cerita tirta

Ambil positifnya aja.

Well, sejak gue sakit, banyak nasehat yang gue dapat dari orang-orang yang datang menjenguk.

“Diambil positifnya aja, Ta” adalah nasihat yang paling umum gue terima.

Sebenarnya agak susah sih mencari hal positif dari sebuah penyakit langka yang membuat lumpuh selama berbulan-bulan. Gue nggak terlalu suka dengan kegiatan mencari alasan ini. Menjadi hal yang sangat Indonesia sekali. Mencoba mencari hikmah di balik sebuah peristiwa.

Rumah dirampok tapi masih aja ngomong “Untung cuma barang yang ilang!”

Atau ketika kena tabrakan beruntun, ngomongnya “Untung cuma patah kaki!”

Maybe that’s why everything happens for a reason. Because we are always making excuses.

Tapi tampaknya mereka benar, kali ini mungkin gue harus mengambil positifnya. Biar nggak stress sendiri. Sedikit memutar otak, gue berusaha menuliskan hal-hal positif yang gue dapat… Lanjut ta.. | 3 Comments

Marah

Hari ini adalah bulan ke sembilan sejak gue didiagnosa GBS.

Buat gue pribadi, ini adalah periode paling lama gue sakit. Biasanya gue hanya kena demam, flu atau nggak enak badan aja. Penyakit-penyakit yang akan hilang dengan istirahat dalam 2-3 hari.

Selama sembilan bulan ke belakang, hari-hari gue diisi oleh latihan berjalan, tidur yang tidak nyenyak, kesulitan untuk buang air kecil/besar, dan level stress yang sangat tinggi.

Nggak banyak yang tau, penyakit ini jauh lebih menyerang sisi emosional daripada fisik penderitanya.

Semua kesakitan fisik mungkin akan lewat setelah 1-2 bulan pertama, dimana sesi-sesi MRI, puluhan jarum suntik menusuk kulit dan tulang belakang, setruman-setruman listrik untuk mencari impuls saraf, telah selesai.

Selanjutnya adalah penyakit emosionalnya.

Anger, frustration, sadness, hopeless, combined into one.

Bulan ke… Lanjut ta.. | 18 Comments

Fuck you, 2016

Holy shit, 2016!

Itu adalah kata pertama gue buat tahun ini.

Seperti biasanya, setiap akhir tahun, gue selalu membuat satu tulisan yang bertujuan untuk melihat ke belakang. Mengingat kembali apa-apa saja yang sudah gue lakukan dan belum gue lakukan.

Biasanya, di setiap penghujung tahun, gue selalu mempunyai banyak kenangan manis untuk dituliskan, yang membuat gue merasa “hmm, tahun ini nggak jelek nih!”

Liat aja contoh tulisan gue tahun lalu, gue bisa mencoret banyak hal dari bucket list gue. Mulai dari selesai kuliah S2, menerbitkan buku, hingga berhasil melakukan eurotrip pertama gue.

Gue menutup tahun 2015 dengan sangat bahagia dan siap untuk menyambut tahun 2016.

Tapi kenyataannya berkata lain, 2016 fucked me up!

Ketika tahun lalu gue menjalani hidup dengan sangat bahagia, tahun… Lanjut ta.. | 62 Comments

Pit Stop

Pernah gak ngerasain ketika lagi nyetir dan sedang mencari alamat, kita terpaksa minggir dulu, ngecilin suara dari radio di dalam mobil demi bisa lebih fokus dan konsentrasi.

Pernah?

Oke, gue nggak sendirian.

Gue baru nyadar ternyata hidup sama seperti nyetir mobil tadi. Cuma skalanya menjadi jauh lebih besar.

Oke kita mulai dari awal biar nggak bingung.

Dalam menjalani hidup, gue selalu membuat checkpoints pribadi. Tujuan hidup gue yang terdengar sangat besar, gue pecah menjadi beberapa tujuan kecil agar terlihat lebih achievable.

Ya supaya lebih sederhana aja, dan nggak ngerasa takut duluan.

Target-target inilah yang gue sebut checkpoints. Sama seperti balapan, biasanya gue akan ‘istirahat’ sebentar di checkpoints lalu kembali melanjutkan perjalanan.

Checkpoints ini bentuknya bisa berupa hal-hal sederhana seperti lulus kuliah, mendapat… Lanjut ta.. | 12 Comments

Persistent

Beberapa hari yang lalu, gue mendapatkan sebuah pertanyaan di tab question ask.fm gue.

“Kak, ajarin aku tentang saham dong yang simple. Udah baca di internet tapi nggak ngerti.”

Gue hanya bisa menghela napas setiap kali menerima pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Udah? Gitu aja ya? Sekali baca, nggak ngerti langsung minta orang lain buat ngejelasin secara mudah.

Gue tau kalau mayoritas pembaca blog gue ini dan followers di social media gue umurnya di bawah gue. So, let me tell you something.

Gue bukan bermaksud bersikap sombong atau riya, tapi gue mencoba untuk memberikan satu sundut pandang yang berbeda dalam meraih sebuah cita-cita. Yang berasal dari pengalaman pribadi yang gue punya.

