Archive for April, 2014

Camping VIP di Sukabumi

Beberapa waktu yang lalu, gue menghabiskan long weekend dengan cara yang sedikit berbeda. Cara yang agak gak lazim. Bukan, gue gak menghabiskan liburan gue dengan menyamar jadi supir metromini kayak salah satu capres.

Gue menghabiskan liburan gue kali ini dengan…camping!

Berbeda dengan kebanyakan orang yang gue kenal, gue gak pernah camping sebelumnya. Maklum aktivitas sebagai model papan atas pegawai kantoran terlalu menyita waktu gue untuk mencoba camping.

Jadi begitu diajakin camping, gue langsung bersemangat dan mencari pohon terdekat untuk gue panjat dan berteriak :

THIS IS SPARTAAAAA!!

Ini akan menjadi pengalaman camping pertama gue.

Dalam benak gue, camping kali ini akan menjadi peristiwa yang penuh petualangan buat. Dari kosan gue sudah menyiapkan barang-barang yang sepertinya akan gue perlukan selama disana. Obat-obatan, tolak angin, popmie, obat… Lanjut ta.. | 9 Comments

Dua puluh enam

Lima belas April telah datang lagi.

Seperti halnya tulisan tahun lalu, gue sepertinya merasa wajib untuk kembali menuliskan postingan khusus ulang tahun. Sebagai sebuah landmark dimana gue bisa melewati sebuah angka dalam hidup.

Lima belas april dua ribu empat belas.

Seperempat abad telah berhasil gue lewati, dan sekarang sepertinya gue sudah layak menuliskan apa yang dimaksud dengan quarter life crisis versi gue.

Sebelumnya gue sama sekali tidak percaya dengan yang namanya quarter life crisis.

“Apa itu quarter life crisis?! Cuma jualannya majalah dan psikologi murahan.”

Tapi ketika menginjak umur dua puluh lima, akhirnya gue percaya kalau fase itu memang ada.

Menurut gue, quarter life crisis adalah masa dimana lo harus banyak mengambil keputusan. Masa dimana lo tidak terlalu tua, tapi tidak bisa lagi… Lanjut ta.. | 11 Comments

Cinta Agus

Namaku Agus.

Aku asli dari Semarang. Sekarang sudah hampir sebulan tinggal di Jakarta. Setamat SMA, aku langsung bekerja. Membantu keluarga agar adik-adik perempuanku bisa makan dan tetap bisa sekolah. Sebagai pengganti bapak yang sudah tidak ada, aku memang menjadi tulang punggung keluarga.

Tapi semuanya kulakukan tanpa beban, karena kurasa inilah tugas anak pertama. Sejak bulan lalu aku kerja di sini, di sebuah sebuah jalan di Jl. TB Simatupang Jakarta Selatan sebagai tukang bangunan. Dedi, pemuda tetanggaku di Semarang mengajak mengadu nasib di Ibukota.

Ijasah SMA ku tidak laku disini, lagipula memang nilainya tidak ada yang terlalu aku banggakan.

Seminggu pertama di Jakarta kuhabiskan dengan menganggur. Bertanya kesana kemari apakah ada pekerjaan yang bisa aku lakukan. Aku menumpang tidur di kamar kontrakan Dedi, yang lebih tepatnya disebut… Lanjut ta.. | 5 Comments

Derawan, surga kecil di Borneo

Bayangkan ini dalam imajinasi kalian.

Duduk di dalam sebuah speedboat yang melaju kencang menuju arah matahari yang tenggelam tepat diatas permukaan air laut. Angin sore bertiup sedikit kencang mengeringkan rambut yang tadi basah akibat menyelam. Kacamata hitam yang diturunkan sedikit untuk menghalau sinar matahari di langit sore kemerahan yang tepat berhadapan dengan mata.

Itu bukan adegan film James Bond, itu adalah bagaimana hari pertama gue berakhir di Derawan.

Indonesia sepertinya tidak pernah kehabisan pantai yang memukau mata. Setelah mengunjungi Sabang dan Tanjung Bira, kini giliran Kepulauan Derawan yang menjadi destinasi liburan gue.

 

Sekian lama gak naik Garuda Indonesia, perbaikan terlihat jelas dari maskapai pemerintah ini. Mulai dari pesawatnya yang baru, pelayanannya yang premium dan hal-hal… Lanjut ta.. | 4 Comments