Bulan Maret, untuk seorang jongos berdasi macam gue ini, adalah saatnya untuk melapor pajak. Bukan bayar, tapi cukup lapor. Mengirimkan SPT bukti pemotongan pajak tiap bulan dari gaji ke kantor pajak.

Bagi beberapa orang, momen-momen seperti ini menjadi momen sakit hati, dimana kita menyadari bahwa ternyata jumlah pajak yang sudah dibayarkan ke negara cukup besar.

Agak miris, karena dengan telah membayar pajak harusnya fasilitas publik yang kita terima sudah baik atau setidaknya layak. Fasilitas kesehatan, pendidikan murah, trotoar yang baik, angkutan umum yang nyaman. Harusnya pajaknya lari kesana. Tapi sekarang? Sekolah mahal, sakit harus bayar sendiri, angkutan umum buruk, trotoar penuh oleh orang jualan.

Nah, akibat pindah kerja ditengah taun lalu, pajak tahunan gue ternyata kurang bayar. Perhitungan nya salah.

PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) gue dihitung dua kali. Yaahh, bagi yang ngga ngerti, intinya gue kurang bayar. Gue harus menyetor sekian juta lagi ke kas Negara.

Pas pertama kali gue tau, gue langsung.

Gue kasi sedikit gambaran.

Pajak penghasilan, biasanya dipotong tiap bulan dari gaji. Karena dipotong bulanan, kadang kita ga terlalu berasa, karena secara mindset, kita merasa gaji kita emang segitu.

Buat ilustrasi :

Misalnya gaji 5 juta, dipotong pajak 500 ribu. Jadi 4,5 juta.

Tapi mindsetnya, gaji kita memang 4,5 juta.  Karena yang 500 ribu nya ngga pernah keliatan

Sakit hatinya adalah pas lapor. Tiba2 udah gede aja.

Begitu mendapat SPT, gue langsung menghitung ulang. Dan hasilnya… gue kurang bayar

Arrrghhhh..

Dan untuk kali ini, dengan pajak kurang bayar gue langsung segede gitu. Gue mendadak melarat.

Berasa banget.

Ketika ingin membayar pajak, terngiang-ngiang muka gayus dengan wig nya itu. Terngiang-ngiang juga berita di detik tentang rekening gendut para pegawai pajak.

Tapi disisi lain, dengan ngga membayar pajak, gue menjadi merasa berdosa.

Gue gak bisa lagi menyalahkan pemerintah ketika ada jalan yang berlubang.

Setiap melihat anak jalanan gue langsung berkata dalam hati “Ini gara-gara lo ta!”

Not me..

Gue sepenuhnya sadar, bahwa didunia ini ada dua hal yang tidak bisa dihindari. Kematian dan pajak.

Dan sekarang gue lagi dilema.

Haduh pusing.