Okay, ini bukan promosi film drew Barrymore, cuma satu hal yang kepikiran buat gue.

Belakangan ini gue menyadari sebuah fakta unik,

Kita semua tau ada dua kombinasi maut dalam menentukan enak atau tidaknya sebuah lagu. Musik dan lirik. Kombinasi ini ibarat pria dan wanita. Yang dalam film hollywood nya diperankan oleh Hugh Grant (music) dan Drew Barrymore (Lyrics). Ini film cewek sih, tapi gue tonton juga karena ga ada kerjaan.

Dan entah kenapa, gue menyadari kalo gue adalah Drew Barrymore. Bukan, bukan berarti gue udah berambut pirang dan mulai tumbuh tete, tapi gue menyadari kalo gue lebih suka lirik. Lirik menjadi penentuan pertama gue terhadap enak atau ngga nya suatu lagu. Sama seperti film dan makanan, selera musik adalah suatu hal yang relatif.

Bagi beberapa orang, selama musiknya enak, ngga ada lirik pun ga masalah.

Tapi mungkin karena gue penulis, dan merupakan orang yang sering bermain kata-kata, gue selalu menyukai lirik lagu terlebih dahulu baru menyukai lagunya. Dan gue selalu terpukau dengan kemampuan orang-orang yang bisa menciptakan lirik-lirik luar biasa dari sebuah lagu.

Sebagai contoh, ada satu penggalan lirik lagu ‘Tempat Terakhir’ nya Padi yang paling gue suka.

“Kau bagai angin dibawah sayapku, sendiri aku tak bisa seimbang. Apa jadinya bila, kau tak disisi”

Bandingkan dengan lirik lagu Olga Syahputra “Hancur Hatiku”

“Hancur hancur hancur hatiiku…hancur hancur hancur hatikuu…hancur hancur hancur hatikuu…hancur hancur… *ulang terus ampe kiamat*

Dan lagu-lagu lama, cenderung memiliki lirik lagu yang lebih bagus dari lagu-lagu yang baru muncul.

“Beri sedikit waktu, biar cinta datang karena telah terbiasa”

Bandingkan dengan lirik lagu Kangen Band berikut.

“Kamu dimana? dengan siapa? Semalam berbuat apa?”

Ini lagu kepo banget. Ini pacar atau hansip sih? Nanya mulu.

Makanya, menurut gue, lirik lagu lama  lebih bagus dari lagu sekarang. Lirik lagu lama lebih penuh majas, diksi, perumpamaan dan perandai-andaian. Lebih abadi dan tahan lama. Maksud yang dituangkan lebih tersirat, tidak tersurat. Yang pada ujungnya, lebih romantis.

Memang ada beberapa lagu baru yang liriknya bagus.

Contohnya lagu “Pedih” dari Last Child seperti ini :

“Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti. Anggaplah semua ini. Satu langkah dewasakan diri. Dan tak terpungkiri.  Juga bagi…”

Tapi kembali lagi, semua masalah selera.

Jadi, menurut gue, sebuah lagu akan bagus jika liriknya dalam.

Kalau kalian, suka lirik atau musik?