cerita tirta

Ketika hati mengalahkan otak..

Dan disinilah gue.

Uring-uringan diatas kasur. Bersembunyi dibalik selimut tebal yang melindungi gue dari udara dingin yang menyembur dari AC kamar ini. Tetesan hujan diluar mengetuk-ngetuk kaca jendela, membuat udara malam ini menjadi semakin dingin.

Pandangan kosong tertuju pada layar TV LED tiga puluh dua inchi di pojok kamar. Acara di Animal Planet tentang proses metamorfosis kupu-kupu sama sekali tidak menarik minat gue. Suara yang muncul hanya dijadikan suara latar, supaya kamar ini tidak terlalu sepi. Pikiran gue sendiri melayang entah kemana.

Jam dinding sudah menunjukkan pukul sembilan lebih empat puluh tujuh. Sudah lewat lima belas menit ketika gue memutuskan untuk melakukan hal itu.

 

Lima belas menit yang lalu :

Gue menimbang-nimbang smartphone di tangan gue ini. Gue buka… Lanjut ta.. | 9 Comments

Draft buku..

Berasa udah seabad ga nulis di blog ini. *bersihin sarang laba-laba*

Alibi gue lagi lagi adalah kerjaan.

Banyak sekali kerjaan di kantor yang membuat gue terlalu lelah untuk menulis di malam hari. Jadi, ngupdate blog nya udah jarang. Hehe

Sedikit update, gue akhirnya telah menyelesaikan draft yang sangat kasar. Sekali lagi, sangat kasar, untuk di jadikan buku.

Buku yang berisi kumpulan tulisan di romeogadungan.com yang telah dirangkai menjadi suatu alur cerita yang memiliki benang merah. Agak susah karena tulisan gue gak punya benang merah yang bisa disatukan. Tulisan-tulisan di blog ini ibarat kepingan-kepingan pemikiran yang gue tulis seadanya. Kadang temanya bisa cinta, perpisahan, hingga cerita komedi. Ga ada yg bisa nyatuin semua itu.

Merupakan kesulitan yang luar biasa buat gue untuk menyatukan semua cerita itu… Lanjut ta.. | 3 Comments

Untuk kalian yang kangen rumah..

Pernah ngga kalian merasakan perasaan yang aneh yang muncul pada saat membuka album foto-foto lama keluarga. Meliat muka-muka tersenyum disana. Terlihat tanpa beban. Semua tertawa melihat kamera. Dan pasti ada perasaan kangen yang muncul secara tiba-tiba.

Nah, gue merasakan perasaan yang sama, setiap kali gue pulang ke rumah di Banda Aceh.

Masa lalu adalah hal yang mengerikan. Terlihat sangat dekat, tapi terasa jauh pada saat yang sama. Hal yang sama berlaku untuk rumah gue di Banda Aceh. Rumah yang di ingatan gue, masih rumah yang sama saat dulu gue tinggalkan. Ramai, hangat dan terawat.

Kini rumah itu mulai tampak kusam, sepi dan dingin. Rumput di halaman yang mulai meninggi tak terawat. Debu yang mulai terlihat di beberapa sudut, sarang laba-laba yang sudah muncul di beberapa tempat… Lanjut ta.. | 1 Comment

24..

15 April selalu menjadi hari yang menyenangkan buat gue. Ya, hari ini gue ulang tahun. Buat yang pengen tau, ulang tahun yang ke dua puluh satu. Hehe

Ngga, yang bener ke dua puluh empat. Ayo ayo mana kadonya?

Gue dibesarkan di keluarga yang tidak terlalu mementingkan perayaan ulang tahun. Bokap gue punya alibi kayak gini :

“Buat apa ngerayain sesuatu yang pasti kita alami tanpa usaha. Kita lagi tidur juga pasti ulang tahun” kata beliau diplomatis.

Beda ama hal-hal kenaikan kelas atau kelulusan SMA yang membutuhkan effort sehingga patut dirayakan.

Ada benarnya juga sih.

Jadilah gue tumbuh menjadi sosok yang gak pernah ngerayain ulang tahun. Kue ulang tahun pertama yang gue tiup itu waktu gue kerja di EY, ulang tahun yang ke dua puluh… Lanjut ta.. | 7 Comments

Tulisan yang jujur..

Ada yang aneh dengan reaksi pembaca romeogadungan setelah membaca tulisan gue tentang si Ray.

Gue cenderung kaget membaca komentar-komentar yang masuk :

Ini dari kahfi :
ini dia tulisan yang gue tunggu-tunggu dari romeogadungan, simple tapi lucu. Keren. Welcome back to comedy blogging Mr….Uhh Canibal hahaha

Sampe cekikikan gue bacanya hahahha

Moga si ray cepet ketemu culinary tour guide yang lebih manusiawi ya. Amin haha
Ini dari Dira :
HAHAHAHAHA!
My best writer is back!!!!! :D :D
kehilangan lucunya ka tirta belakangan ini *pengakuan*
tapi aku selalu setia kak *loyal reader*
gut gut gut! poinnya 100 plus 15 karena saya editor yang baik.

btw, apa coba hubungannya taat bayar pajak sama

Duta kuliner Indonesia..

