Pagi itu kita dibangunkan oleh staf super ramah dari hotel, setelah sebelumnya capek keliling kota Hanoi.

Betis rasanya mau meledak.

Dengan begitu murahnya rate hotel yang dikenakan, pelayanan yang diberi benar-benar memuaskan.

Sehabis sarapan, kita langsung dijemput oleh travel yang akan membawa kita ini ke Halong Bay. Bagi kalian yang ingin ke Halong Bay, gampang kok. Tinggal pesen aja dari hotel dimana kalian ingin menginap. Harga paketnya sekitar USD 25/orang.

Dengan harga segitu, kita udah dapet makan siang, plus antar jemput dari hotel. Pokoknya tinggal bawa badan doang. Tapi jangan berharap terlalu banyak dengan makan siangnya. Hehe..

Didalam minibus itu sudah tersedia satu pemandu yang lancar berbahasa Inggris tapi dengan logat Vietnam yang kental.

Sepanjang perjalanan, dia akan menceritakan beberapa fakta unik tentang Vietnam. Mulai dari sejarah kota Hanoi, beberapa fakta menarik tentang Hanoi, ampe hal-hal yang sebenernya ga terlalu pengen kita tau.

Membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk sampai di daerah Halong Bay. Kita sempet berhenti sebentar sekitar 30 menit di sebuah local gift shop yang menjual oleh-oleh khas Vietnam. Mulai dari gantungan kunci, kaos, lukisan ampe ukiran khas Vietnam.

Show »

menyulam khas vietnam

Kayaknya sih, penyedia jasa tour ini melakukan kerja sama dengan toko ini, soalnya setiap tour pasti diberhentikan disini.

30 menit disana, perjalanan dilanjutkan lagi menembus perkampungan di Vietnam. Ruko-ruko, sawah, dan pasar tradisional kita lewati.

Aneh sekaligus menyenangkan.

Nyampe didaerah Halong, cuaca agak sedikit berkabut, jadi pemandangan Halong Bay yang gue bayangkan tidak terlihat sama sekali. Tapi nantinya ini ga akan menjadi masalah.

Halong Bay ini semacam teluk yang airnya berwarna hijau dan dihiasi gunung-gunung batu kapur yang sangat indah. Halong Bay ini juga telah dikukuhkan sebagai World Heritage oleh UNESCO.

Pemandanan landscape gabungan antara gunung kapur dan air laut yang tenang berwarna hijau benar-benar spektakuler.

Bagian terbaiknya adalah, bagaimana Vietnam menjaga kekunoan wisata Halong Bay ini. Kapal yang disediakan bukan berupa kapal speedboat atau kapal modern lainnya, melainkan kapal kayu mirip kapal nelayan yang sangat unik.

kapal kayu yang digunakan

Dari deck diatas kapal kayu inilah, kita bisa menikmati bagaimana indahnya pemandangan Halong Bay. Suasana tenang, banyak angin, matahari dan air yang berwarna hijau.

Putu, sang fotografer..

Bayangkan duduk menikmati itu semua sambil bercerita dengan sesama traveler lain. Berbagai macam orang dengan berbagai macam latar belakang budaya dan bahasa, datang kesuatu tempat dan saling bercerita pengalamannya masing-masing.

Sepasang kakek nenek dari Amerika Selatan, seorang solo traveler pria dari Rusia, suami istri dari Melbourne, dan seorang blogger tampan dari Indonesia. Hehe

Gue banyak mengobrol dikapal ini dengaan mereka.

Global discussion. :p

barisan kapal-kapal kayu..

barisan kapal-kapal kayu..

Ketika melihat kapal-kapal kayu beriringan masuk ke daerah Halong Bay dari atas deck, gue seolah-olah tersedot kembali ke masa lalu.

Masa dimana ratusan tahun yang lalu, kapal-kapal perang dari Cina datang untuk pertama kalinya ke negara ini untuk menjajah.

Chinese Invaders ini (begitu orang Vietnam menyebutnya), memang datang ke Vietnam pertama kali salah satunya melalui teluk ini.

Legenda yang beredar di orang Vietnam bahwa ada naga yang turun dari langit dan melawan para penjajah ini.

Setelah berhasil mengalahkan para penjajah ini, naga tersebut berdiam di Halong Bay ini. Karena inilah, bagi orang Vietnam, naga merupakan salah satu hewan suci yang di agungkan selain kura-kura.

