Archive for February, 2015

Berbagi Dunia

Di Aberdeen, gue tinggal di Hillhead Flats, suatu akomodasi yang disediakan pihak kampus. Sebenarnya selain Hillhead, ada beberapa jenis akomodasi kampus yang tersedia. Beberapa letaknya lebih dekat, cuma sekitar lima menit berjalan kaki dari dan menuju kampus.

Karena gue masuk di bulan Januari, sebagian besar akomodasi yang dekat dengan kampus tadi sudah penuh. Yang tersedia cuma Hillhead Flats yang berada dua puluh menit dari kampus jika berjalan kaki.

Tapi malah Hillhead Halls adalah tempat tinggal utama bagi sebagian besar mahasiswa yang kuliah di University of Aberdeen. Jauh lebih ramai dari akomodasi kampus lainnya.

Di tempat ini, terdapat beberapa bangunan semacam apartement yang dibagi-bagi untuk tempat tinggalnya. Setiap flat biasanya terdiri dari lima kamar tidur, dua kamar mandi, satu dapur yang luas yang juga berfungsi sebagai communal area

Capek jadi pendukung Jokowi.

Sejak tulisan gue yang ini, banyak yang menduga dan mencap gue sebagai Jokowers, Pasukan Nasi Bungkus atau apapun gelar yang diberikan kepada para pemilih Jokowi oleh (biasanya) para pendukung Prabowo.

Nggak masalah buat gue, karena di pilpres yang lalu, gue memang mendukung Jokowi-JK di antara pilihan yang ada. Semua alasannya sudah gue jabarkan di tulisan tadi di atas. Gue rasa alasan-alasan gue cukup logis kok (Kalau belum baca, coba baca dulu gih!)

Tapi makin ke sini, gue makin ngerasain susahnya jadi pendukung Jokowi-JK pada pilpres yang lalu (gue sengaja meletakkan keterangan waktu di kalimat itu).

Gue capek jadi pendukung Jokowi.

Bukan karena menyesal udah mendukung dan memilih mereka, tapi karena lelahnya melihat kebencian yang disebarkan orang-orang yang tidak memilih Jokowi kemarin.

Iya, kebencian. Let me explain.

Gue bukannya memuja pemerintahan Jokowi-JK, tapi… Lanjut ta.. | 14 Comments

Salju

Meskipun tidak merayakan Natal, dulu gue selalu menunggu datangnya libur Natal. Liburan Natal buat gue selalu identik dengan film kartun dan film keluarga yang akan diputar di stasiun televisi swasta.

Biasanya, gue akan menghabiskan hari libur Natal itu dengan tidak pergi kemana-mana. Hanya berdiam di depan TV sepanjang hari. Film-film Natal akan ditayangkan di TV secara berurutan dan gue adalah salah satu penonton setianya.

Dari semua film itu ada satu hal yang menjadi benang merahnya. Hal yang menarik perhatian gue sampai kadang lupa untuk mandi.

Salju.

Ya, liburan Natal buat gue selalu identik dengan salju. Dan sejak itulah, gue selalu memikirkan bagaimana rasanya salju.

Merasakan serpihan salju putih bersih yang turun dari langit sepertinya cuma sebatas impian buat gue. Lahir dan tumbuh besar di propinsi… Lanjut ta.. | 5 Comments