Kenapa gue menulis buku?

Pertanyaan diatas sering gue tujukan ke diri gue sendiri. Sebelum ada orang lain yang menanyakannya.

Buat gue pribadi, ada beberapa alasan kenapa gue menulis buku.

1. Scripta manent, Verba Volant. (spoken words fly away, written words remain)

Sejak gue rutin nulis di romeogadungan.com ada kekhawatiran tersediri terhadap tulisan tulisan gue. Blog ini pernah di hack. Sempet panik karena gue ngga mem-back up tulisan-tulisan gue. Untungnya ga lama, blog ini kembali pulih. Dan dengan pengetahuan IT gue yang sekelas amoeba, gue sangat khawatir kalo terjadi sesuatu ama tulisan-tulisan yang ada di blog ini.

Mulai dari server down, eror dalam template blog nya, hingga di copy paste oleh orang lain.

Jadi, mending dibukukan kali ya.

2. Achievement

Nerbitin buku masuk di Bucket List gue. Ini salah satu alasan kenapa pengen nulis buku. Memenuhi ego pribadi agar ambisi sejak masa kecil terpenuhi. Sesederhana itu.

3. Cita-cita.

Di rumah gue, ada sebuah rak besar setinggi 3 meter. Isinya macem macem, mulai dari tempat tv, kristal-kristal punya nyokap hingga rak berisi album-album foto keluarga. Sebagian besar lemari itu juga berisi buku-buku bokap gue. Mulai dari yang buku pemikiran Islam yang berat, majalah Tempo atau Gatra, biografi tokoh-tokoh dunia, hingga selipan beberapa edisi komik doraemon milik adek gue.

Masa SMP dan SMA adalah masa dimana gue selalu menghanyutkan diri dalam tumpukan buku-buku ini sepulang sekolah. Dan setiap kali selesai membaca buku, gue selalu berandai andai, kalau gue akan menjadi penulis. Dan mengisi lemari itu dengan buku gue.

Semakin kesini, setiap masuk ke Gramedia, membaca buku-buku yang dipajang disana, membuat cita-cita itu semakin bulat. Bahwa suatu hari nanti, buku gue akan terbaring manis di salah satu rak toko buku itu.

4. Sensasi membaca.

Sejak gue punya Ipad gratisan hasil menang lomba nulis, gue langsung mendownload ratusan ebook dari temen gue. Tujuannya adalah agar bisa membaca novel dimana dan kapan saja.

Kalo ditotal ada sekitar 600 judul ebook yang gue simpen di Ipad. Mulai dari novel berbahasa inggris hingga majalah. Belum lagi ratusan edisi komik hasil donlotan dari internet.

Sudah berapa yang selesai gue baca? Belum satu pun.

Ntah kenapa, gue gak pernah selesai baca novel versi digital. Meskipun praktis, tapi ga menyenangkan. Ada sensasi unik yang muncul ketika kita membuka sampul plastik buku yang baru dibeli. Perasaan yang menyenangkan ketika membalik halaman demi halaman yang di baca, timbul akibat gesekan jari-jari di kertas. Hingga perasaan sedih yang muncul ketika halaman terakhir dari sebuah buku bagus telah selesai di baca.

I can’t be the only one right?

Dan ternyata benar, gue masih inget betapa pembaca gue yang bilang bahwa dia mengcopy tulisan-tulisan favorit nya dari blog gue, dan di print supaya bisa dibaca berulang-ulang.

Dan mendengar cerita itu membuat gue membulatkan niat.

Tulisan gue harus dijadiin buku.

Dan sekarang, semoga bisa menjadi kenyataan.