Archive for March, 2014

Review penonton : The Raid 2 – Berandal

Oke, meskipun udah hampir tengah malam, gue tampaknya harus memaksakan diri untuk menulis postingan yang satu ini sebelum semangat menulis gue menghilang lagi esok hari.

Kali ini gue ingin mereview sebuah film Indonesia yang lagi happening banget di Twitter. Apalagi kalau bukan “Kembalinya Ria Enes dan Susan”.

Salah ding, yang benar adalah ”The Raid 2 : Berandal”.

 

Film pertamanya pernah gue review di sini. Buat yang belum baca, baca dulu dong. Mayan nambah-nambahin traffic ke blog gue.

Sebenarnya gue jarang banget ngereview film kayak si Teppy, tapi karena ini adalah salah satu film yang paling berkesan buat gue dan sebagai salah satu bentuk dukungan gue terhadap film Indonesia, gue ingin mereview film ini khusus… Lanjut ta.. | 6 Comments

Shopping List

Beberapa hari yang lalu, gue menemukan sebuah twitpic yang tanpa sengaja melintas di linimasa gue. Gambar ini sebenarnya sebenarnya cukup sering gue lihat, tapi entah kenapa gambar yang satu ini cukup menggelitik dan memberikan ide tulisan buat gue kali ini.

 

shopping

 

Pada saat selesai membacanya, gue mendadak berpikir. That’s one hell of a shopping list!

Pertanyaan berikutnya pun kembali mencuat. Apa gue punya 23 kriteria di atas?

Kadang gue berpikir, kenapa wanita sering kali dibuai oleh daftar belanjaan yang sangat panjang seperti ini. Apakah dari 23 daftar tadi, jika kurang satu saja maka akan menjadi kandidat yang tidak dipertimbangkan?

Dan kenapa pria gak pernah membuat daftar semacam ini?

Gue bantu kalian… Lanjut ta.. | 4 Comments

Simply genius

It is said that the shortest story ever told was written by the then young Ernest Hemingway, who said he could write a complete story in only six words!

His colleagues disagreed, and each bet $10 against the claim.

Hemingway wrote down the words on a napkin and passed it around.

Everyone agreed that he won the bet.

Here is the shortest story ever told :

“For Sale. Baby Shoes. Never Worn.” 

&nbsp… Lanjut ta.. | 1 Comment

Menawan FC

Belakangan ini, gue lagi giat-giatnya main sepakbola. Iya sepakbola, bukan futsal.

Hobi ini rutin gue mainkan dulu waktu masih SMP dan SMA di Aceh. Kegiatan bermain sepakbola ini pernah gue tulis di tulisan yang ini.

Main sepakbola dulu menjadi olahraga rutin gue setiap sore. Kegiatan itu biasanya disambung dengan menyiram bunga punya nyokap dan shalat magrib berjamaah ke meunasah (surau) di kampung kami. Hidup gue dulu memang sesederhana itu, tanpa mall, nonton ke bioskop atau nongkrong di café kayak anak muda ibukota.

Saking seringnya main sepakbola, bokap gue pasti nanyain kalau ada hari dimana gue gak bermain sepakbola. Atau jika orang rumah ingin mencari gue yang tiba-tiba menghilang, mereka cukup memanggil gue di lapangan bola di dekat rumah.

Kalau saja gue… Lanjut ta.. | 9 Comments

Bagasi

Hidup itu seperti sebuah perjalanan. Bergerak dari sebuah titik ke titik lain di masa depan. Pergi ke satu tempat untuk menetap atau hanya sekadar untuk singgah. Bertemu dengan seseorang atau akhirnya memutuskan berpisah.

Seperti halnya sebuah perjalanan, masing-masing dari kita membawa bagasi yang berbeda. Mungkin hanya sebuah kotak kecil yang ringan untuk dibawa, atau koper besar berwarna cokelat muda yang menguras tenaga untuk membawanya.

Setiap orang membawa bagasinya masing-masing. Untuk seseorang, bagasi itu mungkin cukup dibawa dengan sebelah tangan. Dan untuk sebagian yang lain, harus dipanggul dengan menggunakan kokohnya tulang belakang.

Bagasi itu bentuknya bermacam-macam, bisa berupa beban ekonomi yang berkepanjangan, rumitnya kondisi keluarga yang memberatkan, hingga luka atau trauma emosional yang tak kunjung hilang.

Dan layaknya manusia normal, mungkin kadang kita suka membandingkan. Berkata… Lanjut ta.. | 19 Comments