Traveloveing 2 adalah novel pertama (dan semoga bukan yang terakhir) yang berhasil gue tulis. Novel hasil karya gue dengan Roy, Diar dan Sasha ini terbit di bulan Oktober 2013.

Buat gue, “menerbitkan sebuah buku” adalah salah satu pencapaian terbesar dalam hidup gue setelah “bisa make celana sendiri”. Satu-satunya buku yang pernah gue terbitkan selain novel Traveloveing 2 ini adalah skripsi gue yang mungkin sekarang sudah berdebu tersimpan di perpustakaan kampus.

Karena proses penulisannya yang cukup lama hingga akhirnya novel ini terbit (saking lamanya gue bisa pdkt, jadian, berantem, putus ampe move on), gue lega luar biasa.

Lega yang gue rasakan mungkin kayak lega yang dirasakan ketika kita akhirnya bisa buang air setelah lama kurang serat.

Setelah lega, muncul satu perasaan selanjutnya. Maruk. Mungkin ini yang dirasakan semua penulis baru. Over excited. Gue terlalu bersemangat untuk mempromosikan buku gue, ampe si Roy bilang : “yang bisa mengimbangi selebtwit promo buku adalah penulis baru”

Bodo amat! Muahahahaha. *ketawa zalim*

Yang penting tulisan gue dibaca orang. Dan ternyata maruknya gue ini diimbangi oleh temen-temen kantor gue. Kami maruk berjamaah dengan gue bertindak sebagai imamnya.

“Ta, lo bikin talkshow atau launching novel gitu dong! Jadi nanti gue bisa dateng dan ngePath ‘lagi di launching buku temen gue’ gitu..”

“……..” ternyata selama ini gue salah pilih teman.

Setelah cukup lama, akhirnya gue bisa tenang dan mulai menganalisa tahapan-tahapan lebaynya seorang penulis pemula ke dalam beberapa tahap.

1. Retweet pujian.

Ini adalah tahapan pertama yang masih bisa dimaklumi. Gue rajin ngeretweet pujian yang masuk ke akun twitter gue. Tujuannya murni sebagai teaser buat follower yang lain yang belum membaca agar tertarik untuk ikutan membeli. Maklum dana promo terbatas.

Ini masih mending, kalau follower gue banyak kayak zarry. Tentu twit gue akan berubah menjadi :

“Ada gak sih bidadari yang suka baca novel?”

“Mana bidadari yang udah beli novel gue?”

“Coba twitpic bidadari yang bisa baca novel sambil sikap lilin?”

Jadi, buat kalian yang udah baca novel gue, silakan mention gue di twitter biar gue retweet. Oke sip.

2. Norak di toko buku.

Waktu pertama kali ngeliat buku gue tergeletak manis di Gramedia, idung gue kembang kempis, dada gue berdebar, bawaannya pengen langsung nimba aer. Kenapa nimba? Entahlah, gue juga kurang tau. Pokoknya pengen aja.

Gue pun berpura-pura sebagai seorang pembaca toko buku pada umumnya dan sengaja mengambil buku gue sambil ngomong dengan suara keras “Hahahaha, lucu nih! Cocok buat bidadari yang mau twitpic baca novel sambil sikap lilin”

Norak tu demeks

 

3. Overly attached writers.

Kerja bawa novel, tidur bawa novel, makan ama novel. Pokoknya gak bisa lepas.

Overly attached writer..

 

Buat akhirnya yang penasaran, novel gue berjudul Traveloveing 2, bisa dicari di Gramedia atau beli online disini atau disini. Penasaran bukunya kayak gimana? Baca dulu dong wawancara dengan penulisnya di sini.

Ayo mari kita giatkan Gerakan Bidadari Baca Novel Sambil Sikap Lilin..

 

PS : Strip comic di postingan ini sumbangan si ontakeriput.com. Gue suka ngakak baca komik-komik buatannya. Liat deh!