Pernah ga kalian melakukan sesuatu yang cuma berawal dari spontanitas semata.

Kalau pernah, gue sekarang juga berada dalam posisi itu.

Semuanya berawal dari setahun yang lalu. Dimana gue bersama temen gue si Anti lagi ngaudit di salah satu klien gue yang pernah gue ceritain disini.

Disatu siang, dimana gue dan anti tengah dilanda kebosanan dalam bekerja dan memutuskan untuk browsing sejenak, gue menemukan link ke maskapai tetangga yang lagi promo gila-gilaan untuk masa terbang April 2011. Which is setahun lagi.

Melihat harga promo yang bikin tukang becak pengen nabung buat ngebeli itu tiket, gue langsung berniat untuk traveling.

Dengan birahi tinggi, gue langsung melihat-lihat jalur-jalur mana yang paling murah meriah.

Ibarat Syaiful Jamil ketemu kamera, gue langsung bersemangat untuk jalan-jalan. Muncullah niat untuk backpacker-an ( baca : liburan ala gembel) di otak gue.

Maka dengan spontanitas yang luar biasa, gue menghubungi semua orang yang gue tau untuk diajak traveling. Dari sekian banyak yang gue aja, hanya ada beberapa yang merespon.

Terkumpulah 4 orang yang mau diajak jalan-jalan setahun lagi.

  1. Anti, temen kerja gue, seorang auditor pecinta kucing yang kini kerja di KAP tetangga.
  2. Putu, temen kuliah gue, auditor juga yang kerja di KAP tetangga, tapi beda ama Anti.
  3. Opi,  temen SMA gue, engineer yang lagi bikin MRT di ibukota. Jomblo akut.
  4. Blogger ganteng.

Mereka ga ada yang kenal satu sama lain. Semuanya disatukan oleh gue dan keinginan untuk traveling. Itu saja.


Dan semuanya mengiyakan ajakan gue. Entah karena semuanya berpikir,  ‘Yah, masi setahun lagi ini’ atau karena rayuan maut gue, gue juga ga tau pasti.

Maka dengan berbekal kartu kredit pinjaman,  gue dan teman teman gue berhasil membooking sekitar 6x penerbangan super murah pulang pergi untuk keliling ASEAN.

Ngga semua sih, cuma 4 negara aja. Kita mengeliminasi beberapa negara, karena alasan berikut :

  1. Myanmar, image negara yang belum kondusif menghalangi niat kita untuk dateng ke negara ini.
  2. Filipina, jauh karena udah ga sedaratan dan harus nyebrang lautan dari sebagian negara yang ingin kita kunjungi.
  3. Laos, we don’t know anything about this country.
  4. Kamboja, ini negara atau bunga?
  5. Brunei, baca poin 2.
  6. Timor Leste, ada apa disana selain Raul Lemos?

Setelah selesai booking, pertanyaan paling besar muncul.

Duit buat kesananya dari mana? Hahaha

Wong gaji aja pas-pasan.

Tapi kita berempat bersepakat untuk mulai nabung. Menyisihkan rupiah demi rupiah agar rencana ini bisa terlaksana.

Menyisihkan jatah cuti, demi liburan ini.

Tapi sayangnya, karena alasan pekerjaan, Anti tidak bisa bergabung dari awal perjalanan. Dia hanya akan bergabung di negara terakhir yang akan kita kunjungi.

Kita udah pernah kopi darat beberapa kali untuk merencanakan nginap dimana dan mau kemana aja.

Biar ga buta-buta banget gitu mau mengunjungi apa saja selama disana.

Tapi setiap kopi darat selalu berakhir ngalor ngidul ngga jelas. Hahaha..

Minim persiapan!

Waktu pun berlalu dan hari ini adalah hari kita berangkat.

Masing-masing dari kita menyiapkan keperluannya sendiri-sendiri.  Beberapa hotel (atau lebih tepatnya hostel) sudah dibooking demi mencegah kebingungan di negara2 tertentu.

Sisanya, kita cari disana.

Namanya juga backpacker! (alibi absolut, padahal ga mau repot.hehe)

Buat gue pribadi, ini adalah langkah pertama gue untuk mewujudkan impian keliling dunia.

Gue excited sekaligus cemas. Gembira sekalian bingung. Senang sekaligus khawatir.

Dan kini, dengan modal pas-pasan,

Setahun persiapan,

4 negara,

10 hari,

Let the journey begin!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The World is a book, and those who do not travel read only a page.  ~St. Augustine