Di umur yang segini (masih 17 tahun bagi yang penasaran), kayaknya gue udah beberapa kali patah hati. Gue selalu berhasil melewati proses ngais-ngais tanah yang selalu kita rasakan ketika patah hati.

Mulai dari uring-uringan, stalking tanpa henti hingga curhat terselubung via now playing.

Semuanya kayaknya sudah pernah gue lakukan.

Hipotesa gue, selama proses dalam mengobati luka hati, sepertinya manusia bisa berubah seratus delapan pulu derajat. Ambil contoh gue misalnya. Gue yang biasanya ceria, ketika patah hati menjadi murung (ya iyalah!). Yang biasanya makannya banyak, sekarang cuma makan dikit kayak Puteri Indonesia. Yang biasanya tidurnya merem, sekarang jadi ganteng.

Pokoknya gue berubah,

Bahkan, gue pernah menuliskan fase-fase dalam patah hati dalam tulisan ini. Udah pernah baca?

Setelah melewati semua fase itu, yang dalam bahasa gaulnya disebut sebagai ‘move on’, pikiran gue memikirkan satu hal yang selama ini cukup mengganggu gue.

“Ada gak sih sebenarnya efek positif dari patah hati?”

Apa cuma galau-galau doang sebagai inspirasi lagu-lagu roman picisan?

Sepertinya semua hal di dunia diciptakan untuk suatu tujuan tujuan khusus. Bahkan pengendara motor yang ugal-ugalan aja ada tujuannya.  Percaya gak?

Tujuan diciptakannya pengendara motor yang ugal-ugalan adalah supaya melatih kita mengeluarkan kata-kata makian yang selama ini gak pernah kita tau bisa dipakai. Misalnya nih, lo lagi nyetir, trus kaca spion sebelah kiri disenggol motor trus orangnya langsung kabur tanpa silaturahmi.

“Woi, tapir bangsat sapi terbang!!”

Heh?! Tapir bangsat sapi terbang? Oke, ini bagus nih. Besok gue pake lagi ah!

Memikirkan hal itu, akhirnya gue benar-benar penasaran dan mencoba berpikir jernih, apa sih yang bisa kita dapat akibat patah hati.

Setelah melamun sambil memikirkan tujuan hidup dalam kamar mandi, berikut gue sajikan analisa sederhana gue. Patah hati akan mengakibatkan :

1. Berkurangnya berat badan

Buat beberapa orang yang susah diet, hal ini merupakan hal yang baik. Gak perlu OCD, gak perlu bikram yoga atau aerobik bareng Vicky Burki, patah hati akan mengurangi berat badan. Dengan patah hati, biasanya kesedihan akan membuat selera makan berkurang.

Makan galau, ngeliat nasi galau, ngeliat sayur bening, galau. Pokoknya jadi gak selera makan.

Pas mau makan bawaannya sedih melulu. Ketika waktu makan siang tiba, lo tiba-tiba cuma bisa melamun di kantin kantor.

“Makan mas? Pake apa?” | “Eh..anu.. Iya mbak, pake ikan goreng, sayur kacang, sambal..hmmmmm DIA SELINGKUH MBAAAK!

Semua menu makanan seolah menyindir lo :

“Nasinya setengah aja mbak, pake sayur, ayam goreng ama pake hati. Sekarang hatinya diiris kecil-kecil ya mbak..”

Tiba-tiba tanpa lo sadari, celana mendadak jadi lebih longgar dan berat badan berkurang.

2. Quality time dengan teman-teman.

Ini adalah masa dimana lo akan sering menghabiskan waktu bersama teman-teman. Mereka yang biasanya susah untuk bertemu akan suka rela menghabiskan waktu buat menemani lo. Teman-teman terbaik biasanya muncul saat lo sedang patah hati.

Tertawa bersama dan berusaha melupakan sakit yang lo rasakan.

Because, best friends are family that you choose.

3. Diperlakukan istimewa.

Ini adalah salah satu efek yang paling gue suka. Semua orang akan baik ke korban patah hati. Mereka mendadak menjadi lebih perhatian daripada biasanya. Dan gue pribadi akan mengambil ini sebagai sebuah kesempatan emas.

Teman-teman kantor yang mendadak baik akan gue manfaatkan semaksimal mungkin.

 “Udah makan Ta? Mau makan apa?” “Hmmmm, gue sedih nih. Kalau gue sedih biasanya gue harus makan steak wagyu”

“Duh, gue lagi patah hati ini. Tapi entah kenapa pundak gue juga mendadak pegel. Dipijitin enak kayaknya.”

 4. Menikmati musik

Entah kenapa, ketika patah hati semua lagu terdengar lebih bagus di kuping gue. Apalagi lagu-lagu mellow.

Suddenly, Bruno Mars is my favorite singer.

Bahkan gue pernah gak sengaja dengerin lagu sountracknya Lion King ampe benar-benar merinding. Gue menghayati lagunya sepenuh jiwa raga. Ngeliat Simba dan Pumba lari-larian di padang rumput Afrika, matahari yang tenggelam di barat sambil diiringi suara Phil Collins.

“You’ll be in my heart!! Cause you’ll be in my heaaaart!!!” 

Arrghhh. Kenapa gue sedih ngeliat singa ama babi lari-lari?

Ada yang bilang kalau kita lagi bahagia kita bisa lebih relate ama musiknya, tapi ketika lagi sedih kita jauh lebih mengerti dengan liriknya.

Itu salah!

Buktinya kemaren2 pas lagi patah hati, gue dengerin lagu Kpop tetap gak ngerti. Hoax itu.

Lo pasti lebih sedih ngeliat singa ama babi lari-lari. Pasti!

5. Lebih dekat sama Tuhan.

Fase ini lah yang terbaik yang bisa lo dapatkan dari patah hati. Dengan lagu-lagu sendu yang tidak bertahan lama. Teman-teman kantor yang cuma ada di jam kerja, teman-teman yang menemani ketika malam hari, akan tetap ada masa dimana kenangan datang menyiksa ketika lo sendirian.

Kegelisahaan dan ketakutan-ketakutan tak beralasan yang datang dan akhirnya lo menyadari ada tempat curhat yang buka 24 jam 7 hari seminggu.

Dia yang selalu mendengar dan memberi solusi atas semua cerita-cerita lo. Maka basuhlah semua kotoran dari wajah dan badanmu, dan bersujudlah.

Mintalah kepada-Nya untuk diberi ketenangan dan kedewasaan.

6. Lebih dewasa.

Dan setelah fase itu semua selesai, korban patah hati akan semakin dewasa. Cara pandang yang kini tidak lagi sama karena baru saja dihajar oleh pengalaman hidup yang berharga.

Seperti manusia saiya di komik Dragon Ball yang menjadi lebih kuat ketika hampir mati. Begitu juga dengan patah hati. Semua itu akan berlalu, dan pada saatnya kamu melihat ke belakang, kamu akan cuma benar-benar mengambil hikmahnya.

Kamu akan lebih kuat. Kita akan lebih kuat.

Karena suatu saat, luka di hati juga pasti akan mengering.