Archive for March, 2015

Salmon dan Garam

“Itu ikannya ditaro lemon ama garam duluuuu… biar gak amis.” dia memarahi gue.

Karena skill memasak gue emang hampir mendekati nol, gue cuma diam dan menuruti apa katanya. Dan dia adalah satu-satunya yang punya cukup kesabaran untuk mengajari gue cara memasak.

Sejak kuliah di sini, gue mau nggak mau harus belajar memasak. Selain harga makanan yang lebih mahal dan menyiksa uang beasiswa gue, perut gue sepertinya tidak bisa mentolerir lagi makanan-makanan bule yang tersedia.

Burger, pizza, atau pasta sudah tidak bisa lagi gue terima. Berat badan gue susut beberapa kilogram sejak tiba di sini. Jadi, belajar memasak adalah opsi yang paling logis yang bisa gue lakukan.

“Nantinya apinya jangan kegedean ya..” ujarnya mengingatkan.

“Siap chef!” ujar gue singkat.

Jemari gue sibuk melumuri… Lanjut ta.. | 7 Comments

Tipe-tipe pelajar di Aberdeen

Setelah hampir tiga bulan kuliah di sini, gue mulai bisa memahami krakter orang-orang dari setiap negara.

Perbedaan budaya tenyata bisa menjadi gap yang sangat besar dan butuh pengrtian lebih untuk saling mengerti karakteristik masing-masing orang. Hidup di lingkungan yang majemuk benar-benar jadi tantangan yang menarik buat gue.

Dengan kuliah di Aberdeen, gue mendapat kesempatan ini. Mayoritas siswa postgraduate di kampus gue emang mahasiswa internasional. Hampir nggak ada satu pun negara yang mendominasi di semua kelas yang sudah gue ambil.

Misalnya kelas Leadership Challenge yang baru gue selesaikan kemarin. Dari hampir seratus ribu dollar siswa yang mengikuti kuliah itu, mereka datang dari negara-negara yang berbeda. Ada hampir tiga puluh negara yang berpartisisapi mengirimkan siswanya ke kelas gue.

Ketika dalam kondisi mengantuk dan nggak konsen (yang biasanya akibat… Lanjut ta.. | 10 Comments

Kangen Indonesia

Setelah hampir tiga bulan meninggalkan Indonesia, beberapa hari ini gue homesick. Bukan, ini bukan homesick kangen keluarga. Tapi homesick kangen Indonesia.

Gue yang biasanya sedikit apatis terhadap nasionalisme semu, tapi beberapa ini gue malah mendadak cengeng terhadap Indonesia.

Dan beberapa hari lagi, PPI Aberdeen bakal bikin Wonderful Indonesia. Sebuah acara malam Indonesia yang terbuka untuk umum. Tujuannya agar memperkenalkan Indonesia ke orang-orang di Aberdeen.

Dan dengan adanya acara ini malah bikin gue kangen Indonesia.

Ntah kenapa, berada jauh dari Indonesia malah membuat rasa nasionalisme semakin tinggi. Rasanya rindu sekali dengan Indonesia. Makanannya, keramahannya, senyum orang-orangnya.

Ini seolah menjelaskan kenapa nggak banyak orang Indonesia yang merantau dan menetap di luar negeri. Rata-rata orang Indonesia yang sekolah ke luar negeri akan selalu kembali ke Indonesia. Tidak seperti… Lanjut ta.. | 2 Comments