Archive for December, 2013

Melupakanmu

Menit-menit terakhir 2013.

Disini gue berdiri, di bawah langit malam Jakarta.

Anehnya, di suasana seramai ini, gue malah merasa kesepian. Diantara suara terompet yg bersahut-sahutan. Diantara dentuman petasan di langit malam. Mengenang ratusan memori, kenangan, tangis dan tawa yang pernah muncul bersama di antara kami berdua.

Bernyanyi bersama mengikuti musik di radio di dalam mobil sambil terjebak macet dan hujan yang mendera. (It was easy coming back into you once I figured it out…remember?)

Kejutan-kejutan kecil dan hal-hal tidak penting yang pernah kami bahas bersama. Argumen-argumen menguras emosi karena ego masing-masing yang terus terbentur. Keputusan-keputusan bodoh yang selalu pada akhirnya kami sesali bersama.

But that’s what we do. We argue, we fight, but at the end…we understand each other.

Malam ini, sebuah lubang menganga muncul… Lanjut ta.. | 13 Comments

Goodbye 2013

Ini adalah postingan terakhir di tahun 2013.

Biasanya, gue akan bikin satu postingan di awal tahun dan satu postingan di akhir tahun untuk kembali merefleksikan apa apa saja yang sudah berhasil gue raih atau pelajari selama setahun ke belakang.

Kenapa gue suka menulis hal ini? Karena buat gue, ini kayak reminder agar selalu punya target dan tujuan hidup, bukan hanya sekedar bergerak terbawa arus.

Tahun ini gue berhasil mencoret satu dari resolusi 2013 gue yaitu menerbitkan buku. Traveloveing 2 bisa keluar di bulan Oktober 2013 setelah setahun proses penulisan. Ini adalah novel pertama gue hasil dari menulis bareng teman-teman penulis yang lain.

Tahun 2013 buat gue bukan tahun yang terlalu baik. Entah kenapa, gue gak terlalu suka tahun ini. Ada beberapa hal di dalam tahun ini… Lanjut ta.. | 6 Comments

Novel Jomblo

Pernah gak kalian mengalami satu hal kecil yang tiba-tiba menjadi turning point hidup kalian?

Suatu titik dimana hidup kalian berubah menjadi sangat berbeda dari sebelumnya. Kalau jawabannya pernah, mungkin kita tidak terlalu jauh berbeda.

Oke, kita mulai dari awal.

Hari minggu kemarin gue dateng ke acara Kumpul Penulis dan Pembaca 2013 yang dibikin oleh Gagas Media dan Bukune, nama-nama besar dalam industri penerbitan di Indonesia.

Acara ini diwarnai dengan beberapa kegiatan. Mulai dari penjualan buku, launching buku, penjualan souvenir, lowongan untuk bekerja di Gagas hingga tempat untuk para penulis pemula memasukkan karya mereka.

 

Sebenarnya gue adalah pengunjung gelap, karena awalnya gue sama sekali gak berniat menghadiri acara ini. Gue cuma ingin ketemu dengan salah satu editor Gagas untuk sebuah urusan pribadi.

Setelah… Lanjut ta.. | 13 Comments

Mencoba Lari : #BajakJKT

Orang Indonesia itu sering banget kena demam. Dulu demam kamera SLR, trus demam sepeda Fixie sekarang lagi demam lari.

Banyak banget demam muncul di Indonesia.

Dan sekarang, demam yang lagi happening di Indonesia adalah lari. Iya, lari di jalanan. Bukan lari di treadmill atau lari di kenangan mantan.

Buat gue sendiri, gue berhasil melewati semua demam tadi tanpa pernah ketularan. Demam kamera digital, gue gak ikutan karena kameranya mahal. Demam sepeda fixie, gak mampu beli karena harganya juga lumayan. Kere ternyata obat ampuh buat menghindari demam.

Sekian lama berusaha menghindari serbuan demam yang datang, akhirnya sekarang gue ketularan. Demam lari kali ini gak bisa gue hindari. Karena dalam pikiran gue, ah cuma modal sepatu lari doang kan?

Buat yang belum tau gue, gue adalah orang… Lanjut ta.. | 114 Comments

Noraknya Penulis Pemula

Traveloveing 2 adalah novel pertama (dan semoga bukan yang terakhir) yang berhasil gue tulis. Novel hasil karya gue dengan Roy, Diar dan Sasha ini terbit di bulan Oktober 2013.

Buat gue, “menerbitkan sebuah buku” adalah salah satu pencapaian terbesar dalam hidup gue setelah “bisa make celana sendiri”. Satu-satunya buku yang pernah gue terbitkan selain novel Traveloveing 2 ini adalah skripsi gue yang mungkin sekarang sudah berdebu tersimpan di perpustakaan kampus.

Karena proses penulisannya yang cukup lama hingga akhirnya novel ini terbit (saking lamanya gue bisa pdkt, jadian, berantem, putus ampe move on), gue lega luar biasa.

Lega yang gue rasakan mungkin kayak lega yang dirasakan ketika kita akhirnya bisa buang air setelah lama kurang serat.

Setelah lega, muncul satu perasaan selanjutnya. Maruk. Mungkin ini yang dirasakan… Lanjut ta.. | 7 Comments

#JalanJapan : Makanan dan Bahasa

Setelah berjanji untuk menulis hal-hal yang menarik selama di Jepang, ini adalah tulisan pertama gue tentang #JalanJapan.

Sebenarnya ide gue sama dengan si Roy yang pengen nulis tentang canggihnya toilet di Jepang, tapi karena udah ditulis si Roy di sini,  gue akan bahas yang lain.

Buat yang belum tau, #JalanJapan adalah hashtag yang muncul di twitter gara-gara gue dan si Roy pergi ke Jepang dengan budget seadanya (baca : menggembel) November lalu.

Oke, kita mulai dari awal.

Kesulitan utama gue ketika traveling adalah masalah perut. Makanan adalah tantangan gue yang utama ketika pergi ke negara orang.

Gue gak suka sushi yang dimana ini akan sangat bertentangan dengan negara tujuan gue kali ini : Jepang. Gue gak suka ikan mentah, karena… Lanjut ta.. | 17 Comments

Arti keberuntungan

Waktu itu Juni 1999, tepat di hari pemilihan umum. Gue berumur 11 tahun dan masih duduk di kelas enam SD. Sepulang sekolah, gue membantu nyokap untuk berjualan jagung di pinggir jalan setiap hari.

Tapi kali ini berbeda, karena sekolah libur gue akan berjualan dari pagi hari.

Jagung itu dibeli per karung dari juragan jagung yang kemudian dikupas dari kulitnya. Jagung-jagung itu dibungkus dengan menggunakan plastik berwarna kuning untuk menonjolkan warnanya.

Setiap plastik berisi tiga buah jagung sama besar. Sebungkusnya dijual seharga 700 rupiah, namun jika ada yang membeli tiga bungkus sekaligus, gue akan lepas dengan harga dua ribu rupiah.

Itulah pelajaran ekonomi pertama yang gue pelajari secara langsung. Diskon.

Jagung-jagung yang telah dibungkus rapi itu disusun di rak kayu lalu akan dijajakan sepanjang jalan Sunggal… Lanjut ta.. | 28 Comments