Beberapa hari yang lalu, gue dapet 2 invitation ke acara HUT Kick Andy yang ke-6. Dapat kesempatan langsung untuk menonton secara live di Grand Studio Metro TV. Terima kasih untuk bapak Yasser Arafat yang dengan kemurahan hatinya telah memberikan invitation ini secara gratis.

Terima kasih bapak Yasser Arafat atas invitationnya..

Menurut gue, Kick Andy adalah satu dari sangat sedikit acara talkshow berkualitas di Indonesia. Jadi, begitu dapet tawaran buat nonton langsung, gue langsung mengiyakan. Gue berangkat bersama Baki, sesama pecinta gratisan.

Acara dimulai sekitar pukul 16.30 dengan proses registrasi para undangan. Berbekal batik terbaik yang gue miliki, gue menyamar menjadi salah satu undangan, menjadi ‘orang penting’ di acara itu. Numpang eksis. Kali-kali aja disangka anaknya Sandiaga Uno. hehe

Begitu masuk ke lobby Metro TV, udah ada logo Anniversary Kick Andy, berbentuk box besar yang bisa dimasuki oleh para undangan, semacam photobox raksasa gitu. .

Kick Andy Anniversary

Disekeliling, ada beberapa profile Kick Andy Heroes 2012 yang dipajang. Berikut cerita singkat tentang apa yang telah mereka perbuat sehingga bisa masuk nominasi sebagai Kick Andy Heroes 2012.

Di pojokan, ada stand khusus yang menjual pernak pernik Kick Andy. Mulai dari kaos, polo shirt, botol minum, alas buat mouse komputer, botol minum, hingga sticker. Sebagian dari penjualan souvenir ini akan disumbangkan ke Kick Andy Foundation. Disini gue beli 1 kaos dan sebuah poloshirt. Lumayan buat kenang-kenangan.

sayang anak..sayang anak..

 

Kick Andy Foundation

 

"Kick Andy Heroes"

Lumayan..

Sekitar jam setengah 6, acara makan malam pun dimulai. Sebagai anak udik, gue merasa agak aneh makan dengan kondisi orang-orang terkenal hilir mudik didepan gue.

Gue sempet ngeliat Andrea Hirata, Anis Baswedan, Komaruddin Hidayat, dan pengacara senior Adnan Buyung Nasution.

Bukan selebritas biasa, tapi merupakan sekumpulan orang-orang hebat dengan karya-karya membanggakan.

Sekitar jam 7 malam, kami dipersilahkan masuk ke studio untuk persiapan taping episode spesial ulang tahun Kick Andy ini.

Karena gue masuk studio agak telat, gue dapet posisi yang kurang enak. Sebenarnya posisi yang lumayan bagus sih, di tribun barisan pertama sebelah kanan, sebarisan dengan Andrea Hirata yang duduk di tribun barisan kiri yang cuma dipisahkan oleh tangga untuk naik keatas.

Posisi yang kemungkinan masuk TV-nya sangat besar. Hehe.

Dan nyaman untuk menonton, seandainya saja… ngga ada kamera segede bus didepan gue.

Ya, posisi kamera dua tepat didepan gue, yang membuat gue nonton sambil nunduk-nunduk mengikuti gerak kamera, kayak petinju yang menghindari pukulan lawannya.

Berbeda dengan acara Kick Andy yang biasanya, Anniversary Kick Andy ini lebih ke acara penganugerahan Kick Andy Heroes kepada orang-orang yang dianggap pahlawan. Orang-orang yang bergerak dalam diam. Tanpa publikasi dari media atau sorot lampu kamera.

Ditengah derasnya terpaan berita negatif dari media-media lain, Kick Andy tetap konsisten dalam menyebarkan harapan. Harapan dalam bentuk pemberitaan orang-orang yang sangat inspiratif. Menjaga kita tetap optimis dan percaya kalau memang masih banyak manusia yang baik di Indonesia.

Orang-orang ini di kumpulkan oleh tim Kick Andy, dinilai dan disaring sehingga mendapatkan gelar Kick Andy Heroes 2012.

Ada tujuh orang yang akhirnya mendapat gelar Kick Andy Heroes 2012.

