Archive for March, 2013

Tempe orak-arik

Namanya Marni.

Sama seperti gue, dia bukan orang asli dari daerah ini. Mungkin dia langsung datang dari Tegal untuk berjualan di warung ini. Tapi yang jelas dia bukan pemilik warteg ini, dia hanya orang yang bekerja di sini demi lembaran-lembaran rupiah sebagai pengganti waktunya.

“Makan mas?” tanya Marni setiap kali pengunjung melangkahkan kaki ke dalam warungnya, termasuk gue di siang ini.

Pertanyaan yang cukup retoris mengingat gak mungkin gue datang kesini untuk latihan berkuda.

Warteg ini tidak terlalu besar, hanya berukuran sekitar 3 x 2 meter. Etalase kaca tempat menyimpan makanan sudah sedikit kusam dimakan waktu. Di beberapa pojok ruangan, terdapat beberapa tumpukan debu yang lupa dibersihkan. Meskipun kondisinya begitu, semua teknologi di warung kecil ini sudah touch screen.

gambar diambil

Stand-up Comedy..

Beberapa waktu yang lalu, terima kasih kepada MetroTV, gue mendadak menjadi selebritis kantor. Semua orang yang ketemu gue langsung bertanya :

“Lo kemaren nonton stand-up comedy Ta?”

‘Iya, kok tau?”

“Iya, make baju kuning kan? Nongol mulu di MetroTV”

“Oia?” gue pura-pura terkejut.

Sebenarnya masuk acara stand-up comedy bukanlah berita yang terlalu buruk untuk beredar di kantor. Hal ini akan menjadi jauh lebih buruk jika kabar yang beredar adalah berita gue muncul di acara Investigasi TRANSTV, duduk di kegelapan, dan ngomongin bakso tikus.

“Saya sudah membuat bakso dengan daging tikus selama 2 tahun” kata gue di kegelapan dengan suara chipmunk.

Tapi ya, gue memang menonton acara stand-up comedy #GKJ9Feb yang disiarkan MetroTV beberapa waktu yang lalu. Yang perform waktu itu adalah Ernest Prakasa… Lanjut ta.. | 3 Comments

Jakarta-Boracay

Semua berawal dari ajakan si Roy untuk menghabiskan libur akhir tahun 2012.

“Ta, liburan yuk? Keliling Jawa. Naek kereta, mengunjungi kota-kota kecil gitu. Nanti di setiap kota kita ajakin follower buat ketemuan.”

“Yaelah Roy, lagak lo kayak selebtwit. Follower cuma seuprit juga. Boracay aja yuk?” bujuk gue.

“Boracay? Dimana tuh?” Roy ternyata anaknya kurang gaul, kelamaan di kamar mandi.

“Di Filipina, itu kayak Bali nya mereka.” Ujar gue mencoba meyakinkan.

“Hayuk deh.” Iman Roy ternyata gak sekuat itu.

“Dari tanggal berapa Roy? Gue ngikut lo aja deh.” tanya gue.

“Dari tanggal 24 aja ta. Ampe 29. Lima hari cukup kan?”

“Lah, lo gak Natalan?” gue heran.

“Enggak, gue udah natalan sebelumnya. Gereja gue lebih cepet.”

“Ohhh..” ujar… Lanjut ta.. | 11 Comments