Sehari-hari

Mencoba Lari : #BajakJKT

Orang Indonesia itu sering banget kena demam. Dulu demam kamera SLR, trus demam sepeda Fixie sekarang lagi demam lari.

Banyak banget demam muncul di Indonesia.

Dan sekarang, demam yang lagi happening di Indonesia adalah lari. Iya, lari di jalanan. Bukan lari di treadmill atau lari di kenangan mantan.

Buat gue sendiri, gue berhasil melewati semua demam tadi tanpa pernah ketularan. Demam kamera digital, gue gak ikutan karena kameranya mahal. Demam sepeda fixie, gak mampu beli karena harganya juga lumayan. Kere ternyata obat ampuh buat menghindari demam.

Sekian lama berusaha menghindari serbuan demam yang datang, akhirnya sekarang gue ketularan. Demam lari kali ini gak bisa gue hindari. Karena dalam pikiran gue, ah cuma modal sepatu lari doang kan?

Buat yang belum tau gue, gue adalah orang… Lanjut ta.. | 114 Comments

Challenge Accepted

Kantor gue, terletak di dalam satu kompleks yang sama dengan kantornya Nestle. Tergabung dalam satu kawasan perkantoran yang sama tapi berbeda gedung.

Perusahaan ini termasuk salah satu kantor yang sering banget bikin acara di kantor gue. Biasa, promosi produk-produk baru. Salah satunya adalah Fitnesse Challenge.

Si Nestle ini baru ngeluarin produk baru, namanya Fitnesse. Semacam sereal sehat gitu deh. Nah, demi launching produknya ini ke pasar, dia bikin kompetisi menurunkan berat badan sebagai bagian dari cara promosinya.

Caranya simple, bentuk tim kecil beranggotakan 3 orang untuk umum dan turunkan berat badan sebanyak2nya dalam dua minggu. Setiap anggota tim minimal memiliki Body Mass Index diatas 23 (overweight) baru bisa ikutan. Cara nurunin berat badannya cukup sederhana, makan sereal Fitnesse ini di pagi hari dengan susu low fat, siang… Lanjut ta.. | 7 Comments

Aerobik

Kalian masih ingat ama SKJ? Alias Senam Kesegaran Jasmani?

Pasti tau lah ya, anak 90an pasti tau ama senam jenis ini. SKJ kayaknya merupakan kegiatan wajib yang harus dilakukan anak SD di jaman pemerintahan Soeharto sebelum masuk kelas. Yang musiknya kayak gini.

Tetetetetetet..tetetetetettet..akh kalian pasti tau lah.

Dulu waktu SD, gue selalu menjadi percontohan buat anak-anak lain. Gue selalu menjadi wakil dari SD gue untuk menghapal gerakan-gerakan SKJ sebelum dipraktekkan secara luas ke murid-murid lain. Gerakan gue luwes, energik dan ritmis. Ditambah lagi kemampuan gue yang cepat menghafal urutan gerakan SKJ. Ntah karena gue berbakat atau karena gue titisan Denny Malik.

Tapi keahlian gue untuk masalah senam menyenam berakhir saat gue lulus SD. Olahraga gue berubah menjadi sepakbola, badminton atau futsal.

Dan tadi siang, di… Lanjut ta.. | 4 Comments

Bikram Yoga

Gue mengklaim diri gue sebagai orang yang cukup adventurous, suka mencoba hal-hal baru. Tempat baru, makanan baru, ketemu orang-orang baru, hingga mencoba olahraga-olahraga baru.

Kalo bahasa iklan Nutrilon nya “Live your life to the fullest”

Atau bahasa lokalnya “lo cuma hidup sekali, cobain aja banyak hal, tapi pake akal sehat.” Sifat penasaran ini sudah ada dari kecil, doain aja gue ga mati dulu, biar ga jadi arwah penasaran.

Sifat ini diperparah oleh sifat jelek gue lainnya. Merasa sok bisa. You know, perasaan yang muncul ketika lo nonton Fear Factor atau Indonesian Idol. Seolah dalam hati lo berkata :

“Yaelah, gitu doang masa sih ga bisa. Just give me the chance, I can win that shit!”

Nah, gue punya sikap tengil itu. Gue yakin gue ga… Lanjut ta.. | 14 Comments

Dompet..

Seperti pria normal pada umumnya, gue selalu meletakkan dompet gue di kantung celana di belakang. Bagi kalian para wanita yang membaca tulisan ini, gue kasi tau satu hal.

Hal ini lazim dilakukan dalam dunia pria. Karena akan sedikit aneh jika pria mengapit dompetnya di ketiak, kami akan terlihat seperti emak-emak yang mau pergi ke pasar.

Jadi, menurut gue, letak dompet itu di pantat.

Makanya gue cenderung kurang setuju dengan harga dompet yang terlalu mahal.

Pernah waktu gue pengen beli dompet di Pasific Place, gue ngeliat dompet harganya 5 juta rupiah.

Lima juta rupiah!

Dan gue mendadak mikir, ketika gue punya semahal itu, dompetnya ga akan gue kantongin. Gue bakal kalungin di leher!

Percuma beli dompet mahal-mahal kalo cuma ditaro di pantat.

Hal… Lanjut ta.. | 20 Comments

Asrama..

Ada satu fase dalam kehidupan gue yang ga pernah gue ceritain di blog ini sebelumnya.

