Sejak terlibat dalam proses penulisan #Traveloveing2 (novel pertama yang gue tulis, bagi kalian yang belum tau), gue menyadari suatu hal.

Berkarya itu susah!

Berkarya kadang jauh lebih susah dari bekerja. Ketika bekerja,  kadang bahan mentahnya udah ada. Datanya sudah ada, atau sudah disediakan oleh orang lain. Tinggal dibawa mikir dan voila…this is it! Ada alur rutin dalam bekerja yang biasa terjadi seperti dibawah ini.

Input -> Proses -> Output

Tapi dalam berkarya, terutama dalam hal-hal yang kreatif, terkadang inputnya belum ada. Flownya kadang berubah drastis menjadi.

Input (blank) -> Bengong -> Ngupil -> Inget deadline -> Nangis di pancuran.

Oh God why..

Oh God why..

Kembali ke proses menulis #Traveloveing2, gue menghabiskan waktu berjam-jam untuk proses menulis bagian gue di novel itu. Setelah balik dari kantor, gue biasanya langsung buka laptop lagi hingga tengah malam. Trying to squeeze that creative juice out from my head.

Proses ‘tulis-baca-tulis-ulang’ telah berkali-kali gue lakukan demi mengejar kata kesempurnaan. Tapi bagaimanapun kerasnya gue berusaha, karya itu jauh dari kata sempurna. Masih ada aja celah atau cacat meskipun telah gue tulis berulang-ulang.

Kadang, demi memperbaiki satu halaman saja, gue harus melamun berhari-hari. Menatap layar microsoft word yang putih bersih selama berjam-jam, hingga menghayal di kamar mandi selama proses eksresi berlangsung.

Melamun…tulis..baca..tulis ulang..baca…tulis.. gitu terus ampe kiamat.

Arrrghhhh..

Arrrghhhh..

Dan gue yakin, proses orang lain untuk berkarya jauh dari apa yang sudah gue lakukan. Dan kebayang kan kalo hasil kerja keras itu dibajak atau dipalsukan?

Sekarang, sembilan puluh sembilan persen lagu di iTunes gue adalah bajakan. Tapi gue berniat untuk berhenti dan mulai membeli.

Gue mulai bisa merasakan betapa pedihnya perasaan seorang seniman/penulis/musisi ketika tau hasil kerja kerasnya telah dibajak dan disebar luaskan secara ilegal.

Gue cukup beruntung mengetahui bahwa mata pencarian gue masih belum berasal dari dari menulis. Sejauh ini menulis masih termasuk hobi, yang jika menghasilkan uang, maka itu hanya efek samping dari hasil kepuasan yang gue dapatkan.

Gimana jadinya jika berkarya adalah satu-satunya cara untuk mereka mencari makan?

Makanya dengan tulisan ini, gue ingin mengajak para pembaca gue, untuk memulai membeli sesuatu  yang original (jika mampu). Berhenti mendownload musik bajakan, berhenti jailbreak aplikasi di smartphone (Beli gadget jutaan mampu, aplikasi cuma ceban kok memilih bajakan. Kayak beli mobil Alphard, tapi bensinnya premium.)

Terutama, beli novel yang original. Apalagi novel gue pas terbit nanti. Muahahahahaha. #promocolongan.

Bukan masalah sok kaya atau munafik, hanya sebagai bentuk menghargai hasil kerja keras orang lain.

Jadi mulai sekarang, beli original yuk?

 

respect the artist

respect the artist!