Archive for May, 2013

Burung Bower

Kalian tau Bower Bird?

Burung Bower atau dalam bahasa Indonesianya adalah Burung Namdur, adalah burung yang hidup di Papua Nugini dan Australia. Burung ini termasuk dalam keluarga Ptilonorhynchidae.

Keluarga burung ini memiliki 20 spesies dalam delapan genus dan hidup rukun akur ama tetangga. Mereka adalah termasuk burung berukuran sedang. Makanan mereka biasanya buah, serangga atau rainbow cake.

Burung Bower ini terkenal karena perilaku uniknya setiap kali mereka pengen kawin. Untuk menarik pasangannya, burung Bower jantan akan membuat sarang yang menyerupai sebuah gerbang dan menghiasnya dengan benda-benda berwarna terang untuk menarik perhatian burung Bower betina.

Semakin bagus sarangnya, semakin besar peluang burung Bower betina untuk menyukainya. Ya, ternyata burung juga bisa matre. Untung gak minta Honda Jazz.

Burung Bower jantan biasanya akan menghias sarang… Lanjut ta.. | 6 Comments

#PPStandup2 : Sebuah review

Ini adalah ke sekian kalinya gue menonton stand-up comedy dalam setahun belakangan. Biasanya, gue nonton di sebuah café atau gedung pertunjukan di Jakarta, tapi kali ini sedikit berbeda.

Provocative Proactive Stand Up Comedy 2 (dari sini gue singkat jadi #PPStandup2) dikemas secara unik dan mewah. Berlokasi di Soehanna Hall, Energy Building di kawasan SCBD, #PPStandup2 adalah penyelenggaraan stand-up comedy show yang paling baik yang pernah gue datangi sejauh ini.

 

Mungkin berkat adanya sponsor dari Transparency International, penyelenggaraan acara ini terbilang sukses. Auditorium yang nyaman, pertunjukan selama 3 jam dengan total 8 comic yang tampil (termasuk Panji), harga tiket sebesar Rp100,000 terbayar tuntas. Benar-benar value for money.

Berbeda dengan stand-up comedy pada umumnya, sepertinya ada misi khusus yang ingin dibawa oleh… Lanjut ta.. | 7 Comments

Reminder

Dulu waktu gue menyusun skripsi, gue sempat mengalami masa-masa terburuk dalam hidup seorang mahasiswa. Masa-masa dimana gue pusing tujuh keliling gara-gara skripsi alias #galauskripsi.

Setelah memasuki bulan ke enam, metode skripsi gue ternyata salah dan baru diketahui ketika gue sudah hampir memasuki bab empat. Gue harus merombak kembali skripsi yang sudah hampir selesai itu.

Masa-masa itu, bisa dibilang adalah salah satu masa terkelam dalam hidup gue. Gue dituntut untuk bisa segera lulus dari kampus karena harus sudah mulai bekerja di EY 2 minggu kemudian. Pola hidup gue yang awalnya santai kayak di pantai, asik kayak di Tasik, selow kayak di Moscow, mendadak berubah.

Makan gak enak, tidur gak nyenyak, kadang melamun mikirin skripsi selama berjam-jam.

Mungkin ini terdengar lucu sekarang, tapi lagu yang paling banyak gue… Lanjut ta.. | 6 Comments

Quotes Favorit

Ada satu kutipan dari novel Rectoverso yang paling gue sukai. Dan sejauh ini menjadi favorit dan kutipan dari novel Indonesia yang paling gue ingat di luar kepala.

“Seseorang semestinya memutuskan bersama orang lain karena menemukan keutuhannya tercermin, bukan ketakutannya akan sepi..” – Rectoverso

Quote lainnya yang bisa gue ingat dari novel Gege Mencari Cinta karangan Adhitya Mulya (kalo gak salah bunyinya kayak gini)

“Kita itu seperti huruf C, yang saling mencari dan menemukan sehingga nanti bisa membentuk sebuah lingkaran yang sempurna”

Ide besar kutipan di atas sebenarnya sama, kalau jatuh cinta sebenarnya gak bisa dipaksakan.

Ketika belum tiba waktunya, mau dipaksa kayak gimanapun akan gak akan masuk. Gak akan bisa. Dia cuma duduk di pojok ruangan sambil menatap kita dan bilang “It’s not the time.

Ketika kita… Lanjut ta.. | 11 Comments

Pijat Refleksi

“Aduh..aduh.” gue meringis kesakitan. Tangan gue mencengkeram pegangan sofa sebagai sarana penyaluran rasa sakit yang gue alami.

Mbak-mbak yang memijit kaki gue malah tersenyum dan melanjutkan kegiatannya. Dia mungkin mendapatkan kekuatan setiap kali gue meringis kesakitan. Sempat membuat gue berpikir, ini mbak-mbak pijat refleksi apa Dementor?

“Udah cukup mas? Atau kurang kuat?” si mbaknya malah semakin beringas.

“Udah mbak! Udaaaahhh..” seru gue dengan jari kaki yang hampir patah.

Mata gue langsung memandang berkeliling, mencoba mencari lampu merah yang berkedap-kedip untuk melambaikan tangan tanda menyerah. Beberapa orang lain yang dipijat melirik ke arah gue. Suara erangan gue ternyata cukup keras untuk didengar orang lain yang sedang menikmati pijitannya di tempat ini.

Ruangan tempat pijat refleksi itu suasananya agak temaram. Pencahayaannya memang diatur sedemikian rupa sehingga tidak terlalu… Lanjut ta.. | 4 Comments