Archive for February, 2017

Ambil positifnya aja.

Well, sejak gue sakit, banyak nasehat yang gue dapat dari orang-orang yang datang menjenguk.

“Diambil positifnya aja, Ta” adalah nasihat yang paling umum gue terima.

Sebenarnya agak susah sih mencari hal positif dari sebuah penyakit langka yang membuat lumpuh selama berbulan-bulan. Gue nggak terlalu suka dengan kegiatan mencari alasan ini. Menjadi hal yang sangat Indonesia sekali. Mencoba mencari hikmah di balik sebuah peristiwa.

Rumah dirampok tapi masih aja ngomong “Untung cuma barang yang ilang!”

Atau ketika kena tabrakan beruntun, ngomongnya “Untung cuma patah kaki!”

Maybe that’s why everything happens for a reason. Because we are always making excuses.

Tapi tampaknya mereka benar, kali ini mungkin gue harus mengambil positifnya. Biar nggak stress sendiri. Sedikit memutar otak, gue berusaha menuliskan hal-hal positif yang gue dapat… Lanjut ta.. | 11 Comments

Marah

Hari ini adalah bulan ke sembilan sejak gue didiagnosa GBS.

Buat gue pribadi, ini adalah periode paling lama gue sakit. Biasanya gue hanya kena demam, flu atau nggak enak badan aja. Penyakit-penyakit yang akan hilang dengan istirahat dalam 2-3 hari.

Selama sembilan bulan ke belakang, hari-hari gue diisi oleh latihan berjalan, tidur yang tidak nyenyak, kesulitan untuk buang air kecil/besar, dan level stress yang sangat tinggi.

Nggak banyak yang tau, penyakit ini jauh lebih menyerang sisi emosional daripada fisik penderitanya.

Semua kesakitan fisik mungkin akan lewat setelah 1-2 bulan pertama, dimana sesi-sesi MRI, puluhan jarum suntik menusuk kulit dan tulang belakang, setruman-setruman listrik untuk mencari impuls saraf, telah selesai.

Selanjutnya adalah penyakit emosionalnya.

Anger, frustration, sadness, hopeless, combined into one.

Bulan ke… Lanjut ta.. | 19 Comments