Ini lah asal muasal nama Halong, yang kurang lebih berarti ‘tempat naga turun’

Di teluk halong ini, terdapat floating village yang didiami oleh sekitar 700 orang. Kita mampir sejenak di kampung nelayan ini, dan turun untuk melihat floating school yang ada disana.

Floating Village

Disana warga setempat memanfaatkan para wisatawan sebagai mata pencarian, ada yang membuka warung, menjual buah melalui perahu, hingga menyewakan kano atau perahu bagi wisatawan yang ingin aktivitas lain.

Show »

Penjual buah..

Show »

Bule nekad..

Disana kita menyewa satu perahu kecil milik warga lokal dari floating village, untuk masuk ke gua-gua gunung kapur yang ada disana.

Dan disana, kita masuk ke salah satu gue gunung kapur yang didalamnya terdapat ruang, Jadi seolah-olah ada danau berwarna hijau yang dikelilingi oleh gunung kapur tanpa bisa terlihat dari luar.

Gua tersembunyi..

Benar-benar luar biasa.

Karena penasaran, gue mencoba untuk merasakan air teluk itu.

Asin, khas air laut. Ya iyalah!

Ketika selesai mencicipi air teluk itu, gue melihat sekeliling,

Dan kemudian gue berpikir. Dimana orang-orang floating village ini buang hajat?

WC terapung

Ga mungkin kan mereka khusus ke daratan buat boker?

Bisa-bisa cepirit ditengah jalan.

Arrghhhh, pantesan airnya agak asin-asin sepet gitu.

Karena gue ga mau bego sendirian, gue pun bilang ke opi.

‘pi, cobain rasa aernya pi’ kata gue menipu.

Opi pun langsung, mencelupkan tangannya dan langsung mencicipi air teluk itu.

“asin’ kata si opi bego.

Dan begitulah ceritanya, dua orang Indonesia telah sukses nyobain air ceboknya orang Vietnam di floating village di Halong Bay. Hahahaha

Dari sana, akhirnya kita mampir disalah satu gua kapur. Aktivitasnya semacam caving gitu tapi skala rendahnya.

Bagi yg ga tau, caving adalah aktivitas atau olahraga menjelajahi gua. Nah, yang kita lakukan seperti itu. Lebih tepatnya sih tour karena kita cuma mengikuti jalur yang sudah disediakan.

Karena gua nya sendiri sudah dimodifikasi untuk lebih familiar bagi wisatawan, sehingga ngga perlu keahlian khusus buat masuk kedalam.

Nama guanya Sung Sot.

Didalam gua, kita bisa melihat stalaktit dan stalagmite dari limestone yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk bisa terbentuk.

Didalam gua ini, pemandu tadi sibuk menjelaskan bentuk-bentuk stalagtit dan stalagmit yang menyerupai dada, wanita, naga, penis dsb. Gue juga heran, kenapa banyak porno nya ini gua.

Tapi dalam pendapat pribadi gue, bentuk-bentuk itu hanya di mirip-miripin doang.

Lekuk dikit, dibilang mirip ular, nongol dikit dibilang mirip tete, berambut dikit dibilang mirip…ah sudahlah..

Salah satu pemandangan dalam gua..

Buat gue pribadi, yang lebih menarik adalah proses ditemukannya gua ini. Kalau gue ga salah menyimak, gua ini ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang nelayan pada tahun 90an.

Nelayan ini kabur dari kejaran pemerintah (atau orang jahat, gue rada lupa) yang mengejarnya, kemudian secara tidak sengaja menemukan gua ini dan akhirnya tinggal disana untuk beberapa lama.

Kisah ini, membuat gue berkhayal gimana sang nelayan itu hidup ibarat film Cast Away terasing dan hidup ala kadarnya didalam gua ini.

Selesai dari sana, kita naik lagi kekapal kayu untuk kembali ke daratan dan kembali ke Hanoi.

Duduk santai diatas deck, menikmati angin sore yang sepoi-sepoi, dengan pemandangan luar biasa sambil melihat belasan kapal kayu berpacu kembali kepelabuhan,

Pengalaman luar biasa.

Overall, Vietnam adalah negara yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Kotanya, gedung-gedung tuanya, pemandangan luar biasanya, wanitanya, lalu lintas nya, nenas nya, hingga kopi susu nya.

Eksotis, klasik, indah, tradisional dan murah. Hehe

Ga perlu modal banyak untuk menikmati negara ini.

Kini, satu negara lagi telah gue lewati, saatnya gue melangkahkan kaki gue ke Thailand.