Archive for September, 2015

Aberdeen Mengubahku

Tinggal dan belajar di Aberdeen mungkin sejauh ini menjadi salah satu fase dalam hidup gue yang paling menarik. Berbeda aja rasanya dari semua fase hidup lain yang sudah gue jalani. Menghabiskan waktu SD di Medan, SMP dan SMA di Banda Aceh, kuliah di Bandung hingga kerja di Jakarta.

Ada beberapa aspek yang berubah dari gue dan sudut pandang gue selama tinggal di Aberdeen.

Mungkin untuk yang membaca tulisan ini, sebagian akan terasa sangat remeh, tapi buat gue pribadi, hal itu menjadi hal yang lumayan signifikan.

Beberapa hari yang lalu, gue melakukan sedikit self-reflection dan kepikiran untuk membuat sebuah postingan blog untuk hal ini. Melihat kembali hidup gue setahun ke belakang, dan menyadari ada beberapa hal dalam hidup gue yang berubah, mulai dari hal-hal yang nggak penting ke hal-hal… Lanjut ta.. | 20 Comments

Paspor

Waktu gue kecil dulu, rasanya gue susah sekali untuk pergi jalan-jalan. Tidak ada cerita tentang liburan mengunjungi nenek di desa. Kalau gue ingin mengunjungi nenek, gue cukup pergi ke kamar belakang. Nenek gue memang tinggal bersama keluarga kami.

Oleh karena itu, rasanya susah sekali buat gue untuk menulis cerita-cerita liburan setiap pelajaran mengarang di awal caturwulan. Imajinasi gue terbatas, hanya bisa melihat dunia dari sebuah layar kaca di ruang keluarga.

Dan sejak itulah, gue bermimpi melihat dunia.

Tumbuh dan besar di salah satu propinsi paling ujung di Indonesia membuat gue semakin ingin keluar dan berpetualang. Melihat tempat-tempat yang selama ini cuma bisa gue bayangkan. Tapi kok rasanya susah sekali. Faktor jarak, umur dan biaya sepertinya menjadi penghalang utama.

Dan mimpi itu mulai terwujud sejak gue berhasil… Lanjut ta.. | 16 Comments

Gak Enaknya Kuliah di Luar Negeri

Ini topik yang jarang banget diangkat orang lain yang studi di luar negeri. Semua pasti cerita tentang seru-serunya doang, seolah studi di luar negeri itu semuanya menyenangkan.

Foro-foto keren di Instagram atau Path, status-status yang seolah bikin sirik, keluhan-keluhan yang terasa pamer? Tapi benarkah demikian?

Beberapa hari yang lalu, gue membaca curhatan teman yang melintas di timeline Twitter gue yang bagus banget. Yang gue rasa sayang banget kalau cuma dilewatkan. Namanya Ghina, dia sedang menempuh pendidikan postgraduate-nya di Aarhus University di Denmark.

Gue cuma bisa mengangguk setuju dengan beberapa poin yang dia buat. Jadi gue minta dia untuk menuliskan apa yang biasanya dirasakan oleh mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di luar negeri, me included. Sisi lain yang membahas gak enaknya kuliah di luar negeri.

Dan setelah sekian lama… Lanjut ta.. | 12 Comments