Archive for August, 2013

Patah hati

Patah Hati.

Siapa sih manusia di dunia yang gak pernah patah hati? Gue, lo, temen lo, saudara lo, mbak Minah pembantu kosan, ampe tukang teh botol di pinggir jalan mungkin pernah patah hati,

Semua orang pernah patah hati. Bahkan mungkin Obama juga pernah patah hati. Obama mungkin pernah galau malem-malem di kamarnya sambil ngomong.

“Nasi goreng, sate, semua enak!”

Patah hati seolah jadi hal yang wajar buat semua orang. Gue pernah beberapa kali patah hati. Gak enak memang, tapi ya mau gimana lagi. Fase gak enak itu harus dilewati.

Fase itu bikin gue belajar, dan pengen gue bagi ke kalian. Dari hasil observasi gue, ada beberapa tahapan patah hati hingga akhirnya bisa benar-benar sembuh. Gue akan bahas satu persatu fase itu disini.

1. The

Semangat Panjat Pinang

Apa lomba favorit kalian ketika tujuh belasan? Balap karung? Panjat pinang? Atau pukul bantal?

Buat gue, balap karung dan sendok guli menjadi favorit.

Karena badan yang terlalu kecil, gue gak pernah bisa ikutan panjat pinang sejak dulu. Gue takut badan gue berubah jadi perkedel dan mati terinjak-injak dalam lomba itu. Gue hanya berpartisipasi dalam sendok guli (balapan dengan menggigit sendok dan kelereng di dalamnya. Orang Medan menyebut kelereng dengan sebutan guli), balap goni (balap karung), atau memasukkan pensil ke dalam botol.

Karena sudah terlalu lama gak ikutan, gue bahkan sudah lupa lomba apa saja yang diperlombakan setiap peringatan tujuh belasan. Terakhir kali mengikuti lomba tujuh belasan itu waktu gue masih SD. Di sebuah lapangan voli deket rumah gue di Medan.

Warga sekitar mengubah lapangan pasir itu… Lanjut ta.. | 2 Comments

Meja Rotan

Di ruang makan rumah gue, ada sebuah meja makan terbuat dari rotan. Meja dengan enam buah kursinya itu, terbuat dari rotan yang dililit sedemikian rupa sehingga sangat kokoh untuk menjadi sebuah meja makan.

Meja ini sudah lebih dari satu dekade ada di ruang makan rumah gue. Tak pernah beranjak meski presiden Indonesia udah ganti empat kali.

Sangat unik memang. Gue bahkan gak pernah menjumpai meja seperti ini di rumah manapun, bahkan di sentra kerajinan rotan yang pernah gue kunjungi. Bahkan saking uniknya, meja ini pernah ditawar untuk dibeli oleh orang bule yang pernah datang ke rumah. Tapi seberapapun harga yang ditawarkan, meja rotan ini gak pernah dilepas oleh orangtua gue.

Letaknya ada di ruang makan, tepat diantara dapur dan ruang keluarga. Lampu neon berwarna putih digantung tepat… Lanjut ta.. | 2 Comments