Menulis

Paspor

Waktu gue kecil dulu, rasanya gue susah sekali untuk pergi jalan-jalan. Tidak ada cerita tentang liburan mengunjungi nenek di desa. Kalau gue ingin mengunjungi nenek, gue cukup pergi ke kamar belakang. Nenek gue memang tinggal bersama keluarga kami.

Oleh karena itu, rasanya susah sekali buat gue untuk menulis cerita-cerita liburan setiap pelajaran mengarang di awal caturwulan. Imajinasi gue terbatas, hanya bisa melihat dunia dari sebuah layar kaca di ruang keluarga.

Dan sejak itulah, gue bermimpi melihat dunia.

Tumbuh dan besar di salah satu propinsi paling ujung di Indonesia membuat gue semakin ingin keluar dan berpetualang. Melihat tempat-tempat yang selama ini cuma bisa gue bayangkan. Tapi kok rasanya susah sekali. Faktor jarak, umur dan biaya sepertinya menjadi penghalang utama.

Dan mimpi itu mulai terwujud sejak gue berhasil… Lanjut ta.. | 16 Comments

Newbie Gadungan

Udah punya Newbie Gadungan kayak mereka? Novel non-fiksi terbaru dari GagasMedia?

 

Newbie Gadungan

 

Let me know your comments!… Lanjut ta.. | 6 Comments

Challenge Accepted

Kantor gue, terletak di dalam satu kompleks yang sama dengan kantornya Nestle. Tergabung dalam satu kawasan perkantoran yang sama tapi berbeda gedung.

Perusahaan ini termasuk salah satu kantor yang sering banget bikin acara di kantor gue. Biasa, promosi produk-produk baru. Salah satunya adalah Fitnesse Challenge.

Si Nestle ini baru ngeluarin produk baru, namanya Fitnesse. Semacam sereal sehat gitu deh. Nah, demi launching produknya ini ke pasar, dia bikin kompetisi menurunkan berat badan sebagai bagian dari cara promosinya.

Caranya simple, bentuk tim kecil beranggotakan 3 orang untuk umum dan turunkan berat badan sebanyak2nya dalam dua minggu. Setiap anggota tim minimal memiliki Body Mass Index diatas 23 (overweight) baru bisa ikutan. Cara nurunin berat badannya cukup sederhana, makan sereal Fitnesse ini di pagi hari dengan susu low fat, siang… Lanjut ta.. | 7 Comments

Gratitude

Beberapa hari yang lalu, gue menerima sebuah email. Sebuah email yang sampai sekarang membuat gue tersenyum dan merasa bersyukur.

Dear romeogadungan

kenalin, gue Aang. beberapa minggu ini disela-sela wifian gue selalu nyempetin buat baca blog yang lu punya. awalnya tau dari Dira, adik angkatan gue dikampus. yah, berarti sebenernya kita tetanggaan, satu almamater kan. tapi, sayang kita nggak pernah ketemu.

cuma pengen bilang, gue suka tulisan lu. kadang kocak, somplak, kadang bikin mikir. kadang juga ngerasa, well gaya raditya dikanya masih ada.

tapi nggak apa-apa, gue tetep suka.

gue juga mau ngucapin terima kasih. karena berkat sering baca blog romeogadungan, gue jadi rajin (lagi) nulis di tumblr gue.

makasi ya.

Ini adalah email kedua yang gue terima dari pembaca… Lanjut ta.. | 13 Comments

Bikram Yoga

Gue mengklaim diri gue sebagai orang yang cukup adventurous, suka mencoba hal-hal baru. Tempat baru, makanan baru, ketemu orang-orang baru, hingga mencoba olahraga-olahraga baru.

Kalo bahasa iklan Nutrilon nya “Live your life to the fullest”

Atau bahasa lokalnya “lo cuma hidup sekali, cobain aja banyak hal, tapi pake akal sehat.” Sifat penasaran ini sudah ada dari kecil, doain aja gue ga mati dulu, biar ga jadi arwah penasaran.

Sifat ini diperparah oleh sifat jelek gue lainnya. Merasa sok bisa. You know, perasaan yang muncul ketika lo nonton Fear Factor atau Indonesian Idol. Seolah dalam hati lo berkata :

“Yaelah, gitu doang masa sih ga bisa. Just give me the chance, I can win that shit!”

