Fiksi

#CerpenPeterpan : Ada apa denganmu..

Sudah..maafkan aku..segala salahku..

Dan bila..kau tetap bisu ungkapkan salahmu..

Ada rasa yang aneh muncul ketika suara serak-serak basah si Ariel keluar dari radio mobil. Rasa kangen mungkin.

Ntah kapan terakhir kali aku mendengar lagu ini. Mungkin beberapa tahun yang lalu. Dan kali ini diputar lagi oleh stasiun radio ini. Mungkin karena beberapa hari terakhir,  berita tentang si Ariel yang bebas dari penjara mondar mandir di beberapa portal media di internet.

Ya, sepertinya semua orang tau skandal Ariel. Dan dipenjara, membuatnya makin melegenda. That lucky bastard.

Jari-jari ku mengetuk-ngetuk setir mobil sambil bersenandung kecil menikmati (ya, menikmati, breath the sarcasm my friend.) macet rutin Jakarta sore hari.

Lagu ini mungkin udah ribuan kali aku dengar, tapi baru kali ini aku benar-benar memerhatikan liriknya.

Dan

Lari..

Mata gue menyipit, membiasakan dengan cahaya dan kantuk yang masih mendera.

Suasana masih gelap, lampu nya belum gue nyalakan, dan sepertinya akan gue biarkan seperti itu.

Ruangan ini masih kosong, belum banyak isinya. Hanya sebuah sofa hitam, dan meja kaca. Tanpa ada lukisan atau foto besar yang tergantung di dindingnya.

Hasil housing loan dari kantor, cukup untuk membeli rumah kecil ini. Hanya ada dua kamar, dan gue tinggal sendiri disini.

Sedikit jauh dari ibukota, but hey, rumah adalah rumah.

Gue ambil sepatu lari gue dari rak di belakang. Gue berjalan kembali ke ruang tamu. Dengan perlahan gue meraba pinggiran sofa, dan duduk disana.

Sambil mengikat tali sepatu, gue melirik jam dinding berwarna hitam yang tergantung di pojok ruangan.

Pukul lima lewat empat belas… Lanjut ta.. | 6 Comments

Rindu..

Apa itu rindu?

Sebuah rasa aneh yang muncul di ulu hati?

Atau cuma sebuah kepingan nostalgia yang melintas di kepala?

Rindu itu tak berpintu dan tak berjendela.

Ia hanya sebuah ruangan kedap udara,

Yang semakin lama semakin menyiksa.

Rindu itu tak bertepi,

Menembus semua batas-batas imaji.

Membongkar semua lipatan-lipatan memori.

Rindu itu tak bersuara

Layaknya sang raja bisu yang duduk di singgasana

Meniupkan siksa kepada hamba sahaya.

Rindu itu tanpa batas,

Terbaring manis dibalik tarikan nafas.

Bersembunyi, siap untuk terbang bebas.

Dan disini aku terbaring,

Tersiksa oleh kenangan-kenangan yang muncul beriring.

Diperkosa oleh kerak masa lalu yang perlahan mulai mengering.

Rindu itu tak kenal waktu

Kadang muncul di hati yang telah… Lanjut ta.. | 3 Comments

Lift..

Selasa, 09.05 WIB

Setengah berlari, gue mengejar taksi burung biru yang berhenti agak jauh didepan. Kombinasi lembur tadi malam, dan handphone yang lupa di cas membuat gue sukses untuk bangun kesiangan pagi ini.

Untungnya, ketukan si bibik kosan yang meminta baju kotor di pintu kamar bisa membangunkan gue.

Minggu ini adalah minggu kedua gue kerja di kantor ini. Resign dari kantor yang lama dengan alasan ketidak cocokan dengan bos, membuat gue tidak berpikir dua kali dalam menerima tawaran kantor baru ini.

Lagi pula dengan posisi yang sama, ditawarkan gaji yang lebih baik. Not bad, huh?

Tapi sayangnya, kenaikan di sisi penerimaan bulanannya tidak berbanding lurus dengan kehidupan asmara gue. Oia sebelum curhat lebih jauh, kenalin, nama gue Yudha.

Tamat dari jurusan… Lanjut ta.. | 15 Comments