Orang sering bilang kalau jatuh cinta membuat kita menjadi dongo.

Otak mendadak tidak bisa berfungsi. Lumpuh diambil alih oleh feromon dan ilusi. Dan buat gue pribadi, gue bisa bertindak aneh di luar batas kewajaran. Melamun kalo kangen, senyum-senyum sendiri kalo kepikiran, makan kalo laper.

Pokoknya aneh.

Dan buat kaum pria, yang sudah semacam menjadi kodratnya untuk mengejar wanita, frekuensi bertindak aneh ini mungkin lebih sering muncul daripada kaum hawa.

Kadang tindakan-tindakan yang dilakukan itu bikin geleng-geleng kepala. Yang ketika dalam kondisi normal, dan lo kembali merefleksikan tindakan itu, lo bakal ngerasa aneh. Lo akan berdiri dibawah pancuran sambil mikir :

“Dulu ngapain gue kayak gitu ya?”

“Kok gue dulu bego banget ya? Ya ampuuun”

“Bando? Ya ampuuun!”

Atau jika hal itu dilakukan oleh orang lain, itu bakal membuat lo mikir “Serius lo bikin kayak gitu? Bando? Ya ampuuun!”

Love will switch your brain off man! Hati ama otak itu emang jarang bisa kerjasama.

Always fighting

Always fighting

 

Karena gue orangnya baik hati dan suka buka aib sendiri dan orang lain, gue bakal bagi disini beberapa hal ajaib yang pernah gue lakukan atau yang pernah teman gue lakukan atas nama cinta :

Things you do for love.

1. Jadi CPS (Certified Professional Stalker).

Kayaknya ini hal yang paling lazim orang lakukan ketika naksir seseorang. Mencari tau tentang orang tersebut. Semua informasi digali sebanyak mungkin. Hal ini bisa dilakukan melalui temannya, saudaranya atau bahkan social media seperti Facebook atau Twitter.

Tapi tahun 90an belum ada facebook atau twitter. Waktu gue SD, social media masih berbentuk buku diary dengan kertas warna warni.

Dan setiap pulang sekolah, ada seorang cewek cantik yang berjalan pulang melewati depan rumah gue. Dan karena gue sangat cupu untuk sekedar mengajak ngobrol atau kenalan (ya maklumlah, masih SD gitu), gue cuma bisa nungguin dia di depan rumah setiap hari. Iya, setiap hari.

Jam pulang sekolah adalah waktu yang selalu gue tunggu. Ketika tiba di rumah, gue langsung bergegas mengganti baju, dilanjutkan dengan makan siang, lalu duduk menunggunya lewat di depan rumah. Melihatnya hanya beberapa detik sudah cukup untuk memperindah hari gue.

Sekali waktu, ketika gue sudah menunggunya dan dia tidak kunjung lewat, gue mulai gelisah.

Setelah menunggu cukup lama, gue akhirnya nekat. Gue berjalan menyusuri jalan pulangnya. Tanpa pernah tau namanya, asal sekolahnya, dimana rumahnya, gue hanya berjalan menyusuri kompleks perumahan yang gue kira adalah daerah rumahnya.

Berharap gue bisa berpapasan dengannya dan melihat mukanya dan mengembalikan semangat hidup gue hari itu. Tapi hal itu tidak terjadi, hanya lelah yang gue dapatkan. Dan tatapan tajam dari satpam yang mengira gue adalah pemulung yang mencari bando.

Hah? Bando? Ya ampuuuun!

2. Try to love the music that you even hate.

Selera musik gue sangat mainstream. Gak jauh-jauh dari lagu-lagu top 40 yang sering di putar di radio. Gue gak bisa menyukai musik-musik indie yang tidak ramah di kuping gue. Dan demi mengejar perempuan, hal itu ‘rela’ gue ubah.

“Eh, kamu tau lagu ini?”

“Engga.”

“Cobain dengerin deh. Lagunya enak banget. I’m totally addicted into it!

“Oia? Yauda, ntar aku dengerin”

Besoknya, gue buka iTunes dan mencoba untuk mencari lagu yang disebutkan. Penyanyinya gue gak kenal (yaiyalah! Siapa elo? Bando? Ya Ampuun..). Judul lagunya gue gak tau, dan musiknya sama sekali gak nyaman di telinga gue.

“Oh, mungkin ini karena baru sekali gue denger.” ujar gue dalam hati.

Gue putar ulang sekali lagi. Lalu sekali lagi. Lalu sekali lagi hingga kuping gue berdarah dan mulut gue keluar busa. Dan sampai akhirnya gue bilang ke diri gue sendiri. This is not my kind of music.

“Jadi, udah dengerin lagu ini belum?” tanya perempuan itu beberapa waktu kemudian.

“Iya, udah. Enak ya?”

Pathetic. I know.

3. Jarak yang bukan menjadi masalah.

Banyak orang yang menganggap jarak bukan masalah. Katanya itu adalah bentuk pengorbanan. Berapapun jauhnya, kalau udah naksir bakalan tetap diperjuangkan. Itulah sebabnya muncul istilah “Cintaku berat di ongkos”

Pengorbanan

Pengorbanan

 

Hal yang sama yang dilakukan oleh teman baik gue. Dia rela menempuh perjalanan Jakarta Bandung untuk menemui wanita yang dia sukai. Masalahnya, wanita itu adalah pacar orang lain.

 

 

Jadi, kalian juga pernah bertingkah bodoh juga? Share di bagian komen dong :)