Nah, gue punya sikap tengil itu. Gue yakin gue ga… Lanjut ta.. | 14 Comments

Dompet..

Seperti pria normal pada umumnya, gue selalu meletakkan dompet gue di kantung celana di belakang. Bagi kalian para wanita yang membaca tulisan ini, gue kasi tau satu hal.

Hal ini lazim dilakukan dalam dunia pria. Karena akan sedikit aneh jika pria mengapit dompetnya di ketiak, kami akan terlihat seperti emak-emak yang mau pergi ke pasar.

Jadi, menurut gue, letak dompet itu di pantat.

Makanya gue cenderung kurang setuju dengan harga dompet yang terlalu mahal.

Pernah waktu gue pengen beli dompet di Pasific Place, gue ngeliat dompet harganya 5 juta rupiah.

Lima juta rupiah!

Dan gue mendadak mikir, ketika gue punya semahal itu, dompetnya ga akan gue kantongin. Gue bakal kalungin di leher!

Percuma beli dompet mahal-mahal kalo cuma ditaro di pantat.

Hal… Lanjut ta.. | 20 Comments

Arti kegagalan..

Masih inget tulisan gue yang ini?

Tulisan yang gue bikin ketika gue ingin mengirimkan naskah gue ke penerbit. Setelah berbulan-bulan di gantungin kayak kolor ngga kering, akhirnya beberapa hari yang lalu kabar itu tiba.

Sebuah paket dikirimkan ke kantor gue. Hasilnya?

Naskah gue ditolak.

Naskah yang gue kirimkan dikembalikan beserta dengan surat penolakannya.

Di dalam surat itu, berisi ucapan terima kasih telah bersedia mengirimkan naskah ke mereka. Gue bahkan ga ingat apa kalimat persisnya, karena mata gue langsung tertuju ke kalimat “maaf kami belum bisa menerbitkan naskah anda”

Di dalamnya juga berisi satu tabel penilaian naskah yang telah mereka isi.

Kriteria yang diberikan ada beberapa, mulai dari plot, karakter, gaya penulisan, humor, dan beberapa hal lainnya. Setiap… Lanjut ta.. | 9 Comments

#CerpenPeterpan : Ada apa denganmu..

Sudah..maafkan aku..segala salahku..

Dan bila..kau tetap bisu ungkapkan salahmu..

Ada rasa yang aneh muncul ketika suara serak-serak basah si Ariel keluar dari radio mobil. Rasa kangen mungkin.

Ntah kapan terakhir kali aku mendengar lagu ini. Mungkin beberapa tahun yang lalu. Dan kali ini diputar lagi oleh stasiun radio ini. Mungkin karena beberapa hari terakhir,  berita tentang si Ariel yang bebas dari penjara mondar mandir di beberapa portal media di internet.

Ya, sepertinya semua orang tau skandal Ariel. Dan dipenjara, membuatnya makin melegenda. That lucky bastard.

Jari-jari ku mengetuk-ngetuk setir mobil sambil bersenandung kecil menikmati (ya, menikmati, breath the sarcasm my friend.) macet rutin Jakarta sore hari.

Lagu ini mungkin udah ribuan kali aku dengar, tapi baru kali ini aku benar-benar memerhatikan liriknya.

Dan

Alasan kenapa menulis buku..

Kenapa gue menulis buku?

Pertanyaan diatas sering gue tujukan ke diri gue sendiri. Sebelum ada orang lain yang menanyakannya.

Buat gue pribadi, ada beberapa alasan kenapa gue menulis buku.

1. Scripta manent, Verba Volant. (spoken words fly away, written words remain)

Sejak gue rutin nulis di romeogadungan.com ada kekhawatiran tersediri terhadap tulisan tulisan gue. Blog ini pernah di hack. Sempet panik karena gue ngga mem-back up tulisan-tulisan gue. Untungnya ga lama, blog ini kembali pulih. Dan dengan pengetahuan IT gue yang sekelas amoeba, gue sangat khawatir kalo terjadi sesuatu ama tulisan-tulisan yang ada di blog ini.

Mulai dari server down, eror dalam template blog nya, hingga di copy paste oleh orang lain.

Jadi, mending dibukukan kali ya.

2. Achievement

Nerbitin buku masuk… Lanjut ta.. | 5 Comments