Yaitu fase gue tinggal di asrama.

Tidak seperti mahasiswa pada umumnya, waktu kuliah gue memilih untuk ngga ngekos. Gue tinggal di asrama khusus mahasiswa Aceh yang ada di Bandung. Alasannya sederhana. Lebih murah.

Gue bela-belain tinggal sedikit agak jauh dari kampus. Ngga di kawasan kos-kosan deket kampus yang terlalu mainstream.

Asrama itu sendiri adalah rumah peninggalan Belanda waktu menjajah di Indonesia. Yang pada waktu Belanda angkat kaki dari Indonesia, rumah itu diduduki oleh pemuda Aceh dan dijadikan asrama mahasiswa hingga sekarang.

Kata senior gue sih ceritanya kayak gitu.

Bentuknya sendiri sama sekali engga mirip asrama pada umumnya. Lebih ke rumah tua yang sederhana di suatu komplek elit di Bandung… Lanjut ta.. | 8 Comments

Comfort zone..

Salah satu komik kesukaan gue dulu adalah Kungfu Boy. Menurut gue, Kungfu Boy ini adalah salah satu komik terbaik di dunia. Ceritanya tentang seorang bocah bernama Chinmi yang belajar kungfu di kuil Dairin. Si Chinmi yang awalnya cuma seorang bocah biasa ternyata diprediksi akan menjadi salah satu ahli kungfu paling hebat di daratan Cina.

 

Ada satu hal yang gue inget dalam komik Kungfu Boy.

Si salah satu chapter di komik itu, ada satu adegan dimana si Chinmi (yang mana pada saat itu udah lumayan hebat) kalah bertarung melawan seorang anak dari sesama perguruan. Karena penasaran, Chinmi menghadap gurunya untuk meminta petunjuk mengapa dia kalah.

Sang guru tak langsung menjawab.

Oleh sang guru, Chinmi diberi sebuah kotak oleh dan seekor belalang liar. Belalang… Lanjut ta.. | 8 Comments

Saya menang..

Gue bukanlah orang yang beruntung dalam hal kuis, lomba atau doorprize.

Ntah kenapa, berulang kali gue mengikuti lomba-lomba seperti itu, gue gak pernah menang.

Jangankan mobil sedan terbaru atau computer tablet, sebuah gayung cantik ga pernah gue dapat jika masalah kuis dan lomba ini.

Di kantor yang lama, gue beberapa kali mengikuti pengundian doorprize di acara kantor.

Mulai dari survey berhadiah sampe acara outing kantor.

Hadiah yang dibagikan pun beragam, mulai dari Ipad, BB, belasan flashdisk, ampe puluhan voucher belanja.

Padahal untuk menang, gue ngga perlu melakukan effort apapun, hanya tinggal mengambil nomor undian dan kemudian duduk manis ketika diundi.

Tapi tetap tidak pernah berhasil.

Jangankan Ipadnya, bautnya Ipad gue gak dapet.

Tapi tenang, kisah gue ini akan berakhir disini… Lanjut ta.. | 4 Comments

Jenis cowo fitnes..

Beberapa hari yang lalu, gue memutuskan untuk  memanfaatkan salah satu fasilitas kantor yang selama ini belum pernah gue gunakan.

Bukan, bukan toilet cewe, melainkan fasilitas spa dan gym yang bisa digunakan gratis untuk karyawan.

Istilah gaulnya, fitness center.

Tapi sebenernya, gue bukanlah orang yang suka fitness. Gue adalah orang yang mencari keringat dari sebuah kegiatan yang bernuansa main. Jadi, olahraga gue adalah main sepakbola, futsal atau badminton.

Karena dengan nuansa main gini, capenya ga terlalu kerasa dan ga bosen. Tiba-tiba keringat udah ngucur.

Lagipula, salah-salah fitness, badan gue bisa terlihat aneh. Yaahhhh, khas cowo fitness yang salah asuhan. Badan besar berotot tapi kakinya kecil.

Tapi dengan melihat kadar asam urat dan kolesterol yang sudah membumbung tinggi, memaksa gue mencari cara untuk tetap sehat… Lanjut ta.. | 6 Comments

Picik..

Beberapa waktu yang lalu, dalam perjalanan pulang arus balik ke Jakarta. Gue naek salah satu maskapai lokal. Maskapai singa lebih tepatnya.

Mood balik ke Jakarta sudah dirusak dengan mahalnya harga tiket yang melambung dan padatnya bandara Polonia di Medan.

Ntah mengapa, kondisi bandara-bandara di Indonesia pada saat-saat arus mudik seperti ini sontak berubah menjadi terminal bus antar kota.

Para pengantar yang duduk di lantai bandara, teriakan-teriakan menawarkan taksi dimana-mana, pengumuman bagi para penumpang telat yang diteriakkan berulang-ulang oleh petugas bandara.

“Yang Palembang!! PALEMBANG 11.30!! PALEMBANG!!”

Kombinasi dari ketiganya, membuat rasa nyaman di bandara menjadi sangat jauh berkurang.

Akhirnya, dengan kondisi badan yang lelah, mood gue hari itu udah kacau.

Nyampe didalam pesawat, mood gue diperparah dengan begitu banyaknya orang yang masukin barang-barang yang… Lanjut ta.. | 9 Comments