Archive for August, 2012

Bikram Yoga

Gue mengklaim diri gue sebagai orang yang cukup adventurous, suka mencoba hal-hal baru. Tempat baru, makanan baru, ketemu orang-orang baru, hingga mencoba olahraga-olahraga baru.

Kalo bahasa iklan Nutrilon nya “Live your life to the fullest”

Atau bahasa lokalnya “lo cuma hidup sekali, cobain aja banyak hal, tapi pake akal sehat.” Sifat penasaran ini sudah ada dari kecil, doain aja gue ga mati dulu, biar ga jadi arwah penasaran.

Sifat ini diperparah oleh sifat jelek gue lainnya. Merasa sok bisa. You know, perasaan yang muncul ketika lo nonton Fear Factor atau Indonesian Idol. Seolah dalam hati lo berkata :

“Yaelah, gitu doang masa sih ga bisa. Just give me the chance, I can win that shit!”

Nah, gue punya sikap tengil itu. Gue yakin gue ga… Lanjut ta.. | 15 Comments

Dompet..

Seperti pria normal pada umumnya, gue selalu meletakkan dompet gue di kantung celana di belakang. Bagi kalian para wanita yang membaca tulisan ini, gue kasi tau satu hal.

Hal ini lazim dilakukan dalam dunia pria. Karena akan sedikit aneh jika pria mengapit dompetnya di ketiak, kami akan terlihat seperti emak-emak yang mau pergi ke pasar.

Jadi, menurut gue, letak dompet itu di pantat.

Makanya gue cenderung kurang setuju dengan harga dompet yang terlalu mahal.

Pernah waktu gue pengen beli dompet di Pasific Place, gue ngeliat dompet harganya 5 juta rupiah.

Lima juta rupiah!

Dan gue mendadak mikir, ketika gue punya semahal itu, dompetnya ga akan gue kantongin. Gue bakal kalungin di leher!

Percuma beli dompet mahal-mahal kalo cuma ditaro di pantat.

Hal… Lanjut ta.. | 21 Comments

Arti kegagalan..

Masih inget tulisan gue yang ini?

Tulisan yang gue bikin ketika gue ingin mengirimkan naskah gue ke penerbit. Setelah berbulan-bulan di gantungin kayak kolor ngga kering, akhirnya beberapa hari yang lalu kabar itu tiba.

Sebuah paket dikirimkan ke kantor gue. Hasilnya?

Naskah gue ditolak.

Naskah yang gue kirimkan dikembalikan beserta dengan surat penolakannya.

Di dalam surat itu, berisi ucapan terima kasih telah bersedia mengirimkan naskah ke mereka. Gue bahkan ga ingat apa kalimat persisnya, karena mata gue langsung tertuju ke kalimat “maaf kami belum bisa menerbitkan naskah anda”

Di dalamnya juga berisi satu tabel penilaian naskah yang telah mereka isi.

Kriteria yang diberikan ada beberapa, mulai dari plot, karakter, gaya penulisan, humor, dan beberapa hal lainnya. Setiap… Lanjut ta.. | 9 Comments

Ayah..

Gue sedang menikmati buka puasa disebuah warung baso ketika handphone gue berbunyi.

“Ayah”

Begitu nama singkat yang muncul di layar. Sedikit heran, gue menatap layar handphone. Ayah gue adalah orang yang jarang nelfon. Irit bicara. Jadi kejadian kayak gini, menjadi barang mewah buat gue.

“Halo assalamualaikum yah..” Biasa. Di depan ayah harus sopan.

“Abang dimana nak? Dompet ayah ilang nih. Ayah udah di Cengkareng. Duit di kantong tinggal 11 ribu. Abang bisa kesini?” kata ayah dengan suara agak panik.

“Iya yah, abang langsung kesana.” kata gue singkat sambil langsung mematikan handphone.

Ya, itulah ayah gue. Orangnya irit bicara. Jarang ngirim sms. Bahkan ga pernah ngabarin kalo mau ke pergi Jakarta. Tiba-tiba datang, tiba-tiba pergi. Padahal ada gue yang tinggal di Jakarta.

“Ga mau… Lanjut ta.. | 12 Comments