Archive for April, 2017

Minyak Babi

Beberapa waktu yang lalu, adek gue bertanya ke gue sepulang sekolah.

“Bang, keefsi digoreng pake minyak babi ya?”

“Hah? Kata siapa?”

“Kata guru di sekolah”

“Nggak ah kayaknya. Nggak mungkin pake minyak babi. Kalau iya, pasti udah heboh se-Indonesia.” kata gue.

Dan beberapa minggu yang lalu, gue juga nanya ke sepupu gue.

“Eh, di sini udah ada JCo belum sih?”

Sejak merantau gue memang kurang mengikuti perkembangan kampung halaman gue ini. Dan setelah 12 tahun merantau, baru kali ini gue menetap cukup lama di rumah. Biasanya gue cuma pulang beberapa hari untuk mudik.

“Udah kok! Tapi emangnya mau beli?” jawab sepupu gue.

“Emang nya kenapa? Lagi pengen makan donat nih.”

“Kan pake minyak babi tuh!”

Gue mengernyit heran. Kenapa… Lanjut ta.. | 14 Comments

Sakit itu tumbuh.

Waktu gue kecil dulu, entah karena punya orangtua yang males menenangkan anaknya atau gimana, gue selalu punya mantra untuk setiap kesakitan yang gue rasakan.

“Kalau sakit itu tumbuh” itu yang diajarkan Bunda.

Mantra ini bisa dipakai di segala kondisi, mulai dari nangis karena kaki kepentok meja hingga kegigit cabe waktu makan Indomie.

Serius.

“Huaaa, Bundaaaaa. Adek kegigit cabe.” kata gue merengek ke Bunda sekali waktu.

“Iya, gpp. Itu tandanya udah mau gede.”

Dan sejak itu, doktrin kuat-makan-cabe-adalah-syarat-untuk-cepat-gede masuk ke dalam otak gue.

Dan untuk seorang anak kecil, yang postur tubuhnya kayak anak kurang gizi, maka ingin cepat tumbuh besar adalah mimpi gue.

Dan sejak saat itu pula, gue suka makan makanan pedas. Rela menahan sensasi terbakar demi ingin tumbuh.

Waktu… Lanjut ta.. | 9 Comments

Dua Puluh Sembilan

Suasana kamar hari ini lebih sepi dari biasanya. PS4 yang baru gue beli, malam ini kehilangan daya tariknya.

Dengan sedikit bersusah payah, tangan kiri gue meraih pegangan kursi roda yang sengaja diletakkan di sebelah tempat tidur.

Napas gue sedikit tersengal ketika gue menarik badan untuk duduk. Kegiatan sesederhana bangkit dari tidur kini berubah menjadi lebih susah dari biasanya sejak gue lumpuh tahun lalu.

Kaki ternyata selama ini bertugas menjadi penyeimbang ketika kita ingin bangkit dari posisi tidur. Gue baru tau ini.

Meskipun sudah jauh lebih baik, kondisi gue belum kembali seperti semula. Penyembuhan gue memakan waktu sedikit lebih lama dari cerita GBS survivor lain yang pernah gue baca.

Tangan kanan gue meraih laptop yang dari tadi tergeletak di atas tempat tidur. Laptop gue agar… Lanjut ta.. | 30 Comments