 

1. Chanee Brule (32 Tahun)

Berawal dari ketertarikannya pada hewan primata sejak  berumur 12 tahun, Chanee, seorang warga Perancis, akhirnya menjadi s eorang  penyelamat satwa liar di Kalimantan palangkaraya. Ia juga mendirikan Yayasan  Kalaweit Gibbon dan Program Konservasi Siamang Primata Langka serta mendirikan  Radio Gibbon tahun 2003 di Palangkaraya dengan jumlah pendengar sebanyak 15.000  orang.

Chanee memulai speech nya dengan sedikit tawa. Dengan bahasa Indonesia yang sangat lancar di bicara  “Dulu waktu saya pertama tiba di Kalimantan, saya di anggap orang gila. Orang gila monyet. Datang ke Indonesia tanpa tau bahasa dan kebudayaan Indonesia. Waktu itu susah sekali buat saya”

Gue pun cuma terkagum-kagum dengan bule satu ini.

2. Ginan Koesmayadi (31 tahun)

Penderita ODHA yang Mendirikan Komunitas Cemara

Dalam dua tahun terakhir, program sepakbola ini telah berhasil menyatukan lebih dari 300 orang dengan HIV/AIDS, pengguna NAPZA, dan masyarakat umum dari berbagai latar belakang di seluruh wilayah Jawa Barat. Sepakbola telah mengantarkan Ginan dan rekan-rekan lain dalam komunitas Rumah Cemara untuk dapat diterima dengan baik dan sama seperti pemain sepakbola semi-pro lainnya.

Mantan pecandu yang udah tobat, dan mulai membuat sesuatu yang nyata bagi generasi muda Indonesia. Hebat.

3. Irma Suryati (37 Tahun)

Penyandang Cacat Yang Memiliki 2.500 Mitra Kerja & Sukses Berbisnis Pembuatan Keset Dari Kain

Irma Suryati terlahir dalam kondisi sempurna, tanpa cacat. Namun, ketika usianya 4 tahun, baru diketahui bahwa ia terkena penyakit polio. Penyakit polio yang dideritanya ini sempat membuat Irma minder saat ia beranjak dewasa. Namun, itu tak berlangsung lama. Justru karena kondisi kaki itulah yang mendorong Irma melakukan sesuatu yang berarti bagi dirinya dan orang lain.

Awalnya dia cerita, betapa susahnya dia mencari pekerjaan karena kondisi kakinya yang lumpuh. Karena terus menerus ditolak, akhirnya ibu Irma bikin usaha sendiri dan kini hasil karya nya sudah diekspor ke mancanegara

4. Dadang Heriadi (41 tahun)

Mengabdikan Diri Untuk Merawat Orang Gila Di Bawah Yayasan Keris Nangtung

Suatu hari, Dadang yang waktu itu masih menjadi pegawai di Perusahaan Listrik Negara (PLN), melihat  seorang  penyandang sakit  jiwa  yang sedang mengais-ngais  makanan  di tong sampah. Dia mengaku tersentuh dan mengenang  masa  lalunya  yang buruk, sebagai  pemuda  nakal yang  suka  minum-minuman keras. Ia  berpikir andai  tidak berhenti, mabuk-mabukan saat itu

Akhirnya Kang Dadang ini keluar dari pekerjaannya dan mendedikasikan hidupnya mengurusi puluhan orang gila disebuah bekas terminal di Tasikmalaya yang dijadikannya sebuah Yayasan Sosial. Hampir nangis gue waktu ngeliat kondisi yayasan yg didirikan oleh bapak Dadang ini. Kondisi bekas terminal yang kumuh dan tidak layak dijadikan tempat tinggal bagi Pak Dadang, istrinya dan puluhan orang gila yang dirawatnya.

5. Dr. Irina Among Pradja (53 Tahun)

Dokter Yang Beralih Profesi Sebagai Pendidik

Beralih profesi dari dokter menjadi seorang tenaga pengajar, itulah yang menjadi pilihan hidup dokter Irina atau yang lebih akrab disapa Ina. Ia lulus pendidikan dokter tahun 1984, kemudian mengikuti program inpres di Timor-Timur selama 5 tahun. Selesai bertugas, ia kembali ke Jakarta dan bekerja di rumah sakit. Ia menekuni profesinya sebagai dokter sampai berusia 40 tahun.

