setengah sadar pas berangkat dari kosan. Jadi gue ga inget mau masukin apa aja kedalam tas.

Tapi tenang, gym ini juga telah menyediakannya. Shampoo dan sabun cari telah terbaring manja siap untuk digunakan.

Tapi yang menjadi masalahnya adalah, tempat shampoo dan sabun di kantor itu seperti ini.

Tempat sabun

yang mana shampoo, yang mana sabun?

Ngga jelas yang mana shampoo yang mana sabun.

Awalnya gue ngga terlalu bermasalah dengan hal ini.

Sama aja, begitu kata gue waktu itu.

Bodo amat. Yang penting berbusa!

Campur aja semua.

Hingga… beberapa hari terakhir rambut gue mulai rontok.

Awalnya sempat bingung apakah gue telah mengalami kebotakan usia dini?

Atau rambut gue lagi ganti kulit? Atau memang mereka lagi mogok bersama-sama karena jarang dishampoo-in?

Ternyata setelah gue inget-inget, mungkin salah pemakaian shampoo dan sabun ini lah penyebabnya.

Sabun badan gue gosok ke kulit kepala hingga kandas gini.

Gue takut, 1-2 tahun lagi kepala gue akan seperti lampu taman rusak. Plontos.

Hal ini tentu saja berbanding terbalik dengan kondisi bulu tangan gue. Bulu tangan gue kini lembut dan tidak bercabang. Indah bercahaya.

Bulu-bulu tangan itu kini jatuh secara cantik dan teratur rapi di lengan gue.

Tanpa ketombe tentu saja.

Kalau saja nanti ada iklan Pantene khusus buat bulu tangan, mungkin gue bisa ikutan.

Dan kini kalo saja ada yang menyadari perubahan bulu tangan gue. Gue cukup bilang.

“Cuma pakai shampoo kok”

Jadi duta shampoo lain? Tentu tidak.

 

 

Ndasmu!!