Kalau ada satu hal yang gue percaya di dunia ini selalu terbukti benar, itu adalah kerja keras… Lanjut ta.. | 6 Comments

Buku Romeo Gadungan : Update

Sudah hampir tiga bulan sejak buku gue yang paling baru (Romeo Gadungan) terbit. Berbagai kritik, komen, pujian dan review sudah gue terima.

Dan senang rasanya, buah pikiran, pengalaman dan imajinasi gue berhasil disukai oleh orang lain. Hingga detik ini, mengetahui bahwa ada orang-orang yang rela mengeluarkan uang untuk membeli karya kita, adalah salah satu perasaan paling menyenangkan buat gue.

Oleh karena itu, gue mendedikasikan postingan ini untuk orang-orang yang sudah membeli dan membaca buku gue.

Dan buat yang belum baca, review nya sudah ada di Goodreads. Sekarang buku gue sudah tersedia di seluruh Indonesia dengan data sebar sebagai berikut.

Dan untuk yang ingin membeli on-line, bisa di toko buku-toko buku online di postingan yang ini. Dan untuk yang sedang berada di luar… Lanjut ta..

Nyetrum

“Yah, apa yang bikin ayah pengen menikah dulu ama bunda?”

Gue langsung menanyakan hal itu kepada ayah, ketika dia masuk ke kamar gue. Random memang. Tapi gue punya alasan tersendiri.

Sejak gue sakit, kami memang memiliki banyak waktu untuk mengobrol daripada saat gue sehat. Jarak dan kesibukan yang memisahkan sering membuat kami jarang memiliki ‘father and son conversation’.

Kalau dipikir-pikir, mungkin ini salah satu hal positif dari penyakit gue kali ini. Gue menjadi punya banyak waktu untuk menanyakan hal-hal yang selama ini nggak pernah gue tanyakan tapi sebenarnya gue penasaran.

Jujur aja deh.

Kapan terakhir kali kita benar-benar mengobrol dengan orang tua kita? Sekadar memberikan perhatian kepada mereka. Menanyakan kesehatan mereka. Atau membahas hal-hal yang sebenarnya pengen kita tanyakan tapi nggak pernah sempat karena kita… Lanjut ta.. | 2 Comments

Ikhlas saja..

Seperti yang sudah pernah gue tulis sebelumnya, efek paling mengganggu dari penyakit GBS ini adalah sisi emosionalnya.

Proses terjadinya penyakit ini yang begitu cepat berbanding terbalik dengan proses penyembuhan yang sangat memakan waktu.

Gue juga mengalami fase-fase ini. Ada kalanya gue akan merasa sangat emosional, sedih, dan stress karena kepikiran penyakit. Muncul kekhawatiran kalau gue nggak akan sembuh dan akan menghabiskan sisa hidup gue seperti ini.

Fase-fase ini dipenuhi ketakutan, dan sangat sulit bagi gue untuk berpikir positif jika sedang dalam situasi seperti itu.

Kadang, gue menceritakan hal ini kepada ayah gue.

“Yah, gimana ya? Abang bisa sembuh, nggak?”

“Ya bisa lah. Pasti bisa, sekarang abang ikhlas aja. Allah nggak ngasih cobaan di luar kekuatan hamba-Nya. Ikhlas aja” ayah gue mengulang kalimatnya.… Lanjut ta.. | 17 Comments

Rinjani – Selangkah demi selangkah

Beberapa minggu sebelum sakit, gue sempet naik Gunung Rinjani. Buat gue, ini adalah pengalaman pertama naik gunung di Indonesia. Sebelumnya gue nggak pernah mendaki gunung apapun.

Jadi pengalaman gue dalam hal ini benar-benar minimal.

Tapi seperti banyak hal lain yang gue coba cuma berdasarkan niat dan rasa sotoy (lari 10k, bikram yoga, aerobik), maka gue meng-iyakan ajakan teman-teman kantor untuk menaklukkan Rinjani, gunung berapi tertinggi ke dua di Indonesia.

 

Dari Lombok, kita langsung menuju desa Sembalun, salah satu dari dua entry untuk mendaki Rinjani. Beberapa porter yang kami sewa, membawakan hampir semua keperluan logistik yang kami butuhkan. Tenda, makanan, air minum, hingga snack selama pendakian. Para wisatawan pendaki dari Jakarta ini tidak perlu repot memikirkan dan membawa logistik.

Kami… Lanjut ta.. | 20 Comments

PO : Buku Romeo Gadungan

Hello guys,

Seperti yang sudah gue tulis di postingan sebelumnya, buku gue selanjutnya udah bisa dibeli.

Proses pre-order nya mulai dari tanggal 17 Agustus, ampe 31 Agustus 2016. Ada diskon 20% untuk penjualan melalui pre-order ini. Dan setiap bukunya, ada bonus sticker yang gak bakalan ada kalau beli di toko buku fisik kayak Gramedia dkk.

Bukunya sendiri baru akan masuk Gramedia dkk di awal bulan September 2016, dan untuk teman-teman di luar pulau Jawa ada tambahan 1-2 minggu untuk proses distribusi.

Jadi, mendingan beli via PO ini. Lebih cepat dan lebih murah.

Caranya gimana?

Penjualan PO akan dilayani melalui beberapa toko buku online seperti berikut.

Bukabuku.com

Bukubukularis.com

Bukukita.com

Republikfiksi.com

Bukuplus.com