Di kantor gue, sedang berlangsung satu proses audit regular yang rutin dilakukan setiap tahun. Gue tergabung dalam tim audit ini. Selain gue dan beberapa orang lainnya, ada seorang bule yang dari kantor pusat di Texas yang tergabung sebagai anggota tim ini.

Namanya Ray, orangnya gemuk gempal. Saking gemuknya, Ray ga punya leher. Dari kepala langsung bahu, mungkin waktu Tuhan bagi-bagi leher dia gak dateng. Dia mirip karakter Po di film Kungfu Panda.

Dia orangnya ramah dan lucu. Untuk Ray, ini adalah pengalaman pertamanya berkunjung ke Indonesia.

Dan sosok Ray ini adalah tipe-tipe yang cukup adventurous untuk masalah makanan. Ngga seperti bule-bule di kantor yang makannya roti, Ray cukup berani mencoba makanan berbumbu dari Indonesia.

Padahal, untuk orang-orang bule yang perutnya lemah dan ngga terbiasa makan makanan… Lanjut ta.. | 14 Comments

Butuh..

Gue adalah salah satu korban Hollywood.

Sebagai penikmat film, mungkin inilah salah satu kerugian yang harus gue terima. Terpapar oleh mimpi-mimpi yang dijual dalam setiap film.

Sejak kecil, film-film Hollywood telah merasuki pikiran gue. Cinta dan romantisme ala layar lebar selalu menjadi barometer buat gue bagaimana hidup seharusnya.

Dan gue ingin seperti itu. Meniru romantisme picisan yang banyak dijual para sutradara.

Gue selalu berpikir kalo manusia akan jatuh cinta selamanya.

Dan ketika manusia jatuh cinta, akan ada peri-peri kecil di udara, bintang-bintang kecil bermunculan, rasa mual yang hinggap di dalam perut, gregetan yang selalu ada, persis seperti yang  disajikan di film-film Holywood.

Dan mungkin dengan bertambahnya usia, akhirnya gue mulai menyadari satu hal.

Hidup kadang ngga seindah itu. In life, shit happens.

Review : The Raid..

Beberapa hari di belakang, film The Raid happening banget di twitter. Semua orang ngomongin film ini. Membuat gue merasa gue harus membuat reviewnya.

Sabtu kemarin,  gue nonton di Blitz Megaplex di Grand Indonesia. Begitu nyampe disana, ternyata The Raid memang menjadi tujuan utama orang menonton bioskop hari itu. Tiket hampir sold out, antrian tiket panjang mengular, mungkin semakin diperparah efek malem minggu.

Tiket Auditorium 1 di Blitz (yang sepertinya adalah auditorium terbesar di Blitz Grand Indonesia), sudah ditangan, saatnya menonton film yang  memenangkan beberapa award di Toronto International Film Festival.

Gue ada penikmat film action, dan kehebohan orang-orang di twitter, membuat gue berekspektasi tinggi terhadap film ini.

Dan setelah selesai menonton, ada beberapa hal yang… Lanjut ta.. | 8 Comments

Dilema..

Bulan Maret, untuk seorang jongos berdasi macam gue ini, adalah saatnya untuk melapor pajak. Bukan bayar, tapi cukup lapor. Mengirimkan SPT bukti pemotongan pajak tiap bulan dari gaji ke kantor pajak.

Bagi beberapa orang, momen-momen seperti ini menjadi momen sakit hati, dimana kita menyadari bahwa ternyata jumlah pajak yang sudah dibayarkan ke negara cukup besar.

Agak miris, karena dengan telah membayar pajak harusnya fasilitas publik yang kita terima sudah baik atau setidaknya layak. Fasilitas kesehatan, pendidikan murah, trotoar yang baik, angkutan umum yang nyaman. Harusnya pajaknya lari kesana. Tapi sekarang? Sekolah mahal, sakit harus bayar sendiri, angkutan umum buruk, trotoar penuh oleh orang jualan.

Nah, akibat pindah kerja ditengah taun lalu, pajak tahunan gue ternyata kurang bayar. Perhitungan nya salah.

PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) gue… Lanjut ta.. | 8 Comments

Jerami..

Gue adalah orang kampung.

Yang sekarang hidup di kota besar.

Kadang, kekampungan gue keluar tanpa gue sadari. Mulai dari logat Sumatera ampe kelakuan-kelakuan norak gue. Dan semua itu memang sengaja ngga akan gue hilangkan, karena ini adalah sebagian bentuk kecintaan gue terhadap kampung gue.

Salah satu ikatan gue terhadap kampung halaman.

Dan belakangan ini, gue merindukan kampung halaman gue.

Gue kangen Aceh.

Dulu waktu gue SMP, hidup di Aceh terasa lebih sederhana.

Sekolah, naek gunung atau maen sepeda.

Berbeda dengan anak-anak kota besar yang akrab dengan mall, video games dan alat-alat elektronik, anak-anak di daerah cenderung lebih dekat ke alam.

Dan kini gue kehilangan aktivitas-aktivitas yang bisa gue lakukan waktu kecil dulu. Gedung-gedung bertingkat yang dulu selalu gue idam-idamkan sewaktu kecil… Lanjut ta.. | 6 Comments