Dari LCCT kita bertolak ke Hon Bai International Airport di Hanoi, Vietnam.

Ketika gue masuk ke pesawat dan duduk di seat gue, mata gue langsung tertuju ke depan. Ke arah cewe cantik dan modis yang sedang berjalan ke arah gue.

Dalam hati gue langsung berbisik, “please duduk disebelah gue, please..

Dan ternyata Tuhan mengabulkan doa gue, cewe cantik nan modis ini duduk disebelah gue, yang cuma dipisahkan oleh lorong (aisle) di dalam pesawat.

Kenapa gue sangat senang, karena seperti dibaca dipostingan gue sebelumnya, di Kuala Lumpur ga ada cewe cantik! Gersang.

Jadi ketemu cewe cantik dan wangi ini sudah membuat hati gue senang. hahahaha

Begitu take off, gue langsung tertidur. Ngantuk karena semalamnya tidur telat akibat packing dan Curanmor (Curhat Seuacan Molor :p )

Penerbangan dari Kuala Lumpur ke Hanoi ini adalah penerbangan terburuk yang gue alami dalam trip ini. Karena cuaca buruk, penerbangan ini sangat berguncang.

Gue kebangun akibat guncangan keras, yang lumayan bikin jantung cenat cenut.

Guncangan ini agak lama, cukup untuk membuat gue baca-baca doa.

Karena khawatir, gue melihat cewek cantik nan modis yang duduk disebelah gue tadi.

Dan disana dia, duduk membungkuk sambil menyandarkan kepala ke kursi didepannya.

Dan kemudian,

Dia muntah sodara-sodara!

Muntah berulang kali ke kantung kertas yang ada didepannya. Khusyuk banget muntahnya.

Dan rusaklah imajinasi gue tentang gadis cantik dan wangi itu. Hahaha

Kita nyampe di Non Bai International Airport sekitar pukul 10 waktu setempat, meskipun cukup jauh dari Jakarta, ternyata ga ada perbedaan waktu antara Hanoi dan Jakarta.

Di airport, gue nukerin duit 100 US dolar ke Dong, mata uang Vietnam. Dan ternyata eh ternyata, Dong lebih lemah daripada Rupiah, dengan menukar 100 US dolar (sekitar 860 ribu rupiah) gue mendapat 2,1 juta Dong.

Gue kaget. Banyak dong Dong yang gue terima? Jadi jutawan dong gue? banyak duit dong?

Bingung? Gue juga.

Intinya adalah, ke Vietnam membuat gue seperti anaknya Aburizal Bakrie, tinggal nyari Nia Ramadhani-nya Vietnam dan gue bakal kawin disini. Hahaha

Dari airport kita dijemput supir dari hotel yang kita booking. Dan bisa gue bilang, hotel di Vietnam adalah hotel terbagus yang gue tempati selama trip ini.

Dengan harga bintang 2, kualitas yang kita terima sekelas bintang 4. Pokoknya mantaplah.

Bagian paling seru dari kota Hanoi adalah suasana kotanya yang klasik, mirip Jakarta di tahun 70-80an, yang bisa kita lihat di film Warkop atau Benyamin.

Kita nginep didaerah Hangbong Street, Hoankiem di pusat kota Hanoi. Wilayah ini sepertinya adalah wilayah paling ramai untuk wisatawan di Hanoi.

Oia, selama ini, gue kira lalu lintas di Jakarta sudah yang paling parah, tapi ternyata di Hanoi lebih gawat lagi. Motor-motor disana lebih brutal dari motor di Jakarta.

Motor di Jakarta