Archive for November, 2012

MRT

Ini adalah tulisan teman gue Ridha Novrizal, seorang engineer di PT MRT yang belakangan beritanya menguasai deadline koran-koran ibukota. Tulisan ini merupakan bentuk kegelisahannya terhadap masalah yang berlarut-larut.

Mencoba memberikan gambaran sederhana dengan analogi yang sederhana pula, tentang apa yang sebenarnya terjadi. Sebuah pemikiran dari orang dalam.

Dia cuma mengirimkan tulisan ini ke beberapa teman dekatnya, tapi gue rasa tulisan ini layak untuk disebarkan lebih luas.

 

MRT Jakarta, nasibmu kini…

Perkembangan proyek MRT Jakarta saat ini sangat mengkhawatirkan. Proyek yang sudah dirancang sejak 1986, yang kemudian  sempat terhenti di tahun 1998 akibat krisis ekonomi dan krisis politik di Indonesia, telah dimulai lagi sejak 2005. Hari ini, tanggal 29 November 2012, pukul 08.26. keberlangsungan proyek kembali buram akibat (lagi-lagi) perubahan situasi politik dengan terpilihnya

Matre

Waktu itu gue lagi cerita ama seorang teman wanita gue, sebut saja namanya Ayu.

Dia bertanya tentang progress gue yang lagi pdkt ama salah satu temannya bernama Cantika (Iya, gue emang gak jago bikin nama samaran.) Ayu dan Cantika adalah tipe-tipe wanita gaul dan cantik yang gue kenal melalui jaringan pertemanan.

“Lo gimana ama Cantika Ta?” tanya Ayu waktu itu.

“Ya gitu, belum gimana-gimana. Cuma udah jalan beberapa kali.”

“Lo ajak naik taksi?” Ayu bertanya. Gue langsung heran dengan pertanyaan Ayu ini.

 

 

“Iya.” gue menjawab jujur. Motor aja gue gak punya, apalagi mobil. Taksi adalah pilihan utama gue kalo kemana-mana selain ojek gendong.

“Dia mau?… Lanjut ta.. | 14 Comments

Cinta dan menikah..

Akhir-akhir ini, banyak sekali teman-teman terbaik gue yang memutuskan untuk menikah. Melanjutkan ke jenjang yang lebih serius setelah bertahun-tahun pacaran.

Semula, gue menyangka bahwa pernikahan itu urusan gampang. Cukup membutuhkan dua orang yang saling suka, sudah siap secara lahir dan batin, punya penghasilan yang cukup untuk hidup berdua dan.. menikahlah.

Kadang gue mikir, kenapa kita harus menikah? Apa cuma untuk melegalkan sex? Atau sekadar memenuhi target dari orang tua?

Seiiring berjalannya waktu, akhirnya gue mengerti dan tau jawabannya. Jawaban kenapa sebenarnya orang menikah. Jawaban yang mungkin terasa lebih jujur dari jawaban-jawaban umum lainnya.

Stabilitas perasaan.

Dalam kondisi seumuran gue dan teman-teman gue ini, yang  dibutuhkan kadang cuma stabilitas perasaan. Perasaan yang stabil, tanpa harus lagi dipenuhi keraguan, kebimbangan, rasa sedih, khawatir atau naik-turunnya emosi yang… Lanjut ta.. | 20 Comments

Pak Russ..

Namanya Russ.

Gue bahkan gak tau nama lengkapnya. Atas dasar kesopanan yang masih di junjung tinggi di negara ini, gue memanggilnya Pak Russ. Dia adalah salah satu mentor Induction Training yang wajib diambil untuk semua Management Trainee di kantor gue.

Umurnya sudah tua, mungkin sudah lebih dari enam puluh tahun. Meskipun sudah sedikit bungkuk, tubuhnya masih bugar. Cukup kuat untuk menempuh penerbangan puluhan jam dari Texas ke Jakarta untuk mengajar kami semua.

Tubuh rentanya melemah dihantam jet lag.

“I can’t sleep for hours” katanya pada kami.

Hearing aid menempel di kedua telinga untuk membantu pendengarannya yang sudah mulai menurun. Mungkin memudar dimakan usia, atau mungkin juga akibat efek hantaman suara bising yang terus menerus dari drilling process yang dialaminya di rig pengeboran puluhan tahun yang… Lanjut ta.. | 5 Comments