Alarm dari handphone berdering cukup kencang, membangunkan gue yang masih terlelap tidur. Mata gue berkedip berulang kali, membiasakan dengan kegelapan, berusaha menyerap sebanyak mungkin cahaya sebelum bangkit berdiri.

Sambil memegang pinggiran tempat tidur, gue berjalan ke arah pintu mencoba meraba saklar lampu yang menempel di dinding. Jari gue bergerak memencet saklar lampu ke bawah, pijar Phillips 25 watt yang terletak di tengah langit-langit kamar mendadak menyala membutakan mata.

Gue memicingkan mata, berusaha mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke dalam retina. Handphone yang sedari tadi masih berbunyi gue ambil untuk dimatikan. Jam digital berwarna biru di pojok kanan layar atasnya menunjukkan pukul tiga dini hari.

Segera gue beranjak ke kamar mandi untuk buang air kecil. Setelah kantung kemih kembali kosong, gue menghidupkan keran lalu membasuh kedua telapak tangan, dilanjutkan dengan berkumur, membasuh lubang hidung dan seterusnya.

Begitu selesai dan keluar dari kamar mandi, gue kembali mematikan lampu kamar. Sejadah yang tadi tergantung di kursi belajar, gue ambil dan bentangkan ke arah televisi. Bukan, gue bukan menyembah benda itu, arahnya memang kebetulan kesana.

Setelah semua prosesinya selesai, gue biarkan gue berdiam sejenak dalam gelap. Duduk bersila di atas sajadah kumal yang sudah gue simpan dari SMA.

Hari ini gue tepat berusia 25 tahun.

Seperempat abad. Dan sejak beberapa tahun yang lalu, inilah rutinitas yang gue lakukan di malam pergantian umur.

Mengadu kepada Tuhan atas segala masalah yang gue hadapi, tentang hal-hal apa yang masih menjadi mimpi-mimpi gue, dan mencoba merefleksikan apa yang menjadi pelajaran buat gue setahun ke belakang.

Gue mengadu kepada Tuhan. Ya, benar-benar menjadi representasi hamba yang cengeng.

Dua puluh lima tahun.

Gue menebak-nebak apa yang sudah gue lakukan dalam hidup. Mencoba mengecek kembali bucket list yang pernah gue buat dalam kepala, dan memeriksa berapa banyak yang berhasil gue coret keluar dari sana.

Belum terlalu banyak ternyata. Masih ada mimpi-mimpi yang belum berhasil gue raih.

Hari ini, lima belas april. Sudah dua puluh lima kali gue rasakan, mungkin hanya beberapa yang gue ingat dengan sempurna, sisanya terlupakan tak bersisa.

Beberapa diantaranya menyenangkan, tapi ada juga yang menyebalkan. Gue pernah merayakan ulang tahun sendirian karena jauh dari keluarga, pernah dalam kondisi bokek berat dalam perantauan, pernah dikerjain oleh bos dan teman-teman kantor, gue pernah jadian waktu ulang tahun, dan putus di tanggal yang sama beberapa tahun kemudian.

Tapi bagaimanapun, tanggal lima belas April selalu menjadi istimewa. Seakan menjadi pengingat buat diri gue pribadi tentang hal-hal yang pernah gue lakukan. Sebuah milestone lahirnya romeogadungan.

Minimal, tanggal lima belas April selalu menjadi sebuah perayaan kecil buat diri gue sendiri.

Umur dua puluh empat telah memberikan banyak sekali pengalaman hidup buat gue. Tentang arti persahabatan, arti keluarga, arti cinta, arti kepercayaan, arti kata ikhlas, arti mencoba, hingga arti berkorban.

Semuanya ibarat warna-warni yang tumpah ruah dalam palet yang digoreskan ke dalam kanvas putih yang bernama dua puluh empat.

Di umur dua puluh empat juga, gue memutuskan untuk pindah, dari hati yang lama ke hati yang baru. Hati yang selama ini ada, tanpa pernah banyak meminta. Berusaha bersamanya untuk memulai lagi dari awal.

Sebelum bangkit berdiri dan melipat sejadah, gue menutup doa gue malam ini. Doa di sepertiga malam terakhir yang katanya paling didengar Yang Maha Kuasa. Mencoba berterimakasih kepada Allah yang tidak memberikan semua apa yang gue inginkan, tapi malah memberikan semua yang gue butuhkan.

Gue masih percaya akan banyaknya pengalaman hidup yang akan gue terima di masa depan. Di angka dua puluh lima.

Dan di umur dua puluh lima ini, gue cuma bisa berharap gue diberikan kesehatan, kemampuan untuk tetap berpikir logis, tetap bisa berusaha dan berkarya, serta bisa untuk menjadi lebih dewasa.

Karena bertambah usia itu pasti, tapi bertambah dewasa itu pilihan.

Selamat datang dua puluh lima.

Birthday