Sulit sepertinya mencari sosok seperti ini. Seorang dokter yang meninggalkan profesinya, hanya untuk mengajar anak-anak pemulung.

6. Sinta Ridwan (26 Tahun)

Penderita Lupus Yang Melestarikan Aksara Jawa – Kick Andy Young Heroes 2012

Siapa yang akan menyangka jika Sinta, yang setiap kali bertemu dan menyapa banyak orang dengan senyumnya, ternyata seorang penderita penyakit lupus. Penyakit yang hinggga saat ini belum diketahui obatnya. Sinta yang baru menamatkan kuliah S2 di jurusan  Filiologi Universitas Padjajaran ini  menganggap obat yang paling mujarap dari segala penyakit adalah rasa  bahagia.

Ini favorit gue, selain karena cantik, teteh satu ini juga satu almamater ama gue, hehe. Yang bikin gue semakin terpukau adalah kegigihannya dalam meneliti suatu hal yang sudah dianggap tak menarik lagi bagi sebagian besar remaja saat ini. Dan dia melakukannya dalam kondisi sakit, dan siap harus menerima kemungkinan terburuk, kapan saja.

“Ya, saya ga pernah menganggap diri saya sakit. Kalo ketemu orang, ya ketawa-ketawa aja” kata dia ringan.

Yang ntah kenapa, terdengar sangat berat di kuping gue.

7.  Fauzanah (64 Tahun)

Pensiunan Guru yang Terus Mengabdikan Diri Menjadi Guru Matematika – Kick Andy Lifetime Achievement Heroes 2012

Biasanya Puskesmas diperuntukkan bagi orang sakit. Namun bagi Fauzanah, Puskesmas juga dapat digunakan untuk anak-anak yang kesulitan matematika. Siapa  tak  bisa matematika, maka ia sakit, demikian vonisnya. “Mereka kan sakit, jadi harus ke puskesmas agar sehat,” ujarnya. Fauzanah pun kemudian mendirikan puskesmas matematika di Dusun Ngempon Lor.

Ibu ini sudah puluhan tahun mengajar matematika. Dan mendirikan kursus matematika gratis di rumahnya bagi anak-anak yang kurang mampu. Beberapa anak didikan Ibu Fauzanah ini berhasil menembuh olimpiade matematika nasional dan internasional. Di mata gue, Ibu Fauzanah ini adalah contoh nyata kerja sesuai passion.

 

Nonton acara kayak gini membuat gue merasa kerdil. Gue yang diberi kesehatan, kemampuan yang sempurna belum bisa melakukan apapun ke masyarakat disekitar gue. Tapi disisi lain, nonton Kick Andy ini memberikan inspirasi buat gue. Untuk melakukan sesuatu bagi lingkungan sekitar gue. Multiplier effect nya jadi semakin luas kan?

Acara selesai sekitar jam 9 malam. Dan ketika gue keluar gue pengen minta foto bareng ama Andrea Hirata. Kapan lagi bisa foto bareng ama salah satu novelis terbaik Indonesia?

Tapi kayaknya Andrea Hirata tau kalo gue mau minta foto. Dia langsung ngilang gak tau kemana. Takut kalah ganteng kayaknya dia.

Tapi di pintu keluar gue melihat seseorang yang familiar. Sedikit tidak asing dimata gue

Dan inilah dia.

with Ahmad Fuadi

Bagi yang ngga tau, beliau adalah Ahmad Fuadi, pengarang Novel trilogy best seller “Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna,”

Buat gue ketemu Ahmad Fuadi dan Andrea Hirata itu kayak penggemar SM*SH ketemu Morgan. Bedanya gue ngga lagi puber.

Semoga rejeki dan bakat nulisnya menular ya mas Ahmad? Hehe

Terima kasih sekali lagi buat Yasser Arafat atas invitation nya. Dan terima kasih Kick Andy atas jamuan dan acaranya. Semoga jaya hingga ulang tahun yang ke 100. Boleh lho kalo mau ngundang saya jadi narasumber. #Yakaleee

Yang mau nonton, bisa tonton acaranya di Kick Andy Heroes 2012 tanggal 10 Maret 2012, pukul 21.30. Siapa tau bisa ngeliat gue di TV. Hahaha

At last..

“I’ve been kicked by Andy”